
" tania... selamat ya, akhir nya kamu nemuin jodoh mu, aku ikut senang dengar nya.." ucap wulan
" terima kasih ya wulan, oh ya aku juga sekalian mau ngasih tau kamu kalau aku udah gak bisa tinggal di asrama lagi, karena joe menyuruh ku untuk tinggal di rumah nya mulai sekarang, aku gak bisa nolak lan.." tania memberitahukan permintaan joe
" itu tanda nya dia sayang banget sama kamu tania.. jadi dia gak mau jauh darimu," ujar wulan , di sela sela pembicaraan mereka tania melihat joe masuk ke dalam kaffe bersama bayu dan angeline, joe berjalan di depan yang di ikuti bayu dan angeline dari belakang mereka duduk di meja yang berada di sudut ruangan kaffe yang tak jauh dari tempat duduk tania, namun joe tidak melihat tania karena posisi tania yang sedikit tertutupi dengan pajangan bunga di kaffe tersebut,
" tania.. aku tinggal kerja dulu ya, takut di marahi si boss, pengunjung lagi ramee, gak apa2 kan.." ucap wulan yang membuyarkan lamunan tania saat melihat joe
" eh.. iya.. lanjut aja aku juga udah mau balik kok," ujar tania tersenyum
" yaudah kalau gtu aku pergi dulu ya," wulan pun bergegas pergi melanjutkan pekerjaan nya, sedangkan tania kembali memperhatikan joe dari kejauhan..
cih... baru aja dia bilang cinta sama aku, siang ini dia malah makan siang sama cewe centil itu, gumam nya dalam hati
flashback off
" kita makan disini bay.. " tanya joe saat turun dari mobil nya
" iya.. disini itu kata nya makanan nya enak dan tempat nya juga bagus buat nongkrong " ucap bayu
" yasudah.. aku juga udah lapar ni" ucap joe yang melangkah maju di depan, bayu mengikuti dari belakang begitupun angeline, mereka kemudian memasuki kaffestar
flacback on
angeline duduk di samping joe dengan menggeser kursi nya agar lebih dekat dengan joe, ia mulai melancarkan serangan nya untuk merayu serta bertingkah manja di depan joe, bayu yang melihat tingkah angeline tampak memicingkan mata nya, seolah tak suka dengan tingkah gadis di depan nya,
tania memberanikan diri dan berjalan perlahan mendekati panggung kecil yang ada di kaffe untuk menghibur para pengunjung, ia berbisik kepada pemain keyboard dan setelah itu ia maju dan duduk di kursi penyanyi, alunan musik mulai berdendang tania memegang mic nya dan ia menyanyikan sebuah lagu siang itu,
jangan pernah katakan bahwa cintamu hanyalah untukku.. karena kini kau telah membagi nya...
maaf kan jika memang kini harus ku tinggalkan dirimu karena hatiku selalu kau lukai...
tak ada lagi yang bisa ku lakukan tanpamu..
ku hanya bisa mengatakan apa yang ku rasa.....
ku menangis...
kau pergi bersama nya... ooh...
ku menangis...
melepaskan.. kepergian dirimu dari sisi hidup ku.. harus selalu kau.. tahu.. aku lah hati yang telah kau sakiti...
bayu melihat ke arah panggung, mata nya terbelalak saat penyanyi yang duduk disana tak asing bagi nya.. tania... ya itu tania.. dia mengucek kedua mata nya seolah tak percaya bahwa yang bernyanyi disana adalah tania..
" joe... kau lihat disana .. penyanyi itu.. " tunjuk bayu ke arang panggung,
" kenapa rupanya.." joe melihat ke arah panggung " tania... " ucap joe lirih, " bayu.. itu tania kan... " joe bertanya pada bayu seolah olah masih tak percaya, kalau tania lah si penyanyi itu.. ia menatap tajam ke arah panggung,
tania yang bernyanyi sangat menghayati panggung nya.. ia menyelesaikan lagu itu dengan tepukan tangan dari para pengunjung kaffestar
joe bangkit dari duduk nya, ia melepaskan angeline yang bergelayut manja dengan nya dari tadi dan hendak menghampiri tania, namun tania malah menghilang..
" sial.... " gumam joe
ia kesal dan pergi berlalu meninggalkan bayu dan angeline di kaffe tersebut.
" pak mun.. jalan, kita pulang ke rumah saya.. " perintah joe pada supir nya, pak mun punelajukan mobil nya untuk segera pulang kerumah tuan nya..
joe mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang
" bay... antarkan angeline pulang, aku ada urusan sebentar.. " ucap joe melalui ponsel nya sekaligus mengakhiri panggilan nya tanpa basa basi lagi, kini pikiran nya tertuju kepada tania...
apa yang di fikirkan gadis itu, hingga ia berani bernyanyi di kaffe itu, kenapa dia bisa ada disana.. bukankah aku menyuruh nya untuk istirahat di rumah hari ini...
jonathan bergelut dalam fikiran nya sendiri,
tatapan mata nya serta raut wajah nya menunjukkan bahwa ia sedang menahan amarah nya