CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
takut


" sayang... aku akan menunggu hadiah ku itu.." ucap joe tersenyum seraya mengusap kepala tania dengan lembut..


apa..? dia tidak memukul ku..? bahkan sekarang dia sangat lembut kepada ku..


gumam tania dalam hati,


" sayang.. kenapa kamu menutupi wajah mu..? apa kau sangat marah padaku sehingga tak mau melihat ku lagi..?" ujar joe yang mulai merasa bersalah dengan sikap nya tadi


tania membuka tangan nya yang menutupi wajah cantik nya, kini ia memberanikan diri untuk menatap joe.


" aku gak marah.. tadi aku cuma takut.." ujar tania yang memainkan kedua jari nya seraya menatap ke arah lain..


" kamu takut padaku..? apakah aku sebegitu menakutkan nya di matamu.." ucap nya


" tidak tidak.. bukan begitu.. aku hanya.." tania tak berani melanjutkan kalimat nya


" hanya apa? katakan saja.. " tatap joe penuh sayang


" tapi kamu janji jangan marah ya.." ucap tania dengan memasang wajah imut dan menggigit kecil bibir bawah nya.


" iya .. aku janji.." joe menggannguk lembut


" tadi.. aku takut saat kamu mengangkat tangan mu, aku fikir kamu akan memukul ku karena berteriak padamu.." tania memainkan kedua jari nya sambil menunduk


" apa...!!! hahahahahahaha...." joe tergelak saat mendengar penjelasan tania, ia tak menyangka bahwa tania begitu polos nya, sehingga bisa berfikir hal seperti itu..


" kenapa kamu tertawa.. apakah itu lucu.." tania mengerutkan dahi nya sambil memalingkan wajah nya, merasa kesal saat melihat joe menertawakan nya, joe yang menyadari itu langsung mendekap tania dari samping.


" sayang... maafkan aku ya, karena telah membuat mu takut, aku minta maaf ya.. jangan ngambek gitu donk.." bujuk joe dengan lembut..


apa.. dia meminta maaf padaku.. sikap nya lembut sekali.. apakah ini benar dia.. oh tuhan.. bangunkan aku dari mimpi ku...


gumam tania dalam hati,


ia terpaku menatap ke arah joe, seolah olah masih tak percaya dengan apa yang di dengarkan nya tadi, seorang jonathan alexandre sang penakluk wanita yang terkenal sangat arogan hari ini bisa takhluk di hadapan nya dan meminta maaf dengan lembut nya, tania tersipu pipi nya memerah melihat kelembutan joe yang membuat dia sangat terpesona..


" joe.. kamu tak perlu seperti ini .." ucap tania lirih


"aku sudah memaafkan mu.." tania tersenyum


duh... kenapa sih.. dia semakin tampan jika lembut begini..


gumam tania dalam hati


" benarkah.. terima kasih sayang.." seraya mengecup mesra tangan tania


" ya sudah.. sekarang istirahat lah, " joe


" aku akan menunggu hadiah mu di malam pertama pernikahan kita, dan sekarang aku akan keluar dan kembali ke kamar ku.." ucap joe dengan mencium kening tania,


tania hanya tersenyum mendengar kata kata joe, ia mengangguk pelan seakan pertanda menuruti setiap perkataan joe,


jonathan pun bangkit dari ranjang, berdiri dan melangkah kan kaki keluar dari kamar tania..


.........


kring.. kring .. kring ..


tania tertidur pulas sehingga tak menyadari panggilan dari ponsel nya, entah sudah berapa banyak panggilan masuk dari wulan yang mulai khawatir terhadap nya karena tak kunjung pulang..


pagi nya..


" hooaam... " tania bangun dengan merenggangkan sedikit otot kecil tangan nya, ia berlalu ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya, setelah itu ia kembali ke masuk kedalam dengan handuk yang melilit di tubuh nya..


bagaimana ini.. apa aku harus pakai baju kemarin lagi, tapi kalau tidak jika joe masuk kesini dan melihat ku seperti ini psti dia akan kehilangan kendali lagi seperti semalam, gairah nya kan sangat mengerikan.. aaah... pakai sajalah..


tania memutus kan untuk memakai pakaian nya yang kemarin, ia pun bergegas menggunakan baju nya.


tak lama berselang joe pintu kamar terbuka


" kreeek'""


ternyata itu joe, ia masuk dan datang menghampiri tania


" fiuuh... " helaan nafas tania,


" sayang... kau sudah bangun.." ucap joe seraya memeluk pinggang tania dari belakang dengan mesra


" iya sudah.." ucap tania dengan memegang tangan joe yang melingkar di pinggang nya,


" kau sudah mandi ya.. wangi sekali.." bibir joe mulai mengerayangi leher tania dari belakang dengan lembut


" sayang... aku lapar " ucap tania


" lapar.. baiklah ayo kita turun " joe menghentikan serangan nya dan menggandeng tangan tania untuk segera turun..


aroma tubuh nya membangkitkan gairah ku, rasa nya aku ingin sekali memakan nya hari ini, jonathan .. sabarlah.. jangan sampai kau membuat nya bersedih seperti kemarin..


gumam joe dalam hati