CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 173


Terlihat, seorang wanita baru saja keluar dari sebuah gedung


perusahaan. Langkahnya, amat-sangat tergesa-gesa dengan ayunan kaki yang sengaja


dihentakkan tak beraturan. Wajahnya, terlihat muram seolah baru saja mengalami


hal yang begitu mengesalkan.


Bam!!


Pintu mobil sengaja dibanting, meluapkan kekesalaannya.


“Sial! Sial! Sial!” gumpalan tangan yang sedari tadi telah


mengeras, kini berhasil didaratkannya dengan keras di kemudi setirnya.


“Aaaaahhhh!!” erangan keras lantas keluar dari mulutnya.


Dengan mata memicing, serta tangan yang mulai menarik rambut, terlihat jelas


bagaimana frustrasinya dia sekarang. “Tania… aku benci dirimu!!”


Dia adalah, Katty. Seorang wanita yang licik hati.


Katty, kembali mengepalkan tangannya. Rasanya, membanting


pintu dan kemudi setirnya saja itu sama sekali tak cukup. Ingin sekali ia


menampar, ataupun menonjok seseorang sebagai alternatif pelampiasan amarahnya.


Pertemuannya dengan Tania membuat Katty dirundung rasa


kesal. Bagaimana tidak, seharusnya setelah malam itu. Tania dan Joe, akan


bertengkar. Menjalani masalah yang tak kunjung terselasaikan. Tapi, sekarang


nyatanya tidak seperti itu. Tania, datang ke perusahaan. Seolah menggambarkan,


jika tidak ada sama sekali perselisihan diantara mereka.


Wajahnya, juga terlihat tenang. Tak menunjukkan sedikitpun


gurat kesedihan, serta gayanya juga  terlihat berbeda. Dengan setelan modis yang


melekat di tubuhnya, membuatnya terlihat sangat pantas dalam menyandang


statusnya sebagai Nona besar. Sanjungan para karyawan, senyum hangat yang


mereka lontarkan, kepada Tania. Membuat, Katty semakin berang tak beralasan.


“Mau pakai setelan mewah apapun. Yang namanya gadis kampung,


ya… tetap saja kampung!” sungut Katty kesal. “Akulah, Katty, yang seharusnya


lebih pantas menyandang setatus, sebagai Nona besar, hahahah!” Katty tergelak,


sembari membayangkan betapa indahnya andai saja ia yang mendapatkan status


sebagai istri Joenathan.


Kriing! Kriing!


Suara deringan ponsel, membuat Katty tersentak. Ia sadar dari


lamunannya. Lamunan, membayangkan betapa indahnya menjadi Nyonya Joenathan. Tapi,


Katty, lantas meraih ponsel yang ia tauh di dalam tas.


dilihatnya di layar ponselnya, Kevin, sedang menelpon dirinya.


“Pria ini,” Katty, mengerutkan dahinya tak senang. “Rasanya,


malas sekali jika harus menjawab panggilan dari Kevin sekarang. namun,


mengingat jika Kevin menyimpan videonya. Katty pun lantas dengan segera


menggeser tombol hijau yang ada di sana.


“Hallo,”


“Baby, kamu sekarang di mana?” tanya Kevin dengan nada yang


dibuat mesra.


“Aku sedang bekerja, ada apa?” jawab Katty ketus.


“Baiklah, jika kau ingin langsung mendengar intinya. Maka,


aku tak akan sungkan lagi menjawabnya.” Kevin, kini beranjak dari sofa, lalu


mengarah ke pembaringan.


“Katakan, apa maumu!” sentak Katty.


“Saat ini aku sangat menginginkanmu. Bisakah kau langsung


pulang sekarang?”


“Aku—“


“Aku tidak suka menunggu. Jadi, lebih baik segeralah pulang!”


titah Kevin yang kemudian menutup panggilannya.


“Aaaarrrgghhh!!” Katty melempar ponselnya ke jok belakang. Rasanya,


kepalanya mau pecah sekarang.


Kevin, sungguh membuatnya kewalahan. Dirinya, seakan telah


dikontrol sekarang. Oleh, seorang pria muda hidung belang. Yang ternyata sangat


haus akan kepuasan.


Ya, Kevin adalah seorang pria hiperseks akut. Jika


dibandingkan dengan, Joe. Kevin tiga kali lebih tinggi kebutuhan biologisnya


daripada Joenathan. Meski telah melakukannya berulang kali. Namun, ia seolah


tak pernah puas dalam hanya satu kali hubungan. Pernah, pada suatu malam. Disaat


Katty sudah tidak lagi sanggup dalam melayaninya. Kevin, terus memaksanya untuk


terus melakukannya. Bahkan, disaat Katty sedang terlelap pun. Kevin, terus


melakukannya hingga ia merasa puas.