CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
nasi goreng


sinar mentari sangat cerah hingga menembus kedalam kamar tania, ia terjaga membuka mata nya dan kemudian menyipitkan nya karena pantulan cahaya nya, ia beranjak dudum di atas ranjang dan kemudian meregangkan otot otot nya, ia kemudian turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi menyegarkan tubuh nya supaya kembali bersemangat menjalani hari yang cerah ini.


selesai mandi ia beralih ke lemari dan mengambil pakaian baru yang di belikan miska kemarin, pagi ini ia memakai jeans pendek dan kaos longgar yang turun di bahu nya sehingga menampakkan satu tali bra nya yang berwarna hitam, ia menguncir sanggul rambut nya sekena nya, dengan poni yang di biarkan turun di depan dahi nya, menambah kesan imut wajah tania pagi itu, tania berjalan keluar dari kamar nya ingin turun kebawah dan melewati kamar jonathan, saat berada di depan kamar jonathan, ia berdiri sejenak


apakah dia sudah bangun? masuk gak ya? ah enggak deh, ntar kalau aku masuk dia nyosor lagi, apalagi ini dikamar nya, turun aja deh


gumam tania


ia pun melewati kamar jonathan dan berjalan menuruni anak tangga, setelah sampai di lantai dasar ia berjalan menuju meja makan, terlihat bik asni tengah sibuk menyiapkan makanan untuk sarapan pagi ini


" pagi bik.." sapa tania


" pagi juga non.. tumben nih pagi pagi udah kedapur" tanya bik asni


" hehehe iya nih bik.. tania lapar" ucap tania seraya tersenyum


" oh.. non tania lapar, sebentar ya non bibik buatin nasi goreng .." ucap bik asni seraya memotong bawang


" bahan bahan nya udah siap bik?" tanya tania seraya melihat lihat


" udah non.. tinggal ini.. bawang " ucap bik asni menunjukkan yang di pegang nya


" bik.. aku yang masak ya.." pinta tania yang sudah memegang *** dan spatula


" eh non.. jangan.. biar bibik saja, nanti tuan marah loh kalau lihat non tania capek" ucap bik asni yang tak mau tuan nya marah


" gak akan bik.. tania juga bakalan masakin untuk dia, jow pasti suka.." ucap tania percaya diri


" tapi non.. non tania yakin bisa. " bik asni mulai khawatir takut tania tidak bisa memasak


" tenang aja bik.. insya allah tania bisa, bik asni lihatin aja ya.." ujar tania semangat


" non tania tampak nya luwes sekali saat masak ya non.." puji bik asni kagum


" iya bik.. dulu sebelum bekrja di perusahaan tania pernah jadi koki di kaffe, yah walau cuma koki sampingan, tapi itu cukup menambah pengalaman tania dalam memasak.." ujar tania santai


" wah... berarti non tania udah jago donk.. pasti enak nih masakan nya non.." ucap bik asni yang tak sabar melihat hasil masakan tania, tania hanya tersenyum, ia melanjutkan memasak dengan semangat


setelah memasak nasi goreng serta telur cepluk tak lupa ia menggoreng beberapa cabe hijau untuk lalapan nasi goreng nya, ia menata semua nya dengan cantik di atas meja makan, sedangkan bik asni membuatkan susu serta air putih dan menaruh nya rapi di atas meja, kemudian ia kembali kedapur untuk membersihkan nya karena sudah di pakai untuk memasak tadi,


tania duduk di kursi menunggu jonathan dan menatap ke arah pintu masuk ruang makan, tak lama kemudian jonathan pun turun dan memasuki ruang makan, mata tania sedikit terbuka saat melihat joe berpakaian santai ala ala dirumah pagi ini, ia memakai celana pendek yang menampakkan bulu bulu halus di kaki nya, serta memakai kaos oblong yang sedikit longgar yang membuat pagi ini ia terlihat sangat santai.. tak seperti biasa nya, ia selalu memakai jas kemanapun ia pergi


" gak kerja hari ini..?" tanya tania


" nggak.. hari ini kan akhir pekan, aku mau berdua saja dengan mu.." ucap nya lembut seraya mengjampiri tania..


" ooh..." ucap tania singkat


" kenapa? kamu gak suka? kok cuma oo sih?" tanya nya yang tak senang dengan ucapan tania tadi


mulai deh.. cepet banget senewen nya, aku kan cuma bilang ooh.. dia jadi gak senang gitu, apa aku harua bilang wow gitu .. biar dia senang.. hmmm....


gumam tania dalam hati


" enggak kok sayang.. aku senang kamu bisa bersama ku hari ini, oh ya ini aku yang masak sama bik asni, kamu coba deh.." ucap tania seraya mengambilkan nasi serta lauk nya


" ini apa? " tanya nya menunjuk ke arah cabe hijau goreng


"