
Tania masih duduk di tempat nya. Pikiran nya mulai menerka - nerka maksud jari tangan Joe yang bergerak - gerak di hadapan nya. Ia lalu mengambil keputusan untuk mendekat ke arah Joe dan kini sudah bersandar di bahu nya.
Semoga saja ini maksud dari gerakan jari nya yang tadi.
Gumam Tania.
"Kau tidak kemana - man hari ini?" Tanya Joe sembari membelai lembut rambut Tania yang panjang tergerai.
"Tidak." Jawab Tania singkat.
"Kenapa?" Tanya Joe lagi yang masih setia membelai rambut lurus milik istri nya itu.
Masih tanya kenapa. Bukankah selama ini kau selalu mengekang ku pak direktur.
Gumam Tania sembari mengambil ponsel dari saku nya dan kemudian memainkan nya di depan Joe.
"Kau sedang apa?" Ucap Joe saat melihat Tania yang asyik memainkan ponsel nya.
"Ini, aku lagi kirim - kirim pesan sama Wulan." Jawab Tania jujur.
"Oh." Ucap Joe sembari terus membelai rambut Tania.
"Kamu keramas ya pagi ini?" Ujar Joe yang menyadari jika rambut Tania ternyata masih lembab.
"Wah gawat!! jangan - jangan ia menyadari jika wanita sehabis menstruasi maka ia akan keramas setelah itu.
Pikir Tania dalam hati.
"Kenapa diam?" Ucap Joe saat melihat Tania yang terdiam tanpa menjawab pertanyaan nya.
"Oh itu, aku keramas hari ini karena rambut ku sudah lepek dan seharusnya aku lebih sering keramas agar rambut ku sehat." Kilah Tania yang tak ingin Joe menaruh curiga padanya.
Jika saja Joe mengetahui yang sebenar nya. Bahwa Tania keramas karena sehabis menstruasi maka pagi ini akan menjadi malam pertama bagi mereka dan Tania tidak mau itu. Ia masih ingin menjalankan pagi harinya seperti biasa tanpa ada gangguan sedikit pun.
"Seharusnya jika kau merasa bahwa rambut mu lepek maka pergilah ke salon dan cuci disana. Atau kau mau aku panggilkan orang salon untuk datang kesini dan merawat rambut mu." Ujar Joe dengan enteng nya.
Ia kemudian mengambil ponsel nya yang tak jauh dari duduk nya lalu menghubungi Bayu agar mendatangkan pakar rambut kerumah nya untuk merawat rambut Tania.
"Halo Bay." Ucap Joe saat panggilannya di jawab oleh Bayu.
"Ada apa pak bos, apa anda ingin aku mencari tempat romantis lain nya untuk mu dan nona muda." Ucap Bayu di balik panggilan.
"Bukan, aku ingin kau datangkan pakar rambut nomor satu di kota ini sekarang juga kerumah ku untuk merawat rambut Tania." Ucap Joe yang membuat Tania melotot dengan sendiri nya saat mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut nya.
"Apa!! Dia ingin mendatangkan pakar rambut kesini, yang benar saja!!
Pekik Tania dalam hati.
Ia hanya bisa menghela nafas panjang saat mendengar Joe menyuruh pakar rambut kerumah mereka.
"Joe . . apa ini tidak terlalu berlebihan?" Ujar Tania berusaha agar Joe membatalkan ide gila nya itu.
"Tidak, bagiku kau layak mendapatkan yang terbaik." Ucap Joe dengan santai nya.
"Tapi Joe, aku masih bisa merawat rambut ku sendiri, dan bukankah selama ini aku juga selalu merawat nya sendiri." Tania masih membujuk.
"Memang, tapi mulai sekarang aku ingin melihat rambut mu selalu indah sepanjang hari." Ucap Joe tanpa membatalkan niat nya.
"Aaaaaa... dasar Jonathan selalu seenak nya dalam mengambil keputusan.
***
Mereka pun akhir nya turun untuk sarapan.
"Kau lapar?" Tanya Joe saat melihat Tania memegangi perut nya sedari tadi.
"Lumayan." Jawab Tania sembari melangkah perlahan karena disamping nya Joe dengan sigap nya telah menggandeng tangan nya.
Tak lama kemudian sampailah di meja makan. Mereka langsung mengambil tempat masing - masing. Joe duduk di kursi yang utama, sedangkan Tania duduk di sebelah nya.
"Bik.." Panggil Joe.
Bik Asni yang mendengar panggilan tuan nya itu langsung buru - buru datang menghampiri meje makan.
"Iya Tuan." Jawab Bik Asni yang kini sudah berdiri di sebelah Joe.
"Buatkan dua sandwich lagi untuk Tania, kata nya dia sangat lapar pagi ini." Perintah Joe.
"Baik Tuan.." Ucap Bik Asni yang kemudian berlalu kedapur yang tak jauh dari sana.
"Joe, untuk apa kamu menyuruh Bik Asni membuatkan sandwich lagi?" Ucap Tania sembari meminum susu nya.
"Bukankah tadi kau bilang perut mu lapar sekali, jadi aku menyuruh Bik Asni membuatkan dua sandwich lagi untukmu." Ujar Joe yang kini mulai memakan sandwich nya.
"Apa!! dia menyuruh Bik Asni membuatkan dua sandwich lagi untukku.
"Joe, aku memang lapar. tapi satu sandwich saja sudah cukup untukku." Ucap Tania.
"Tapi kau tidak bilang seperti itu, jadi ya aku suruh saja Bik Asni membuatkan nya lagi dan mau tak mau kau harus menghabiskan nya." Ucap Joe sembari tersenyum.
"Apa kau tadi menanyakan nya kepadaku? tidak kan, dasar Joe seenak nya saja dalam mengambil keputusan.
Gumam Tania.
"Tapi Joe, aku mana sanggup menghabiskan semua nya." Ujar Tania manja.
Mungkin saja dengan begini Joe tidak akan menyuruh nya untuk menghabiskan semua nya, begitu pikir nya.
"Sanggup tak sanggup kau harus menghabiskan nya." Ucap Joe sambil menyantap makanan nya.
"Tapi Joe.." Ucap Tania.
Di sela-sela ucapan nya Bik Asni kemudian sampai dengan membawa dua buah sandwich di tangan nya.
"Bik, taruh di samping Tania saja ya." Ucap Joe yang menunjuk ke arah Tania dengan mata nya.
Bik Asni kemudian meletakkan piring yang berisikan dua buah sandwich itu di samping Tania, dan setelah itu ia pun berlalu kembali ke dapur.
"Habiskan makanan mu." Ucap Joe seraya melahap habis punya nya.
Tania menatap kesal. Raut wajah nya yang awal nya bersikap manja kini berubah menjadi manyun seolah tak suka dengan apa yang perintahkan Joe.
"Kenapa wajah mu kau buat jelek seperti itu? apa kau mau aku menyuruh Bik Asni membuatkan dua lagi untukmu." Ucap Joe yang menyadari perubahan raut wajah Tania saat ia memaksanya menghabiskan semua nya.
Apa!! dua lagi, tidak.....
Tania kemudian kembali merubah raut wajah nya menjadi ceria seolah-olah ia begitu senang serta menikmati apa yang ada di hadapan nya kini.
Sedangkan Joe tergelak tanpa suara saat melihat tingkah lucu Tania.
"*Kau tampak begitu menggemaskan jika seperti itu, hahahahaha
**BERSAMBUNG***