
"Ekhm, cewe baru ni Bos?" Celoteh Bayu saat menatap kepergian Angeline.
"Bukan," Sahut Joe singkat.
"Ah yang benar? Cantik gitu," Bayu masih tidak percaya.
"Cantik, memang. Tapi aku tidak suka padanya." Ucap Joe sembari terus memperhatikan laptop nya.
"Bening gitu Bos, biasa nya langsung sikat. Kok hari ini terlihat beda? Nggak seperti Tuan Joenathan Alexandre yang biasanya, ada apakah gerangan?" Bayu mencoba menelisik. Karena sikap Joe yang sekarang tidak seperti biasanya.
Namun Joe hanya diam tanpa menunjukkan ekspresi apapun sekarang. Sehingga sangat sulit baginya untuk menerka tentang apa yang di pikirkan Joe saat ini.
Joe dan Bayu adalah teman sejak duduk di bangku SMA. Ia memahami betul akan sifat Joe yang tidak bisa menahan diri jika itu menyangkut dengan wanita cantik dan seksi. Karena dari dulu dia sudah dikenal sebagai Playboy yang suka gonta-ganti pasangan. Namun kali ini berbeda, Joe sama sekali tidak melirik kearah Angeline yang ada disana. Bahkan sikap nya juga terkesan dingin padanya. Sehingga membuat Bayu merasa ada sesuatu yang aneh saat ini.
"Kau sehat kan Joe?" Bayu meletakkan tangan nya diatas kening Joe. Berusaha memastikan apakah sahabat nya itu sehat atau tidak.
"Apaan sih! Jauhkan tangan mu," Joe menatap dingin kearah Bayu. Sehingga membuat Bayu takut dan segera menjauhkan tangan nya dari kening Joe.
"Santai mas bro, aku cuma lagi ngecek suhu tubuhmu saja. Apakah kau sehat saat ini." Ucap Bayu sembari duduk di samping nya.
"Aku memanggilmu kesini buka untuk itu. Tapi untuk membahas bagaiman soal kerjasama kita dengan perusahaan SP." Ucap Joe menatap serius.
Kini mereka pun duduk bersama mendiskusikan bagaimana kelanjutan kerjasama nya dengan perusahaan SP.
Tanpa terasa kini jarum jam menunjukkan angka 12:15. Menandakan waktunya makan siang telah tiba. Para karyawan kantor terlihat sibuk mengemasi barang mereka agar bisa segera keluar untuk makan siang.
Begitu juga dengan Tania. Didalam ruangan nya kini ia tengah sibuk membereskan dokumen-dokumen yang telah selesai di kerjakan. Lalu setelah itu dengan segera ia berjalan keluar untuk menemui Miska yang sedari telah menunggunya di luar kantor.
"Hai Mis, udah lama nunggu?" Sapa Tania begitu melihat Miska yang tengah duduk di atas sepeda motornya.
"Enggak kok, aku juga baru nyampe kesini." Sahut Miska "Kita jadikan makan siang ke Cafe yang kamu maksud?" Ucapnya lagi.
"Jadi dong, yuk jalan." Tania pun kemudia duduk di jok belakang motor milik Miska.
Hari ini mereka berencana menghabiskan waktu makan siang di Cafe dimana Tania dulu bekerja. Karena jarak Cafe dan kantor tak begitu jauh, maka tak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba disana.
"Ini tempat nya?" Tanya Miska begitu tiba disana.
"Iya, yuk masuk! Aku yakin kamu pasti bakalan suka mampir kesini," Ucap Tania.
Sehingga kini merekapun melangkah masuk bersama.
"Selamat siang, silahkan masuk dan memesan makanan yang anda suka." Sambut Siti seraya membuka pintu Cafe saat melihat ada pelanggan yang datang.
"Hai Siti, apa kabar." Sapa Tania begitu melihat Siti yang tengah bertugas membukakan pintu untuk mereka.
"Mbak Tania!!" Siti tersenyum ramah. "Wah, Mbak sekarang makin cantik ya," Pujinya seraya memperhatikan penampilan Tania.
"Haha, kamu bisa aja Ti." Tania tak bisa menahan gelak nya saat mendengar pujian dari Siti.
"Beneran loh Mbak, oya silahkan duduk dimana Mbak suka." Siti mempersilahkan Tania untuk memilih tempat nya. Lalu ia juga berjalan mengikuti Tania setelah sebelumnya menyerahkan tugas menyambut para tamu kepada rekan kerja yang lainnya.
Tania memilih duduk lesehan. Dimana disamping itu di desain dengan nuansa alam terbuka. Sehingga membuat suasana disana menjadi lebih santai.
"Mbak Tania sama teman nya mau pesan apa?" Siti mulai melayani.
"Apa ya? Hmm, aku pesan ini sama ini ya." Ucap Tania seraya menunjuk kearah buku menu yang dilihat nya.
"Kamu pesan apa Mis?" Tanya Tania seraya menggeser buku menu kearah Miska.
"Hmm, aku makan ini sama minum nya ini ya Mba," Ucap Miska.
Siti pun menuliskan makanan serta minuman yang mereka inginkan diatas secarik kertas. Lalu ia segera pamit pergi dari sana dan berjalan kearah dapur untuk menyerahkan daftar pesanan kepada Roy untuk segera di buatkan.
Sementara itu.
"Nia, kamu sering datang kesini ya?" Tanya Miska. Ia merasa penasaran saat melihat keakraban Tania dan Siti tadi.
"Dulu aku pernah jadi koki disini," Ujar Tania santai.
"Boleh, tapi ntar kapan-kapan ya." Sahut Tania.
"Beneran ya," Harap Miska.
"Iya," Tania mengangguk.
Kini mereka pun berbincang-bincang sembari menunggu makan siang tiba.
Setelah beberapa waktu menunggu. Akhirnya makanan yang mereka pesan tiba. Terlihat seorang pria datang menghampiri mereka dengan membawakan menu yang mereka pesan. Dengan masih memakai setelan koki nya kini Roy telah tiba dihadapan mereka.
"Kak Roy," Seketika Tania mengembangkan senyumnya saat melihat Roy menghampiri mereka. Ditambah lagi saat ini Roy sendiri yang melayani mereka sehingga membuat Tania menjadi sedikit sungkan.
"Hai Tania, apa kabar." Sapa Roy. Ia kemudian menata pesanan mereka diatas meja.
"Baik kak," Ucap Tani. "Kakak sendiri bagaimana kabarnya?" Tanya nya kembali.
"Yah, seperti yang kamu lihat. Aku sehat wal-afiat, hehe" Ucap Roy sembari melebarkan senyum nya.
"Yaya, Oya kak kenalin nih teman aku Miska." Ucapnya seraya memperkenalkan Miska kepada Roy.
"Hai Miska, aku Roy." Roy tersenyum sembari mengulurkan tangan nya.
"Miska," Miska pun membalas uluran tangan Roy sehingga kini mereka saling berjabat tangan.
"Baru beberapa hari nggak ketemu kamu jadi semakin cantik ya," Goda Roy.
Seketika Tania membelalak kan matanya saat mendengar pujian Roy.
"Kak Roy, apaan sih!" Serunya.
Sementara Roy tergelak di tempatnya.
"Beneran tau," Goda Roy lagi.
"Ekhm-ekhm," Miska pura-pura terbatuk. Lalu sesaat kemudian ia tersenyum melihat kearah keduanya.
"Kenapa Mis? Tenggorokan mu gatal? Nih minum," Ucap Tania seraya menyodorkan botol air mineral yang ada disana.
"Enggak kok, hehe." Senyum Miska.
"Ya sudah, kalau gitu kalian nikmatilah makanan nya. Aku pamit undur diri dulu ya karena masih banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan." Ucap Roy.
"Baik kak, terima kasih ya karena sudah mau repot-repot ngelayani kita secara langsung." Balas Tania.
"Iya nggak apa-apa. Ya sudah aku balik kerja dulu ya."
Roy kemudian pergi dari sana. Ia berjalan kembali menuju kearah dapur untuk melanjutkan kembali pekerjaan nya.
"Eh Nia, koki yang tadi itu tampan ya. Udah gitu baik lagi, kayak nya nih ya. Dia itu naksir loh sama kamu." Ucap Miska. Dari pengamatan nya ia dapat melihat jika Roy menaruh hati kepada Tania.
"Kamu ngawur ah, mana mungkin kak Roy naksir aku." Tania menggelengkan kepala.
"Aku serius loh Nia, jika tidak mana mungkin dia mau repot-repot mengantarkan langsung pesanan kita." Ucap Miska lagi.
"Itu karena kami sudah berteman begitu lama. Bahkan aku sudah menganggapnya seperti kakak ku sendiri. Maka dari itu hubungan kami terlihat begitu akrab." Jelas Tania. "Ya sudah, yuk makan. Ntar keburu habis loh jam makan siang kita." Ujar nya lagi.
"Hmm, ya sudahlah."
Kini merekapun mulai menyantap makan siang mereka disana.
Sementara itu di gedung perusahaan.
Terlihat Angeline yang tengah duduk diatas sebuah sofa yang ada di lobi kantor. Saat ia melihat sosok Joe yang berjalan keluar. Dengan segera ia bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Joe disana.
"Hai Joe, mari kita makan siang bersama." Ucapnya seraya meraih mesra tangan Joe. Namun Joe tak menjawab, ia hanya memasang wajah dingin seraya terus berjalan. Tapi Angeline tak putus asa, meskipun Joe tak merespon kata-katanya namun ia juga tak menolak kan. Maka dari itu dengan perasaan tidak tau malunya ia terus menggandeng tangan Joe dan mengikutinya kemana pun ia pergi.
BERSAMBUNG