CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 101


 Joe dengan bangga tersenyum seraya menggendong tubuh Tania. Setelah memprovokasi Bayu agar meniduri Wulan, kini ia pun masuk kedalam hotel.


Sementara itu, Bayu yang masih berdiri di depan mobil menatap terlihat menatap kesal kearah Joe.


“ Dasar joe sialan!” Maki nya. “ Dia pikir semua pria itu sama sepertinya yang hanya memikirkan tentang ************ apa!” sungut nya lagi.


Lalu kini dengan hati-hati Bayu membawa tubuh Wulan masuk kedalam hotel.


Sementara itu.


Joe, kini telah tiba didepan pintu kamar nya. Di buka nya pintu kamar nya dengan sebelah tangan nya. Lalu kini ia masuk kedalam kamar sembari menutup kembali pintunya menggunakan kakinya. Pintu yang tertutup itu otomatis terkunci sendiri sekarang.


Joenathan, lantas membawa tubuh Tania kearah ranjang big size yang ada di kamar nya. Disana, ia menghempaskan tubuh Tania. Sehingga kini posisi tidur wanita itu terlihat sangat menggoda.


“ Joe,” Panggil nya lirih. “ Sini kau.” Ucap nya lagi dengan suara agak parau.


Joenathan yang awalnya telah berbalik dan berniat menuju kearah kamar mandi, kini kembali membalikkan badanya dan menoleh kearah Tania.


“ Joe! Apa kau tidak dengar!” seru Tania lagi. Namun, kini suaranya terdengar mulai mengencang.


“ Apa? Kenapa kau memanggilku?” Tanya Joe, mulai mendekat dan menekan ranjang nya dengan jemarinya.


“ Malam ini aku akan menghabisimu.” Lirih Tania.


Di raihnya pundak Joe dengan kedua tangan nya. Lalu kini, ia menekan kuat leher Joe agar tak bisa menghindari ciuman nya.


Cup!


Bibir Tania mulai melesat kuat mendarat di bibir Joe. Lalu kini dengan buas-nya ia menggerayangi seluruh permukaan lembut itu tanpa memberi Joe kesempatan untuk membalas nya.


Sial! Gadis ini, ternyata begitu ganas saat sedang mabuk seperti ini. Membuat sama sekali tak bisa mengimbanginya.


Gumam Joe.


Joe terus berusaha mengimbangi ciuman Tania. Namun, sayang nya hal itu tak bisa ia lakukan, karena saat ini Tania sangat menggila. Gadis itu dengan cepat dan rakus nya melancarkan aksinya, bahkan tak pernah memberi kesempatan sedikitpun untuk Joe mengambil alih permainan nya.


Ya Tuhan, apa dia berniat membunuhku. Aku hampir tak bisa bernafas kali ini karena nya.


Peluh, kini mulai terlihat mengalir di dahi Joe.


Beberapa menit kemudian.


“ Kau tak bisa mengimbangiku bukan? Ini baru permulaan.” Senyum Tania licik.


Alkohol itu benar-benar membuat keberanian nya meningkat sepuluh kali lipat sekarang.


Sementara itu Joe terlihat mengatur nafas nya yang hampir habis karena ciuman panas Tania. Ia terlihat berdiri di tepi ranjang, sedangkan Tania dengan posisi duduk diatas ranjang ia menatap kearah Joe tajam, seraya menggigit kecil jarinya.


“ Permulaan? Apa sebenarnya yang kau inginkan? Apa kau ingin membunuhku dengan ciuman mu itu?” Tanya Joe yang kini kembali merasa lega setelah pernfasan-nya kembali normal.


Tania tak menjawab, ia hanya tersenyum simpul saat mendengar ucapan Joe. Lalu kini, dengan setengah berdiri ia menarik jas yang masih melekat di tubuh Joe, sehingga membuat pria itu jatuh diatasnya.


“ Hmm, kau ingin bermain-main denganku ternyata.” Lirih Joe sembari menatap kearah Tania dari ujung dagunya.


“ Malam ini aku akan membalaskan dendamku terhadapmu. Akan ku buat kau bertekuk lutut dan memohon ampun kepadaku.” Kata Tania.


Di balikkan nya tubuh nya, sehingga kini Joe berada di bawah nya. Lalu kini dengan cepatnya ia mulai membuka satu persatu apa yang melekat di tubuh Joe.


“ Tania, kau tau apa yang sedang kau lakukan sekarang? Lihat aku dan pandang aku sekarang.” Di tengah aksi Tania melucuti pakaian nya, kini Joe memegang erat kedua bahu Tania.


“ Ya, aku tau, kau suamiku. Tuan Joenathan Alexandre yang terhormat, lelaki yang belakangan ini selalu menyiksaku sepanjang malam. Malam ini aku aku akan membalaskan dendam ku, membuat mu bertekuk lutut dan memohon ampun terhadapku.” Ucap Tania di bawah alam sadar nya.


“ Haha, baiklah, aku juga mau lihat sampai dimana kegigihan mu ingin melawanku.” Ucap Joe.


Di tariknya tubuh Tania dan menghempaskan nya di sebelah nya. Lalu kini, ia melucuti seluruh pakaian yang di kenakan Tania dan melemparnya ke sembarang tempat disusul pakaian nya juga.


Sementara itu didalam kamar Bayu.


“ Lumayan berat juga tubuh gadis ini.” Lirih Bayu sembari membaringkan Wulan diatas ranjang nya.


Diletakkan nya pelan-pelan agar gadis itu tidak terjaga.


“ Hufft! Akhirnya aku membaringkan nya juga.” Ucap Bayu. “ Gadis ini, jika di sedang tertidur seperti ini terlihat jauh lebih cantik dari sebelumnya.” Kata nya kemudian.


Di tatapnya wajah Wulan agak lama sekitar lima menit lebih, lalu kemudian ia tersadar.


“ Ah! Sedang apa aku, kenapa aku menatapnya hingga seperti itu?” Tanya nya pada diri sendiri. “ Tapi, jika sedang tidur seperti ini wajah nya sungguh manis sekali, membuatku tak ingin mengalihkan pandanganku.” Lirihnya lagi.


Lalu kini entah mengapa, pandangan matanya tiba-tiba saja turun kebawah. Kearah dada-nya yang membusung, menampakkan belahan nya. Bayu menelan ludahnya karena itu, ukuran dada Wulan yang terbilang cukup besar membuat Bayu hampir kehilangan kendalinya.


Perlahan, ia mulai mengarahkan tangan nya kearah sana, ingin sekali menyentuhnya dan merasakan nya. Namun, sesaat kemudian ketika tangan itu hampir menyentuh dada Wulan. seketika ia tersadar,


“ Sial! Hampir saja aku terpengaruh karena nya.” Umpat nya untuk diri sendiri.


Tak ingin berlama-lama berada disana, Bayu kini bangkit dari duduknya. Lalu saat ia mulai melangkah dan ingin meninggalkan Wulan disana. Tiba-tiba saja tangan nya di tarik sehingga kini ia kembali menghentikan langkah nya.


Dilihatnya kearah gadis itu, disana Wulan masih memejamkan mata.


“ Gadis ini, dalam tidur saja ia berani menarik tangan ku seperti ini. Apa jangan-jangan itu semua karena ia sama sekali tak ingin jauh dariku?” Tanya Bayu pada diri sendiri.


Bayu, kemudian berusaha melepas tangan Wulan yang melingkar di tangan nya. Namun tak disangka, gadis tersebut kini malah berbicara tanpa membuka mata.


“ Dasar, Bayu sialan! Jika saja aku tidak memikirkan gajiku yang sangat besar saat ini, maka aku tak akan rela menjadi sekretaris GM berengsek sepertimu!” Umpa Wulan dalam tidurnya.


Membuat Bayu mendelikkan matanya.


“ Oh, jadi kau berniat meninggalkan posisimu menjadi sekretaris pribadiku ya.” Kata Bayu.


“ Dasar! Pria sialan! Gara-gara kau, aku hampir saja kehilangan ciuman pertamaku. Lihat saja, jika ada kesempatan aku akan membalasmu dan membuatmu meminta maaf kepadaku!” Racau Wulan lagi dibawah alam sadar nya.


Mendengar kalimat itu membuat Bayu menyeringai. Bagaimana tidak, ternyata gadis ini begitu kesaal padanya hingga menyimpan dendam seperti itu. Bahkan lebih menariknya lagi adalah, kini ia tau jika itu adalah ciuman pertama nya. Membuat Bayu semakin tertarik dengan nya.


“ Karena waktu itu belum sempat, maka sekarang aku akan merelisasikan-nya. Dan aku juga ingin melihat, bagaimana reaksimu jika nanti kau tau jika aku telah mengambil ciuman pertamamu. Bahkan sekarang kau sedang


berada di ranjang ku.” Ucap nya.


Cup!


Segera Bayu mendaratkan ciuman nya lembut tepat mengenai sasaran. Di lumatnya bibir itu dengan sangat lembut, lalu setelah itu ciuman nya turun ke leher nya dan meninggalkan bekas disana.


“ Sekarang aku sudah mendapatkan nya, hahaha!” Gelak Bayu.


Kini ia membaringkan tubuhnya disana, tepat di sebelah Wulan. Memeluknya dan terlelap bersama dengan nya.


Malam itu Bayu dan Wulan tidur bersama dalam satu ranjang didalam kamar Bayu. Namun, Bayu sama sekali tak melakukan apa-apa terhadap Wulan. Hanya sebuah kecupan, sebagai pengingat jika ia adalah pria pertama yang


telah mendapatkan ciuman dari Wulan.


BERSAMBUNG


Jangan lupa vote nya ya kakak, agar bisa naik rangking novel nya. Terimakasih🙏