
" Auww.!! " seru tania saat merasakan sakit di bagian lidah nya.
joe kemudian menghentikan ciuman nya dan kini ia duduk di atas ranjang dengan menyilakan kedua kaki nya.
" hahaha," gelak joe yang membuat tania memicing kan mata nya menatap kesal ke arah suami nya itu.
dia pasti sengaja.
" kenapa? kau marah?" ujar joe seraya menaikkan sebelah alis nya yang sempurna itu.
" kau brengsek..!!" ucap tania kesal
" apa.!! kau masih berani dengan ku." joe kini memasang tatapan jahat nya.
" aaaaa... bisa gila aku jika harus terus seperti ini, baru saja dia begitu lembut terhadap ku serta dengan begitu lembut nya ia meminta maaf kepada ku tadi namun sekarang dengan hanya hitungan menit saja sifat kasar nya kembali lagi.
gumam tania.
tania hanya diam tanpa mau menjawab sembari memalingkan wajah nya menatap ke arah jendela yang ada di kamar tersebut.
" kau tau? wajah mu itu sangat begitu menggemaskan jika kau sedang kesal seperti ini." ucap joe seraya kembali mendekatkan wajah nya ke arah tania.
" joe, bukankah kamu sudah berjanji padaku tidak akan menyentuh ku sampai haid ku selesai." protes tania seraya menjauh dari joe.
jonathan tak menjawab akan protes dari istri nya itu. kini ia malah tersenyum licik menatap ke arah tania yang kini sengaja menjauh dari nya.
" apa kamu membohongi ku joe," ujar tania lagi saat melihat tak ada respon dari suami nya.
" aku memang berjanji tidak memaksa mu, tapi aku tidak pernah berjanji untuk tidak mencium mu." ujar nya menatap tajam ke arah tania sembari tersenyum tipis.
tania, aku tidak bisa jika tidak mencium mu saat kita bersama.
gumam joe.
joe kemudian merebahkan tubuh nya di atas ranjang. ia kemudian membentangkan tangan nya sembari melirik ke arah tania dan seolah memberikan isyarat kepada nya agar tania ikut berbaring bersama nya dan menyandarkan kepala nya di bahu bidang milik nya.
ada apa lagi sekarang, kenapa ia memainkan mata nya begitu. apa dia memberi ku isyarat melalui mata nya, tapi apa itu? aku sungguh tak mengerti.
gumam tania yang masih duduk di tempat nya. ia kini menatap bingung ke arah joe karena tak mengerti apa yang sebenar nya di inginkan oleh suami nya itu.
" apa kau bodoh? kenapa kau masih duduk disitu?" ucap joe ketus sembari menatap tajam ke arah tania.
tania semakin bingung dengan apa yang di ucapkan joe saat ini kepada nya. fikiran nya belum terbuka untuk bisa mengerti apa yang di ucapkan serta di isyarat kan suami nya dari tadi.
dasar mesum, seenak nya saja di mengatakan aku bodoh.
gumam tania.
" kenapa kau masih disitu, apa otak mu belum bisa mencerna apa yang aku katakan sedari tadi?" ketus joe.
gumam nya seraya menatap kesal.
ia tidak berani mengatakan nya langsung karena takut akan membuat emosi joe meningkat. karena untuk saat ini saja emosi nya tidak stabil, cepat turun dan juga bahkan cepat sekali naik nya.
joe yang tak sabar dengan pergerakan tania yang masih menetap di posisi nya akhir nya bangkit dari tidur nya dan menarik secara kasar tangan tania hingga kini ia terjatuh dalam pelukan nya.
" joe..!! kau menyakiti ku," erang tania yang merasakan sakit di pergelangan tangan nya.
" itu karena kau yang terlalu bodoh, tak bisa mencerna perkataan ku dengan cepat." ucap nya.
" tidur lah sebentar disini karena aku sedang merindukan mu," ujar joe seraya memeluk tania dengan lembut.
" kau tidak usah takut, aku hanya akan memeluk mu saja tidak lebih." ujar joe lagi yang seolah - olah tahu kalau tania sedang memikirkan hal itu.
seperti nya dia pembaca pikiran yang hebat, dia selalu berhasil membaca pikiran ku hanya dengan menatap ku. tapi barusan dia bilang merindukan ku, kasian joe.
tania akhir nya pasrah dan menuruti keinginan suami nya itu. ia kini tidur dengan ber bantal kan lengan joe seraya memeluk nya.
joe mendekap tubuh istri nya dengan hangat, ia mulai memejam kan mata nya. berusaha menetralisir emosi serta gairah yang menggebu di dlam jiwa nya.
" glurrk "
itu suara dari perut tania.
" sial..!! kenapa suara perut ku bisa berbunyi seperti ini saat sedang dekat dengan nya. aaaaa... ini membuat ku malu. mudah - mudahan saja dia tidak menyadari nya.
gumam tania dan kini pipinya mulai memerah menahan malu.
" perut mu berbunyi, apa kau belum makan?" ucap joe seraya membuka kembali mata nya.
tania tersentak.
apa..!! dia menyadari nya.
" eng.. enggak kok, mungkin kamu salah dengar." sanggah tania yang tak mau joe mengetahui kalau itu memang suara perut nya.
" nggak usah bohong, aku yakin kalau itu suara perut mu." ujar joe seraya melepaskan pelukan nya.
" bukan.." sanggah tania lagi
joe kemudian bangkit dari ranjang. ia sekarang berdiri dengan menatap tania yang masih berbaring di ranjang nya.
" bangun lah dan pakai lah baju mu, kita akan keluar untuk makan malam." ucap joe lembut.
setelah itu joe pun berjalan melangkah menuju ke arah kamar mandi. ia membuka pintu nya dan kemudian masuk kedalam nya dan tak lupa menutup nya kembali.