CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 61


jonathan menggandeng mesra tangan tania dan kemudian mereka pun memasuki kamar hotel dimana pesta pernikahan mereka di selenggarakan.


tania berjalan perlahan menuju ranjang nya seraya mengangkat juntaian panjang gaun pernikahan nya sedangkan sepatu nya kini sudah ada di tangan joe yang senantiasa menenteng nya saat berjalan memasuki kamar hotel.


tania telah duduk di atas ranjang dengan gaun nya yang menjuntai ke bawah sedangkan jonathan berjalan perlahan menuju ke arah tania dengan tersenyum lebar.


hati nya sangat senang karena sekarang ia dan tania sudah sah menjadi sepasang suami istri. senyum nya sangat lebar dengan tatapan buas seperti hendak menerkam sehingga membuat bulu kuduk tania jadi merinding.


kenapa aku jadi takut ya melihat tatapan dan senyum lebar nya yang seperti itu..


batin tania.


" joe.. ada apa dengan mu? kenapa kamu tersenyum seperti itu?" tanya tania seolah keberatan dengan senyum suami nya.


" apa kau mengeluh tentang senyum ku? bukankah aku sangat tampan jika sedang tersenyum seperti ini." ucap joe yang membuat tania semakin merinding.


tampan sih iya..


cuma kok aku jadi ngeri sendiri ya melihat nya.. aaaa.... tania.. ada apa dengan mu.


jonathan menatap lekat - lekat mata tania sehingga membuat tania jadi salah tingkah.


"joe.. kenapa sekarang kamu menatap ku seperti itu?" protes tania yang semakin ngeri sendiri melihat tingkah joe malam itu.


" kenapa? apa aku juga tidak boleh menatap wajah istri ku yang cantik ini?" ucap nya semakin mendekat.


tania terdiam ia tak bisa berkata apa - apa karena memang sudah jelas apa yang di katakan joe bahwa mereka sekarang sudah sah menjadi sepasang suami istri.


jonathan semakin mendekat ke arah tania yang membuat tania semakin gugup di buat nya.


deg...


oh tuhan.. ada apa dengan ku kenapa aku jadi semakin gugup begini berhadapan dengan nya, bukankah kami sudah menikah tapi kenapa aku jadi semakin takut saat dia mendekati ku..


jonathan semakin mendekat, bibir nya kini hampir menyentuh bibir tania namun dengan cepat tania berdiri dari duduk nya.


ini pertama kali nya ciuman nya gagal mendarat di bibir tania.


" sa..sayang.. maaf aku mau ke kamar mandi." ucap tania gugup.


jonathan tampak kesal ia lantas menarik tangan tania hingga ia terjatuh dalam pelukan nya sekarang.


" apa kamu mau lari dariku?" ucap jonathan seraya medekap erat tubuh tania.


keringat tania mengucur deras mengalir hingga menetes ke leher serta turun ke payudara nya, itu karena gaun yang di pakai nya terbuka di bagian atas hingga belahan payudara tania terlihat dari luar.


kini joe tak dapat menahan nya lagi, ia mulai melancarkan serangan nya dengan mencium leher istri nya dengan lembut.


tubuh tania mulai gemetar, ia semakin takut tak dapat membayang kan apa yang akan terjadi berikut nya hingga pada suatu ketika.


tok tok tok


suara ketukan pintu dari luar.


namun jonathan tak menggubris nya, ia tetap fokus terhadap serangan nya.


tok tok tok


ketukan pintu kembali terdengar dan kali ini lebih sering hingga membuat konsentrasi jonathan sedikit buyar dan kesempatan ini di gunakan tania untuk segera mendorong tubuh jonathan menjauh dari nya.


" buka dulu pintu nya mungkin penting .." ucap tania seraya berdiri.


jonathan tak menjawab, wajah nya mulai memerah karena menahan kesal, ia menatap tajam ke arah tania.


" yasudah aku yang buka ya." ucap tania yang langsung berlalu tanpa mau mendengar persetujuan terlebih dahulu dari jonathan.


iya pun langsung menuju ke arah pintu dan membuka pintu nya, saat tania membuka pintu kamar nya ternyata mama joe yang sedang berada di depan pintu.


" mama.." ucap tania tersenyum.


" hai tania.. boleh mama masuk?" ucap mama yang berdiri di luar kamar.


" oh.. boleh kok ma silahkan.." tania mempersilahkan ibu mertua nya itu masuk kedalam kamar mereka.


" untung saja mama datang kalau tidak bisa habis aku tadi, terima kasih ma..


batin tania.


mama melangkah masuk kedalam kamar, dilihat nya jonathan yang sedang duduk di atas ranjang dengan wajah yang memerah akibat menahan kekesalan nya.


" joe.. kenapa kamu?" tanya mama mengernyitkan mata.


jonathan tidak menjawab, mata nya menatap tajam ke arah sang mama dengan tatapan tak senang.


" joe.. kenapa kamu terlihat muram sekali, bukankah seharus nya malam ini kamu sangat bahagia dan memeluk mama mu ini nak.." mama yang masih tidak peka dengan situasi hati putra nya itu menatap aneh ke arah joe.


bersambung