CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB74


malam ini mereka makan malam di restoran yang ada di hotel tempat joe dan tania menginap. joe tampak begitu tampan dengan kemeja yang di pakai nya sementara itu tania juga tampak begitu cantik dengan dress sederhana berwarna pink selutut yang di kenakan nya.


malam itu banyak sekali tamu yang datang ke restoran hotel bintang lima yang mereka datangi itu dan tania tampak tak begitu nyaman dengan keramaian yang ada disana. bagaimana tidak itu semua joe yang begitu menyita perhatian para tamu yang hadir.


tak sedikit dari mereka yang sedari tadi terus mendatangi meja joe dan juga tania. itu semua hanya untuk bisa berbicara dan mencari perhatian dari joe. tania tampak risih dengan orang - orang sedari tadi berlalu lalang menghampiri meja mereka dengan silih berganti.


" joe, bisakah kita pindah tempat?" ujar tania yang tak nyaman dengan suasana yang begitu ramai apalagi disana pengujung nya tamu - tamu kelas atas semua dan banyak sekali dari mereka yang sedari mencoba mencari perhatian jonathan.


" untuk apa? bukankah kita sudah memesan makanan?" ucap joe


" ya, mungkin kamu bisa menyuruh pelayan membungkus saja makanan kita dan kita makan di dalam kamar hotel saja." ujar tania berharap joe akan setuju dengan ide nya.


" ada apa dengan mu? kenapa kau tiba - tiba berubah fikiran seperti ini?" ucap joe sembari menatap tajam wajah tania.


" sejujur nya aku tidak nyaman disini." jawab tania


" kenapa? perasaan tadi kau baik - baik saja saat kita datang kesini, kenapa baru sekarang kau mengeluh tidak nyaman?" tanya joe mengerutkan dahi nya.


" itu karena kamu yang begitu mencuri perhatian para tamu - tamu yang hadir disini, dan sedari tadi banyak sekali orang yang datang menghampiri mu dan itu membuat ku tak nyaman berada disini." ujar tania menjelaskan.


" hahahha " joe tergelak dalam duduk nya hingga membuat kedua bola mata nya tertutupi oleh senyum di wajah nya.


" kenapa tertawa?" tanya tania yang heran dengan tingkah joe.


" itu semua karena kau." ujar joe seraya menunjuk hidung tania lembut.


" apaan sih, emang nya ada yang lucu." tania mulai cemberut saat joe menunjuk hidung nya.


" apa kau cemburu melihat mereka mendekati ku?" ucap joe dengan nada menggoda.


tania memalingkan muka saat mendengar kalimat itu.


apaan si, siapa juga yang cemburu.


gumam nya.


" kenapa diam? berarti perkataan ku tadi benar kan, haha." tambah joe lagi yang di susul gelak tawa nya.


" enggak kok, aku tuh.." tania.


" hai jo..!!" sapa seseorang dari belakang sehingga membuat tania tak bisa menghabiskan kalimat yang ingin di ucapkan nya.


joe menoleh kan wajah nya kepada sosok yang kini menyentuh bahu nya dari belakang.


" jasmine " ucap joe dengan wajah terkejut.


" joe, aku merindukan mu." tutur jasmine sembari memeluk tubuh joe yang sedang duduk dari samping.


jasmine kemudian melepaskan pelukan nya saat joe mulai menggerakkan badan nya untuk berdiri.


" joe, apa kabar mu?" ucap jasmine sembari menatap joe yang kini berdiri di hadapan nya.


" seperti yang kau lihat, aku baik - baik saja." jawab joe singkat


" kau makin tampan joe," ucap jasmine sembari memegangi pipi joe yang mulus.


ia tak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan kedekatan nya dengan jonathan.


" ehm.." ucap tania yang masih duduk di kursi nya yang membuat jasmine menurun kan tangan nya dan kini melirik ke arah nya.


" joe, dia siapa?" tanya jasmine mengerutkan dahi nya sembari menatap tania yang tengah duduk di kursi nya.


" jasmine, perkenalkan dia tania istri ku, dan kau tania perkenalkan ini jasmine teman ku." ucap joe yang memperkenalkan kedua nya.


" hmm, ternyata benar isu di luar kalau joe sudah menikah dengan seorang gadis biasa. huh, lihat saja penampilan nya sungguh tak pantas ia duduk bersama joe sekarang.


gumam jasmine sembari memperhatikan penampilan tania dari ujung kepala hingga ujung kaki. ia tampak tak begitu senang ketika melihat tania yang kini duduk disana.


" hai jasmine," sapa tania berusaha ramah sembari melambaikan tangan nya kepada jasmine yang masih berdiri di samping suami nya.


" hai.." jasmine membalas sapaan tania kepada nya dan juga ikut melambaikan tangan nya ke arah tania.


di sela - sela pembicaraan mereka kemudia d pelayan datang dengan mendorong kereta yang membawa makanan pesanan joe dan tania.


" permisi, tuan dan nyonya makanan sudah sampai. mohon maaf sebelum nya izinkan saya menyusun makanan nya di atas meja tuan dan juga nyonya." ucap sang pelayan ramah.


" silahkan." jawab joe tegas.


sang pelayan itupun kemudian menyajikan makanan dan minuman yang ia bawa dengan kereta dorong dan setelah selesai menghidangkan semua nya ia pun kemudian pergi dari tempat itu.


" wah joe, ternyata kalian sudah pesan makanan ya," ucap jasmine berbasa - basi.


" ya, kami sudah memesan nya sedari tadi." jawab joe.


" ya sudah aku pergi dulu ya cari meja lain kan nggak enak juga nih gangguin dinner kalian." ujar jasmine sembari menatap sekitar


" tapi joe, kelihatan nya malam ini banyak sekali tamu di hotel ini dan seperti nya disini tidak ada tempat lagi bagi ku." ucap jasmine sembari menunjukkan wajah keputus asaan nya.


" yasudah, duduk lah disini dan pesan makanan mu." ucap joe tanpa memikirkan perasaan tania yang duduk di hadapan nya.


jasmine pun kemudian langsung mengambil posisi duduk tepat di sebelah jonathan tanpa menunggu aba - aba lagi karena sedari tadi itulah yang di inginkan nya.