
Setelah kepergian Tania. Kini Joe kembali fokus mengerjakan tugasnya. Namun saat ia tengah menguras tenaga untuk berkonsentrasi dalam pekerjaan nya. Tiba-tiba saja ponselnya berdering.
Dengan wajah kesal ia lalu meraih ponselnya yang ada didalam saku jas nya.
"Hallo Ma, ada apa?" Ketus Joe.
"Joe, kapan kamu pulang nak?" Tanya Mama disana.
"Hmm, nanti ya Ma. Sekarang Joe lagi sibuk." Ucap nya tak ngin berlama-lama.
"Joe, Mama nggak mau tau. Pokok nya malam ini kamu segera pulang kerumah." Ucap Mama.
"Mama! Kenapa mesti malam ini sih! Mama kan tau Joe sibuk. Banyak tugas kantor yang harus Joe selesaikan." Ucap Joe kesal.
"Pokok nya Mama nggak mau tau! Malam ini kamu harus segera pulang karena Mama ingin mengenalkan mu dengan anak teman Mama." Tegas sang Mama.
"Apa! Yang benar saja. Joe nggak mau!" Tolak Joe.
"Dengar Joe, ini perintah dari Mama. Meskipun kamu tidak mau, Mama tetap akan menjodohkan mu dengan anak teman Mama. Kecuali malam ini kamu pulang dengan membawa calon mantu untuk Mama." Ucap Mama.
"Oke, tapi Mama harus janji. Jika Joe sudah membawa pulang calon mantu untuk Mama. Mama harus berhenti menjodohkan Joe dengan anaknya teman Mama itu." Tegas Joe.
"Baiklah, Mama janji. Tapi ingat! Jika kamu tidak membawanya pulang bersamamu. Maka kamu harus menerima perjodohan ini." Tegas Mama.
"Okey.." Joe.
Setelah perdebatan yang terjadi dengan sang Mama. Kini Joe mulai bingung, bahkan hampir frustasi memikirkan siapa yang akan ia bawa pulang bersamanya. Mengingat jika selama ini ia tidak pernah serius menjalin hubungan dengan seorang wanita. Itu semua dikarenakan ia tahu, jika selama ini para wanita mendekatinya hanya karena harta serta ketenaran.
"Sial! Siapa juga yang harus aku bawa pulang nanti malam.
Gumam nya.
Sebenarnya sangat mudah baginya mengajak seorang wanita untuk pergi bersamanya. Tapi masalah nya, ini kerumah Mamanya dan memperkenalkan nya sebagai calon istrinya. Joe tidak ingin, jika nantinya wanita yang diajak nya itu mencuri kesempatan agar lebih dekat dengan nya dengan cara merayu Mamanya. Karena Joe ingin, jika pun nantinya ia menikah. Itu semua murni karena ia mencintai gadis itu dan begitu pula sebaliknya.
Ditengah-tengah kegundahan hatinya. Tiba-tiba saja sosok Tania muncul didalam benak nya.
"Hmm, Tania.. seperti nya dia gadis yang cocok untuk ku bawa pulang nanti malam.
Gumam nya
Kini ia mulai menyusun rencana agar bisa mengajak Tania pergi dengan nya.
.
.
.
Ketika sore hari menjelang. Para karyawan mulai terlihat sibuk berkemas serta merapikan berkas-berkas yang telah di kerjakan. Karena kini sudah waktu pulang. Begitupula dengan Tania yang kini sedang bersiap-siap untuk segera pulang.
"Hmm, akhirnya selesai juga. Waktunya pulang, yeaay!!" Seru Tania sembari mengambil tas sedang milik nya. Lalu dengan segera ia pun pergi meninggalkan ruangan nya.
Di perjalanan menyusuri lobi. Tanpa sengaja Tania melihat Miska yang sedang berjalan dengan Bayu. Sehingga kini ia pun berjalan menghampiri mereka.
" Hai Miska, Bayu!" Serunya dari belakang.
Bayu dan Miska kemudian menoleh ke belakang secara bersamaan.
"Cie, barengan niye.." Goda Tania.
"Apaan sih! Ini tuh cuma kebetulan aja kali." Ucap Miska sembari mengerutkan dahinya
"Iyakan aja kali Mis, toh kita emang lagi jalan bareng kan." Seru Bayu disamping nya.
"Iih.. ngarep! Jalan aja gih sama pacar loe" Timpal Miska.
"Pacar? Mana ada. Aku jomblo kali Mis." Seru Bayu.
"Emang yang kemarin udah putus? cepat amat," Ucap Miska dengan nada sedikit mengejek.
"Mana ada. Aku tuh cuma sayang sama kamu, jadi mana mungkin aku punya pacar sekarang." Sanggah Bayu.
Namun kini ucapan nya malah membuat wajah Miska mulai memerah.
"Hmm, seperti nya aku jadi nyamuk nih disini, yaudah deh aku jalan duluan ya. Da.." Melihat kedekatan mereka. Membuat Tania akhirnya pergi karena tak ingin mengganggu.
"Hehehe.. Tapi beneran loh. Aku itu udah dari dulu suka sama kamu." Ujar Bayu disertai senyum manis dari bibir nya.
"Iih.. Jangan mimpi!" Ucap Miska sembari menepuk pelan wajah Bayu. Lalu kemudian pergi meninggalkan nya.
Diluar kantor.
Terlihat sebuah mobil mewah berwarna hitam terparkir tepat di depan pintu keluar. Selama ini tak ada satupun karyawan yang berani memarkirkan mobilnya disana ataupun sembari lewat. Kecuali Joenathan Alexandre sang Presiden Direktur.
Melihat itu, Tania yang awalnya berjalan dengan sangat cepat. Tiba-tiba saja menghentikan langkah nya.
"Ngapain dia disana? Jangan bilang dia ingin aku pulang dengan nya sekarang. Jika memang benar, bagaimana ini. Aaa... Tania.. pura-pura tidak lihat saja deh.
Gumam nya.
Kini ia pun melangkah kan kakinya perlahan. Menatap fokus kedepan, seolah tak melihat jika ada sosok yang sedang menunggu nya disana.
"Nona, silahkan masuk kedalam. Tuan sudah sedari tadi menunggu ada disini." Ucap pak Min sembari membuka pintu mobil nya.
Deg..
"Tuh kan benar. Dia sengaja menjemputku disini.
"Maaf pak Min, tapi saya bisa pulang sendiri." Ujar Tania.
"Ini perintah. Maka Nona harus segera masuk kedalam." Pak Min terlihat serius.
Tak ingin jika ada karyawan lain yang menyadari kehadiran Joe disana karena ingin menjemputnya. Tania akhirnya segera masuk kedalam mobil tersebut dan duduk di samping Joe.
"Tuan.. kenapa anda repot-repot menjemput saya. Apa ada pekerjaan yang perlu di bahas?" Tanya Tania lugas.
Sedangkan Joe tersenyum licik.
"Kau benar. Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku." Joe menatap serius.
"Melakukan sesuatu, apa itu?" Tania mengerutkan dahinya.
"Aku ingin malam ini kau ikut pulang dengan ku." Ujar Joe.
"Apa.!!" Sontak saja Tania terkejut mendengarnya. Belum lagi hilang di ingatan nya, dimana Joe pernah melecehkan nya saat ia dibawa ke Apartemen miliknya. Kini Joe kembali malah mengajak nya untuk pulang kerumah nya.
"Kenapa? Apa kau tidak mau?" Tanya Joe saat tak ada jawaban apapun dari Tania.
"Apa maksudnya. Apakah dia masih mengingat kejadian malam itu. Sehingga kini ia masih penasaran denganku.
Fikiran Tania mulai melayang entah kemana. Sehingga kimi tatapan nya juga mulai sinis kearah Joe. Namun sepertinya Joe menyadari itu, bahkan ia bisa menebak apa yang ada dalam benak gadis itu.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu. Apa saat ini kau berfikir jika aku sedang menginginkan mu. Heh, aku sudah tidak tertarik dengan mu. Saat ini aku hanya ingin kau berpura-pura menjadi pacarku." Ucap Joe.
"Apa! Baru saja dia bilang jika sudah tak tertarik lagi denganku. Lalu kini ia malah ingin aku berpura-pura menjadi pacarnya. Yang benar saja!
"Aku tidak mau, cari saja wanita lain," Tolak Tania tegas.
"Haha, apa kau yakin?" Seringai Joe seraya mendekat kearah nya.
"Tapi, setelah melihat ini kurasa kau akan berubah pikiran." Ucapnya lagi.
Joe kemudian mengambil sesuatu di dalam saku jas nya, yaitu berupa amplop berwarna coklat. Lalu setelah itu ia menyerahkan nya kepada Tania.
"Apa ini?" Tania penasaran
"Lihat saja," Jawab Joe singkat.
Tania kemudian membuka amplop tersebut. Lalu ia mengeluarkan isi didalam nya. Betapa terkejut nya dia, saat melihat beberapa foto wanita yang sangat mirip dengan nya sedang tertidur tanpa di baluti busana.
"Gila!!" Umpat nya. Ia pun kemudian merobek foto-foto tersebut.
"Percuma saja kau merobek nya. Aku masih punya banyak di ponsel ku." Ujar nya santai.
"Dasar berengsek!!" Maki Tania kembali.
"Hahahaha," Gelak Joe.
"Terserah kau mau bilang apa. Jika kau tak bersedia berpura-pura menjadi pacarku. Maka aku akan menyebar foto-fotomu itu di media sosial." Ucapnya lagi sembari menatap Tania dengan tatapan dingin.