CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 129


Di luar sana, terlihat begitu banyak air yang jatuh dari langit membasahi bumi. Hujan turun dengan begitu deras nya dari menjelang magrib hingga malam kini yang sudah menunjuk pukul 21:25 WIB.


Terlihat disana Joe sedang berbaring di pembaringan empuk miliknya. Senyum nya terlihat begitu merekah membayangkan Tania yang sedang berganti baju dengan lingerie pilihan nya. Tadi siang sepulang nya dari restoran, Joe menelpon Wulan, menyuruhnya membelikan lingeri untuk Tania.


Mendapat perintah seperti itu, Wulan dengan penuh semangat langsung meluncur ke pusat perbelanjaan terbesar di kota nya. Membeli lingerie dengan bahan terbagus dan juga termahal tentunya. Sebuah Toko dengan Brand ternama Wulan masuki, dan disana ia melihat cukup banyak pakaian malam yang begitu seksi.


Wulan memilih beberapa, membayarnya dengan kartu yang di berikan Bayu padanya. Di bayangkan nya bagaimana Tania memakai lingerie seksi pilihan nya, sungguh ia tak dapat menahan senyum nya. Berfantasi dengan fikiran nya sendiri sekarang.


Ting!


Sebuah pesan masuk.


Selamat menikmati peranmu sebagai seorang istri. Semoga malam ini kalian bisa menghasilkan Joe junior nantinya.


Pesan itu datang nya dari Wulan, dengan emot ciuman di ujung nya.


“Wulan!” kecam Tania.


Di lempar nya pakaian-pakaian yang di berikan Joe padanya dengan wajah kesal.


“Sungguh aku sama sekali tidak menyangka. Ternyata Wulan bisa mempunyai selera seperti ini juga.” Tania


menggeleng pelan, tak habis fikir dengan sahabat nya. “Haruskah aku memakai pakaian ini sekarang. Aaaarrgghh!” tak berani menyentuh sama sekali lingerie yang ia lempar diatas sofa sekarang.


Tania kemudian duduk di sofa tepat di samping lingerie yang di lempar nya tadi. Di topang nya kepalanya dengan


sebelah tangan nya, lalu kini beberapa saat kemudian Tania melirik kearah lingerie itu.


Di hembuskan nya nafas nya perlahan, lalu kini dengan terpaksa Tania mengambil nya, dan memakai nya.


Dua buah tali yang berukuran kecil kini telah melingkar di bahunya, sementara satu lagi terlihat melilit bagian belakang menyangga kain penutup bagian depan. Terpampang lah sudah seluruh punggung Tania sekarang, sementara bagian depan kain tipis itu hanya menutupi setengah dari payudara nya saja.


Belum lagi cd yang di pakai nya hanya menutupi bagian v depan nya saja. Sementara bagian belakang, semuanya


terpapar indah disana.


“Aaaaa… Wulan! dasar si otak mesum!” umpat Tania. “Bisa-bisa nya dia membeli pakaian-pakaian yang seperti ini. Benar-benar Wulan otak mesum!” gerutu nya lagi.


Tania kini berdiri di depan kaca menyaksikan bagaimana penampilan nya kini disana. Memperhatikan dirinya sendiri dari atas hingga ujung kaki.


“Apa ini bisa di sebut baju? Tidak ada yang tertutupi, semua nya terlihat dengan begitu jelas.” Memandangi dirinya


disana. “Hah, yasudah lah, sekali-kali mebuat Joe senang. Toh belakangan ini dia juga sudah menunjukkan kesetiaan nya padaku.” Lirih nya.


Perlahan, kini Tania mulai menggerakkan kaki nya, melangkah dari sana. Keluar dari ruang ganti baju. Dengan


rambut yang di biarkan tergerai, kaki jenjang putih mulus, dan juga pusar yang memerkan tubuh langsing nya.


Tania memantapkan dirinya, berjalan kearah tempat tidur mendekati Joe disana.


“Joe.” Panggil Tania.


Joe yang awal nya berbaring sembari menatap langit-langit kamar seketika menoleh kearah suara yang memanggil nama nya kini.


“Nia.” Joe terpana, mata nya terbelalak menatap Tania yang saat ini berdiri di hadapan nya. Wajah nya juga bersemu merah sekarang.


Batin Tania.


“Joe,” lagi, Tania menyapa.


Namun, tak ada jawaban dari Joe. Malah kini, tubuh Joe terpaku disana. Matanya, sama sekali tak berkedip sekarang, mulut nya juga perlahan mengeluarkan cairan bening sekarang. Membuat Tania mengerutkan alisnya, lalu tersenyum kemudian.


Ya Tuhan, air liur Joe sampai menetes seperti itu sekarang.


Tania menggeleng pelan.


Sungguh ia tak habis fikir, jika penampilan nya itu bisa membuat Joe mengeluarkan liur yang sama sekali tak ia sadari sekarang.


Ide cemerlang pun kini singgah di fikiran Tania, bagaimana ia bertindak sekarang. Yang membuat Joe akan sulit melupakan nya.


Tania lalu naik keatas tempat tidur dan menduduki Joe. Membuat Joe yang awal nya setengah sadar, kini kembali kesadaran nya saat Tania mulai menyeka air liur nya.


“Eh, Tania.” Joe tersentak.


“Ini, iler mu keluar, jadi aku membantumu menyeka-nya.” tukas Tania.


“Hah, benarkah!” Joe kembali tersentak, menggapai tangan Tania.


“Ini, kalau kau tak percaya.” Menunjukkan liur yang menempel di tangan nya. Lalu kini Tania mengambil tissue di


meja kecil yang berada di samping tempat tidur mereka, mengelap bekas liur yang menempel di tangan nya. “Ternyata Ceo Playboy sepertimu bisa menunjukkan sikap seperti ini juga ya.” lirih nya kemudian.


Joe menangkap tangan Tania, lalu mendekap nya dalam pelukan nya.


“Aku belum pernah seperti ini, kecuali karena mu.” Bisik Joe. “Kau lah wanita pertama yang berhasil membuat ku seperti ini sekarang.” mulai mencumbu leher Tania sekarang.


Tania mulai gelisah, setiap kecupan Joe berhasil membuat nya terbuai sekarang. Tak ingin kalah, Tania kini mengangkat wajah Joe dan mendaratkan sebuah ciuman tepat di bibir Joe sekarang.


“Cup!”


Sekarang Tania sudah berhasil mengambil alih permulaan itu. Ia tak memberi sedikitpun kesempatan untuk Joe membalas serangan nya. Tangan Joe yang mulai menyentuh bagian sensitive milik nya, kini di tampik oleh nya. Lalu setelah itu, Tania membalas nya dengan jemari yang bergerilya manja di permukaan dada Joe.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, membuat Joe kian berhasrat. Tubuh nya seolah panas, nafas nya kian memberat seiring dengan keinginan nya yang semakin kuat untuk mendapatkan Tania sekarang.


Tania menyadari itu. Namun, ia tak rela jika Joe bisa mendapatkan nya begitu saja. Kini ia mencari cara agar bisa mengulur waktu bermain dengan Joe. Hingga pada saat Joe menginginkan lebih darinya, Tania dengan cepat menolak Joe ke belakang dan berdiri dari sana.


“Joe, panas!” mengibas telapak tangan di leher nya, seolah mencari menginginkan angin sekarang. padahal saat


ini Ac sedang menyala. “Aku haus, minum dulu ya.” kata nya seraya membalikkan badan. Berjalan melenggang dengan langkah yang segaja di buat-buat. Lalu sesaat kemudian, Tania kembali membalikkan badan. “Apa kau mau minum juga?” tanya nya dengan tersenyum manja.


“Hmm, boleh.” Joe mengganggukkan kepalanya, pelan.


“Hmm, baiklah.” Tania kembali memalingkan muka, lalu kembali berjalan dengan gaya erotis meninggalkan Joe disana.


Joe menatapi kepergian Tania. Kepalanya menggeleng begitu saja di sertai tatapan sayu berikut nya.


“Oh, Tania.” desah nya seraya memegang kepalanya dengan kedua tangan nya.