CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 19


Mobil berhenti di salah satu mall terbesar di kota itu. Setelah memarkirkan mobilnya. Kini pak Min dengan sigap membukakan pintu untuk Tuan nya. Dengan sedikit membungkuk kan badan nya, pak Min mempersilahkan Joe untuk segera turun.


Kini mereka mulai masuk kedalam dan menyusuri pusat perbelanjaan tersebut. Hingga akhirnya tibalah Tania dan Joe didepan salah satu Salon yang biasa Joe kunjungi.


"Auw!!" Seru Tania.


Tangan nya sakit saat Joe menarik nya dengan paksa ketika memasuki Salon tersebut.


"Bisakah anda sedikit lembut Tuan. Tangan saya sakit." Ucapnya seraya memegangi pergelangan tangan nya dan menatap kesal kearah Joe.


Namun sayang nya Joe tak menggubrisnya. Hingga akhirnya mereka berada didalam salon tersebut.


"Hai Jojo, apa kabar?" Sapa seorang waria seraya menghampiri mereka.


"Hmm, baik." Jawab nya singkat.


"Wah.. siapa yang kau bawa ini? Cantik sekali. Pasti pacar barumu ya," Waria itu semakin berani bertanya kepada Joe.


"Hmm, Tania kenalkan ini Tince pemilik salon ini. Tince ini Tania pacarku, dan sekarang aku sengaja membawanya kesini agar kau mendandani nya secantik mungkin. Karena malam ini kami akan menghadiri acara makan malam keluarga." Ucap Joe.


" Ok Jojo, kamu percayakan saja kepadaku. Karena aku akan membuat nya menjadi wanita yang paling cantik sejagad raya." Ucap Tince sedikit lebay seraya mengedipkan mata nya ke arah Joe. Sehingga membuat Tania geli menahan tawa. Tince kemudian memapah Tania untuk duduk di kursi salon nya dengan menghadap ke arah kaca rias yang ada disana.


"Beib, udah berapa lama kamu pacaran sama si Jojo," Tanya Tince sambil melepas ikat rambut Tania.


"Jojo, maksud nya," Tania sedikit bingung karena tidak terbiasa dengan panggilan tersebut.


"Itu loh, Joenathan Alexandre. Kalian udah berapa lama pacaran nya." Tanya Tince kembali seraya menyisir rambut Tania.


"Kami .." Belum sempat Tania menyelesaikan kalimat nya. Tiba-tiba saja sudah di potong oleh Joe yang kini berdiri tegak di samping nya.


"Nggak usah banyak tanya deh Ce. Lakukan saja tugas mu dengan benar. Jangan sampai kau mengecewakan ku." Ucap Joe tegas


seraya membelai lembut rambut Tania. Lalu kini ia mulai mendekatkan wajah nya ke arah telinga gadis nya itu.


"Sayang, duduk dengan tenang dan diamlah oke." Bisik Joe lembut sehingga membuat bulu kuduk Tania merinding seketika.


Deg..


"Ya tuhan, ada apa ini. Mengapa jantungku tiba-tiba saja berdegup kencang saat mendengar bisikan Joe yang begitu lembut. Apakah aku mulai ada rasa dengan nya. Atau... Aaaa .. Tania.. sebisa mungkin jangan sampai kau terpedaya dengan nya. Ingat, dia itu playboy.


Gumam Tania.


Entah mengapa hati dan fikiran nya sangat kontras dalam menghadapi Joe. Jika dalam hati Tania mulai memiliki rasa dengan Joe. Namun akal sehat Tania menentang segalanya. Kini Tania pun mulai fokus menatap kearah cermin tanpa ingin memikirkan keadaan sekitar.


Tince sangat ahli dalam bidang ini. Ia sangat cekatan dalam merias, apalagi wajah Tania yang memang sangat cantik. Sehingga tak butuh waktu lama bagi nya untuk mendandani Tania. Hanya dengan sedikit polesan


Make Up saja, Tania sudah memancarkan aura ke anggunan nya. Apalagi di tambah tatanan rambut yang di ikat lilit separuh kebelakang. Sehingga kini menambah keanggunan yang di miliki Tania. Tince juga menyuruh Tania mengganti setelan nya dengan gaun yang di pesan khusus oleh Joe. Sehingga kini tampaklah sudah penampilan nya yang super elegan dan cantik.


"Waw beib! Kamu cantik sekali. Aku yakin Jojo pasti bakalan semakin cinta sama kamu," Ucap Tince yang terkagum-kagum saat menatap kecantikan Tania yang sangat menawan. Lalu dengan tak sabar nya ia bergegas memanggil Joe untuk segera melihat hasil kerja nya.


"Bagaiman Joe, apa kau suka?" Tince tersenyum nakal kearah Joe.


"Sempurna." Satu kata yang keluar dari mulut Joe. Sehingga kini membuat Tania tertegun di tempat nya.


Deg..


Jantung Tania kembali berdegup kencang.


"Apa dia sedang memujiku. Lembut sekali, hei Tania sadarlah. Jangan sampai hanya karena sedikit pujian, kau terbang melayang seperti itu.


"Kerjamu bagus. Aku akan mentransfer pembayaran nya nanti, terima kasih," Ucap Joe kepada Tince.


Kini ia pun mulai menggandeng tangan Tania dengan mesra. Lalu mereka pun pergi berlalu meninggalkan salon itu.


Deg..


Lagi-lagi jantung Tania berdegup kencang. Mana kala Joe memperlakukan nya dengan begitu lembut. Namun ia kembali menekankan dirinya agar tak jatuh hati kepada Joe.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Membelah pusat kota menuju ke kediaman keluarga Alexandre.


Tak berapa lama kemudian. Mereka akhirnya tiba di kediaman orang tua Joe.


Tania memandangi sekeliling rumah orang tua Joe yang begitu megah. Sepertinya ia begitu takjub saat ini. Didalam hati ia berkata, ternyata istana itu tidak cuma ada di negri dongeng. Begitu pikirnya.


"Apa kau sudah puas memandangi nya?" Ucap Joe yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Tania.


"Eh, sudah" Tania tersadar sesaat setelah mendengar suara Joe.


"Ayo turun," Ajak Joe sembari memegang lembut tangan Tania.


Tania mengangguk setuju. Kini ia hanya menuruti apa yang di perintahkan Joe kepadanya.


Mereka mulai berjalan dengan saling bergandengan tangan. Menyusuri halaman luas yang indah. Sehingga akhirnya, tak lama kemudian. Tibalah mereka kini didepan pintu masuk kerajaan Mama Joe.


"Ayo masuk," Ajak Joe lembut.


"Ayo.." Sahut Tania.


Kini mereka melangkah bersama memasuki rumah megah nan mewah itu.


Sekali lagi, Tania begitu takjub saat berada didalam. Interior rumah yang sangat megah, lampu-lampu kristal yang begitu indah. Membuat Tania tak mampu mengucapkan kata.


Disamping kiri. Ternyata Joe sudah memperhatikan nya sedari tadi. Garis senyum terukir indah dari sudut bibirnya. Manakala melihat Annisa yang begitu terpana dengan kemegahan yang ada disana.


"Hei, apa yang sedang kau lihat dari tadi?" Joe hampir tak kuasa menahan senyum nya. Namun ia tetap berusaha bersikap sedingin mungkin.


"Eh, maaf Tuan. Saya sangat kagum dengan keindahan rumah ini Tuan." Tania seketika tersadar saat ia mendengar suara Joe.


"Hmm, sudahlah. Sekarang kau jaga saja sikap mu agar mama suka dengan mu," Ucap Joe dengan tampang dingin nya.


"Baik Tuan," Patuh tanpa berani membantah.


Joe terus menggandeng tangan Tania dengan mesra menyusuri setiap sudut ruangan. Hingga tak lama kemudian. Mereka akhir nya tiba di depan ruang makan yang cukup besar di rumah itu.


"Joe!" Seru Mama seraya berjalan mendekati anak semata wayang nya itu.


"Hmm, iya ma," Sahut Joe.


Kini Mama sudah berdiri didepan Joe dan mulai merangkul putranya itu.


"Mama kangen kamu Nak," Terlihat suara Mama sangat lembut saat berhadapan dengan putranya itu.


"Ini siapa? calon mantu mama?" Tanya Mama seraya menatap lembut ke arah Tania yang berada di samping Joe.


"Iya Ma," Jawab Joe singkat. Ia lalu menatap tajam kearah Tania, seolah memberi isyarat agar Tania bersikap lembut di hadapan Mama nya.


Seolah mengerti, kini ia mulai meraih tangannya Mama Joe dan kemudian menyalami nya dengan lembut.


"Perkenalkan saya Tania Tante," Ucap nya lembut.


"Oh Tania, kamu cantik sekali nak," Ucap Mama seraya memegangi pipi Tania dengan lembut.


"Terima kasih Tante," Jawab Tania lembut.


"Ya sudah, yuk kita makan. Takutnya ntar keburu dingin lagi." Ucap Mama seraya mempersilahkan anak beserta calon mantu nya untuk makan malam bersama nya.


Tania kemudian berjalan menuju kearah meja makan bersama dengan Joe yang masih menggandeng tangan nya dengan mesra. Lalu mereka pun duduk berdampingan saat tiba di depan meja makan.


Sememtara itu dari arah lain. Tampak sepasang mata menatap tajam kearah Tania yang sedari mendapatkan perlakuan istimewa dari Joe. Terlihat dari raut wajah nya, gadis itu sama sekali tak suka dengan keberadaan Tania.


"Hai Joe, kenapa kamu membawa nya kesini" Angeline tersenyum kecut.


"Bukan urusan mu," Ketus Joe."Kau sendiri sedang apa disini?" Joe membalikkan pertanyaan yang di lontarkan Angeline tadi.


"Aku disini karena Mama mu yang mengajak ku untuk makan malam bersama kalian." Ujar Angeline santai.


"Oh ya Joe, Mama lupa ngasih tau kamu. Sebenarnya Mama sengaja ngundang Angeline kesini agar kalian bisa reuni. Bukankah dulunya kalian begitu akrab." Mama.