CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 103


Di kamar Tania dan Joenathan.


Akibat petempuran sengit yang terjadi tadi malam, membuat seluruh isi kamar menjadi berantakan. Entah apa saja yang mereka lakukan, yang pasti seluruh isi kamar terlihat sungguh acak-acakan.


“ Hoooaam.”


Tania mulai terjaga, di usap nya matanya pelan-pelan lalu kemudian ia mulai mebukanya secara perlahan.


“ Hmm, sudah jam berapa ini?” Tanya nya kepada diri sendiri.


Di raih nya ponselnya yang tergeletak begitu saja di sebuah meja kecil disamping ranjang.


“ Hah, sudah jam dua belas!” Seru Tania.


 Sebenarnya didepan nya saat ini ada sebuah jam besar yang menggantung di tembok sana. Namun, entah mengapa Tania seolah sudah terbiasa melihat jam melalui ponsel nya.


“ Kenapa aku bisa bangun selarut ini sih!” Seru nya lagi seraya memegang sebelah kiri kepalanya. “ Ah, kepalaku terasa berat. Tubuhku juga terasa sakit hingga keseluruh sendi nya.” Lirih nya kemudian.


Tania mulai menggerak-gerakkan sedikit badan nya dan juga meregangkan otot nya. Mengobati sedikit rasa pegal nya.


“ Aaaa… otot-otot ku terasa lemas sekali.” Lirih nya kemudian.


Di saat sela-sela Tania meregangkan otot nya di ranjang nya, kini tanpa di sadari olehnya Joe masih terlelap disana.


Joe? Dia masih tidur? Tumben sekali, apa jangan-jangan dia sakit?


Beberapa pertanyaan mengalir di benak nya.


Di letakkan-nya tangan nya di badan suami nya, karena saat ini posisi tidur Joe telungkup. Jadi Tania hanya bisa memeriksanya dengan menyentuh punggung nya.


Namun, ternyata sentuhan itu berpengaruh sangat kuat terhadap Joe sehingga membuat pria itu terjaga.


Tania mengerutkan dahinya, ia sama sekali tak mengerti dengan maksud yang Joe katakan.


Menyiksa? Siapa yang berani menyiksanya?


Gumam Tania.


Entah mengapa tiba-tiba saja mata Tania menyadari jika di punggung Joe saat ini terdapat banyak tanda merah disana.


Hah! apa itu?


Sementara itu Joe yang kini merasa kurang nyaman dengan posisi tidur telungkup nya, kemudian mengubah posisinya menjadi telentang.


Hah! bahkan di seluruh leher dan juga dadanya ada bekas merah disana! Mungkinkah…


Tania tak mampu lagi mengingat semuanya, membayangkan apa yang telah ia lakukan terhadap suaminya.


“ Tadi malam setelah meminum banyak minuman di Bar itu, kau menggila dan mengahajar ku habis-habisan. Menguras seluruh isi tenagaku, sehingga membuat ku bertekutuk lutut memohon ampun kepadamu. Kau lihat tubuhku ini? Ini semua kau sendiri yang melakukan nya, membuat ku hampir mati saja. Bahkan sekarang untuk bangkit dari sini saja membuat ku susah, sungguh kau wanita yang benar-benar perkasa.” Kata Joe menjelaskan kejadian tadi malam.


Apa! Sebegitu mengerikan nya kah aku? Sehingga membuat pria yang biasanya selalu membuat ku meminta ampun saat sedang bercinta ini memohon ampun kepadaku untuk melepaskan nya?


Perlahan Tania mulai mengingat kejadian tadi malam, apa yang terjadi dan apa yang di lakukan nya kepada Joe, dan juga ternyata samar-samar ia mendapatkan bayangan nya.


“ Hehehehe, sepertinya aku harus memborong banyak minuman-minuman itu sekarang. Jadi aku bisa mengontrolmu dan kau tidak akan bisa lagi menindasku.” Ucap Tania.


Sebuah ide yang terlontar begitu saja. Namun hasilnya, Joe benar-benar di buat gentar terhadapnya. Yang benar saja, seorang lelaki perkasa sepertinya harus bertekuk lutut setiap malam terhadap istrinya karena tak mampu melayani nya. Sungguh, hal itu menjadi momok yang sangat menakutkan bagi Joe.


BERSAMBUNG


Jangan lupa vote nya ya kakak, agar karya Ra bisa naik Rangking setiap hari nya. Terimakasih🙏🙏