CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 137


Melangkah dengan riang, dengan raut wajah yang sangat bahagia. Membuat Angeline menatap tajam kearah Joe dan Tania.


Cih! Mesti kah pagi-pagi seperti ini mereka bertingkah mesra seperti itu.


Gerutu Angeline.


Sementara Kalisna, Ibunda Joenathan tersenyum bahagia melihat kemesraan Putra dan Mantunya.


“Ehm-ehm.” Suara Kalisna membuat Joe menghentikan langkahnya.


“Mama.” Joe menolehkan pandangannya.


“Cie, yang lagi mesra-mesranya.” Goda Kalisna menyunggingkan senyumnya.


Membuat wajah Tania memerah seketika.


“Joe, ada Mama disini, cepat turunkan aku.” Pinta Tania setengah berbisik.


“Loh, memang nya kenapa jika ada Mama. Kau istriku, dan Mama juga tau itu.” Ngeyel, Joe masih saja menggendong Tania.


“Tapi Joe, aku—“


“Apa, nggak ada aku-aku, apapun yang kau katakan aku tetap tak akan menurunkanmu.” Membantah, Joe kini malah semakin mempermesra gendongan nya, membuat Tania tak tahan dan akhirnya mencubit keras pinggang nya.


“Aww!”


Joe meringis kesakitan. Namun, ia tetap mempertahankan Tania dalam gendongannya, membuat gadis itu kehabisan akal jadinya.


Sementara itu Kalisna tertawa puas disana, menyaksikan tingkah laku Joe dan Tania, yang menurutnya terkesan amat-sangat romantis. Mengingatkan nya saat muda dulu dengan Papanya Joe, Tuan Alexandre.


Joe kembali menoleh kearah Kalisna meminta izin membawa Tania keatas untuk membersihkan diri dari sisa-sisa keringat yang mengucur di tubuhnya.


“Ma, Tania nakal. Joe bawa dulu keatas ya, badan nya juga bau, keringatan, sekalian Joe mandiin dia.” Ucap Joe santai.


“Hahaha, pergilah, jangan lupa  di gosok sampai bersih, biar baunya hilang.” Jawab Kalisna begitu enteng nya.


Joe tertawa lebar, merasa puas dengan perkataan Kalisna. Lalu kini, di langkahkan nya kakinya meninggalkan ruang itu dan pergi menuju kearah anak tangga, untuk sampai di kamar nya.


Aaa… Mama, bisa-bisanya kau berkata seperti itu kepada Anakmu. Dan kau Joe, bisa-bisanya melakukan ini kepadaku.


Gerutu Tania kesal.


Ternyata Ibu dan Anak itu sama saja, sama-sama gilanya.


Sementara itu diujung sana. Angeline terlihat melipat kedua tangannya, menatap Tania dengan tatapan penuh kebencian. Di tambah lagi, Joe sama sekali tak menganggap kehadirannya disana.


Tania, dasar kau gadis ******! Bertingkah sok imut didepan Joe dan Mamanya agar mendapat perhatian. Lihat saja, bagaimana aku akan membuatmu di benci oleh mertuamu itu.


Joe dan Tania berlalu. Kini Angeline dan Kalisna kembali duduk di sofa ruang tamu yang ada disana. Duduk dengan anggun, seraya menyunggingkan senyum tulus penuh kepalsuan. Tak berapa lama, pelayan datang dengan membawakan minuman dan juga sedikit camilan dan menyuguhkannya kepada mereka.


“Silahkan Nyonya, Nona.” Kata pelayan itu.


Lalu kemudian pamit kembali kedapur melanjutkan tugasnya.


“Angel, mari minum.” Ucap Kalisna seraya mengambil minumannya.


Angeline mengangguk, lalu mengambil cangkir yang ada disana dan meminumnya. Setelah itu ia kembali meletakkan cangkir nya di meja.


“Tante.” Ucap Angeline.


“Hmm, ya.” Kalisna tersenyum.


“Tante merasa aneh nggak?” tanya Angeline membuka hasutan nya.


“Aneh? Aneh kenapa?” tanya Kalisna kembali, bingung tak mengerti dengan apa yang di bicarakan Angeline sekarang.


“Ya, aneh.” Angeline kembali menegaskan kalimatnya. “Tante hitung nggak, usia pernikahan Tania dan Joe itu sudah memasuki bulan kedua.”


“Terus kenapa?” tanya Kalisna.


“Yaitu, Tania belum juga hamil Tante.” Mulai memprovokasi sekarang.


“Hamil, hahahah!” tertawa lepas. “Baru juga memasuki dua bulan.” Ucap Kalisna santai.


Angeline mengerutkan dahinya.


“Memang baru masuk dua bulan, tapi seharusnya jika kandungan Tania itu subur maka dia sudah hamil sekarang.” kembali, Angeline berusaha terus memprovokasi.


“Mungkin mereka masih ingin bersenang-senang, biarkan saja dulu. Tante sih nggak pernah mempermasalahkan tentang itu, yang penting sekarang itu Joe sudah menikah, dan sudah banyak berubah.” Kalisna menanggapi dengan santai.


“Tapi Tan—“


“Sudahlah Angel, melihat Joe sudah banyak berubah dan juga bahagia dengan kehidupannya sekarang sudah membuat Tante senang. Soal Anak, itu bisa di bicarakan, dan juga jika pun Tania benar seperti yang kamu katakan, Tante nggak masalah. Toh, sekarang zaman sudah canggih, apa saja bisa di lakukan, asalkan ada kemauan. Benar kan?”


“Hmm, iya Tante benar.”


Angeline mecengkeram kuat drees nya. Mendengar jawaban Kalisna, membuatnya kesal. Bagaimana bisa, wanita paruh baya itu begitu santai menanggapi apa yang sedang di bicarakannya.


“Terus, kamu Angel, kapan menikahnya? Usia kamu sudah hampir memasuki kepala tiga loh.”


“Emm, belum tau Tante. Belum ada yang pas.” Terpaksa menyunggingkan senyumnya.


Niat hati ingin memprovokasi Tania, dan membuatnya di benci oleh Kalisna. Malah kini ia sendiri yang terjebak dengan pertanyaan Kalisna, menanyakan tentang pernikahannya.


Sial-sial! Ternyata, wanita tua ini tidak seperti yang ku bayangkan. Bisa-bisanya dia bersikap begitu santai menanggapi tentang keturunannya. Malah kini, aku di buat terjebak dengan pertanyaan-nya, membuatku tak berkutik jadinya.


Di kamar atas.


Joe membawa Tania masuk kedalam kamarnya, melewati ranjang nya lalu memasuki kamar mandi. Di duduki nya Tania di samping Bathup yang kini di isi air olehnya. Tania berusaha bangkit, berdiri dari sana. Namun, Joe menarik tangannya, menahan nya untuk tetap duduk disana.


“Mau kemana?” Joe bertanya dengan menaikkan kedua alisnya.


“Keluar.” Tania menunjuk kearah pintu kamar mandi.


“Ngapain?” tanya Joe lagi.


“Bukankah kau ingin mandi, jadi aku akan menunggumu di luar sana.” Jawab Tania santai.


“Memang nya aku menyuruhmu untuk keluar?” lagi-lagi Joe bertanya.


Membuat Tania mengerutkan dahinya.


“Terus, buat apa aku disini? Menggosok badanmu, menyabuni tubuhmu, dan juga meng-kramasi rambutmu gitu?” tania menaikkan kedua alisnya. Menatap Joe dengan penuh ejekan.


“Itu benar, tapi kau yang akan ku manjakan seperti itu. Namun, jika kau ingin melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan. Aku sama sekali tak menolaknya.” Seringai Joe.


Membuat Tania merinding jadinya.


Gila! Joe benar-benar gila! Ucapan nya bukan sekedar ucapan, dia benar-benar melakukannya.


“Sayang, ayo angkat tangannya, aku akan  membuka bajunya.”


Joe mulai menyingkap pakaian yang di kenakan Tania. Membuat wajah Tania seketika memerah.


“Hmm.” Tania menurut, mengingat sifat Joe yang tak pernah  menerima penolakan. Jika ia berani menolak, maka habislah dia sekarang disana.


Pakaian sudah terlepas dari tubuhnya, dan kini Joe mulai mengarahkan tangannya menuruni celana panjang yang di kenakan Tania.


“Berdiri.” Titah Joe.


Mengingat posisi Tania yang saat ini sedang duduk, maka akan sedikit sulit jika gadis itu tidak berdiri. Tania tak membantah, kini ia kembali berdiri untuk mempermudah Joe melepaskan celananya. Dan kini tinggalah area pribadi miliknya, yang masih di tutupi dengan pakaian dalam yang di kenakan nya.


Lalu saat Joe ingin meraih pakaian dalam yang di kenakan nya, Tania dengan sigap masuk kedalam Bathup yang sudah terisi air dan penuh dengan busa. Lalu melepaskannya disana, melemparnya begitu saja di lantai.


Joe, geleng-geleng kepala melihat nya. Terkekeh, melihat Tania yang begitu mempertahankan area pribadinya. Padahal, Joe sudah mendapatkan semuanya kan.


Kini, Joe memungut semua pakaian dalam yang di lemparkan Tania dan menaruhnya pada tempat nya. Melihat hal itu, membuat Tania mendelik, malu, karena Joe menyentuh kepunyaanya.


“Joe! bisa-bisanya kau menyentuh barang pribadiku!” Tania memekik kesal.


Sementara Joe tak menggubris, berjalan santai kembali menuju kearah Tania, lalu membungkukkan badannya.


“Hanya barang pribadi, kenapa harus menjerit seperti itu?” tanya Joe. “Bukankah area pribadimu juga sudah ku miliki sekarang.” menyelupkan tangannya kedalam Bathup


Tania mendelikkan matanya, saat tangan Joe mulai menyentuh area pribadi bagian atasnya.


Aaa… dasar suami cabul!


TBC.


Nb. Sabtu minggu jangan di vote. Simpan saja untuk hari senin, jika berkenan silahkan Vote senin-jum’at.


Mampir juga ke MARRIED BECAUS FORCED YA👇