
Pagi ini seperti biasanya Tania bangun lebih awal. Setelah selesai mandi ia lalu bersiap-siap mengenakan pakaian kerjanya.
Setelah berkemas rapi kini ia siap untuk pergi ke kantornya. Dilirik nya kearah kamar Wulan, namun sepertinya belum ada tanda-tanda orang terjaga disana. Ia kemudian keluar dari rumah dan kembali mengunci pintunya dari luar. Mereka punya kunci rumah masih-masing. Maka dari itu Tania selalu mengunci pintu rumah dan membawa kuncinya bersama nya. Begitupun dengan Wulan, ia juga memiliki satu kunci yang sama dengan Tania.
Didepan gerbang kampus. Terlihat Pak Kosim tengah berjaga sembari duduk meminum kopi di depan gardu. Dengan ramah Tania kemudian menyapa.
"Pagi pak.." Tania tersenyum ramah.
"Pagi juga Non Tania.." Sahut Pak Kosim sembari membalas senyum Tania.
Setelah itu Tania kemudian berdiri didepan gerbang kampus sembari menatap kesana-kemari.
"Hmm, biasa nya jam segini Joe udah disini. Tapi pagi ini dia nggak datang, Ya sudahlah, aku naik angkutan umum aja pagi ini.
Gumam nya.
Ia kemudian berjalan kearah Halte yang berada tak jauh dari sana. Sembari menikmati udara pagi itu. Setibanya di Halte, Tania kemudian berdiri disamping tiang penyangga Halte sembari memperhatikan kearah jalan melihat angkutan umum yang lewat. Namun tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepan nya. Lalu turunlah seorang pria yang sama sekali tak asing bagi Tania yaitu Bayu.
"Hai Tania, sedang apa kamu disini?" Sapa Bayu.
"Bayu," Tania tersenyum. "Nih lagi nungguin angkutan umum, mau ke kantor." Ujarnya lagi.
"Oh, kebetulan sekali kalau begitu. Kita barengan aja yuk," Ajak Bayu.
"Gimana ya," Tania mengerutkan dahinya. Lalu ia menggigit bibir bawah nya dan mulai berpikir.
"Nggak usah kebanyakan mikir. Cepetan naik," Ucap bayu seraya membuka pintu mobilnya.
"Oke deh, tapi nggak perlu bayarkan. Hehe," Goda Tania.
"Ya enggak lah," Timpal Bayu.
Kini Tania pun ikut masuk kedalam mobil Bayu. Bayu kemudian menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Melintasi jalanan kota pagi itu.
"Tania, aku boleh nanya nggak?" Bayu memulai pembicaraan.
"Nanya apa?"
"Pria yang jemput kamu kemarin itu siapa ya? Pacar kamu?" Bayu mulai menelisik.
"Oh, itu kak Roy. Aku sama dia itu udah seperti kakak da adik." Jawab Tania.
"Kakak dan adik? Maksudnya?" Bayu seolah tak mengerti.
"Ya, aku kenal kak Roy semenjak aku kerja jadi Chef di Cafe Star. Semenjak saat itu kami mulai dekat dan aku udah menganggap dia sebagai kakak aku. Karena selama bekerja disana dia yang selalu membimbing aku agar bekerja lebih baik."
"Oh, jadi kamu dulu pernah jadi Chef di Cafe Star. Terus kuliah kamu gimana?" Bayu semakin penasaran.
"Aku masuk kerja sepulang kuliah. Karena memang sebelumnya aku udah bilang sama pemilik Cafe tersebut jadwal-jadwal kuliah aku." Ujar Tania.
"Oh, gitu." Bayu mengangguk kan kepalanya. "Terus orang tua kamu?" Kembali menanyakan.
"Kedua orang tuaku sudah meninggal. Aku disini ngontrak sama Wulan sahabat ku. Dia juga kerja paruh waktu di Cafe Star sebagai pramusaji." Ucap Tania.
"Oh, gitu ya. Maafin aku ya Tania karena udah nyinggung tentang orang tua kamu. Jujur aku nggak tau jika saat ini kamu sudah tidak lagi memiliki mereka."
Bayu merasa bersalah dengan ucapan nya.
Sehingga kini membuatnya lebih enggan untuk bertanya lebih lanjut tentang Tania.
"Oya Bay, kamu itu naksir Miska ya?" Tania mengalihkan pembicaraan.
"Apa! Ma-mana ada. Enggak kok," Tepis Bayu, namun kini seketika wajah nya merona akibat pertanyaan yang dilemparkan Tania terhadapnya.
"Nggak usah ngelak! Aku tau kok, semuanya itu terlihat jelas saat kamu menatap Miska." Ujar Tania.
"Oya, apa benar seperti itu?"
"Iya lho. Aku bisa lihat jelas di matamu." Tania tersenyum sembari terus mendesak Bayu. Hingga akhirnya Bayu pun membuka suara tentang perasaan nya kepada Tania.
"Kamu benar Nia. Sebenarnya sejak dua tahun yang lalu saat Miska baru kerja di kantor ini, aku udah suka sama dia." Ungkap Bayu.
"Tapi, setiap kali aku mengungkapkan perasaan ku kepadanya. Ia selalu saja menolak bahkan terkesan tak memberi respon apa-apa," Ujar Bayu.
"Kamu sih, punya pacar banyak. Jadi mana mau Miska sama kamu. Yang ada dia ilfeel lihat nya." Seru Tania, "Sama benar sama CEO kita yang playboy itu," Imbuh nya lagi.
"Hmm, CEO ya. Ngomong-ngomong kok kamu jadi ingat Joe sih," Bayu menelisik. "Hmm, aku tau sekarang. Pasti sekarang ini kamu lagi jatuh cinta sama dia ya kan," Tambah nya. Sehingga berhasil membuat Tania tersipu di tempat nya.
"Apaan sih! jangan ngaco deh!" Bantah Tania.
Kini mereka telah tiba di perusahaan Alexandre Group. Bayu memarkirkan mobil nya, setelah itu Tania pun segera keluar dari sana dengan tergesa-gesa. Ia tak ingin jika Bayu akan menelisik perasaan nya lebih jauh lagi.
"Makasih tumpangan nya ya Bay,"
Buk!
Tak lupa Tania menutup kembali pintu mobil Bayu. Lalu setelah itu ia pun berjalan cepat menuju kearah pintu masuk kantor.