
Riuh rendah suara kendaraan terdengar disana-sini. Kemacetan yang terjadi membuat semua pengendara sepeda motor tampak menyeka keringat nya dengan tangan. Dari sebuah mobil mewah terlihat seorang wanita cantik, berpakaian seksi menatap tajam kearah depan.
Saat lalu-lintas mulai renggang. Wanita cantik nan seksi itu pun kemudian segera menjalankan mobilnya, meluncur ke tempat tujuan.
Angeline saat ini hendak pergi menuju ke gedung perkantoran nya Joe. Begitu mendapati kabar dari Kalisna Alexandre (Mamanya Joe), Angeline segera bergegas berdandan yang rapi hanya untuk menemui sang pujangga hati.
Senyum manis terlihat di bibir nya saat membayangkan akan hal yang akan di lakukan nya nanti setibanya di kantor. Gadis itu berkhayal, ia dapat memenangkan hati Joe disana dan juga bermesraan dengannya.
Hal yang selama ini selalu di inginkan nya.
Hari ini aku harus bisa membuat Joe terpesona denganku.
Gumam nya.
Laju mobil kian ia percepat agar keinginannya tiba di gedung perkantoran Joe segera tercapai. Tak tanggung-tanggung, di anta banyak kendaraan yang ada disana. Mobil Angeline lah yang melesat paling cepat.
Hingga tak butuh waktu lama, ia pun kini telah tiba di lobi parkiran mobil perusahaan.
Waktu menunjukkan sudah pukul 11:05.
Itu berarti waktunya makan siang akan tiba sekitar dua puluh lima menit lagi. Angeline yang kini sudah berada di dalam sebuah lift kantor, kini terlihat memencet tombol nya, yang akan menurunkannya di lantai tempat dimana ruangan Joe berada.
Tak lama kemudian.
Ting!
Pintu lift pun terbuka. Dan Angeline pun segera melangkah keluar dari sana. Dengan gaya khas nya, Angeline berjalan berlenggak-lenggok di depan semua orang. Para karyawan lelaki yang tak sengaja berpapasan dengannya
pun di buat takjub oleh nya.
Orang-orang ini saja begitu terpesona dengan kecantikan ku. Aku yakin jika Joe, pasti juga akan melirik kearah ku seperti lirikan para lelaki itu saat ini.
Gumam Angeline.
Angelien kian memantapkan langkah kakinya hingga akhirnya tiba didepan ruangan nya Joe, dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Angeline pun segera masuk kesana.
Joe menoleh kearah suara pintu yang terbuka. Melihat siapa karyawan yang berani masuk kedalam ruangan nya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan ternyata Joe melihat jika itu adalah Angeline.
Ya Tuhan… cobaan apa lagi yang akan kau berikan padaku. Tak hentinya para wanita ini terus saja datang untuk menggodaku.
Seketika raut wajah Joe berubah masam. Ia lantas sedikit menggelengkan kepalanya seraya meletakkan jari telunjuk nya di pelipis wajah nya. Hal itu tentu saja mengundang reaksi Angeline untuk segera mempercepat langkah nya mendekat kearah Joe.
“Joe! kau kenapa?” tanya Angeline seraya menyergah tubuh Joe begitu ia tiba disana.
“Jangan sentuh aku.” Ucap Joe datar, memalingkan muka kearah samping kanan.
“Joe, apa kau sakit?” Angeline masih berusaha bersikap lembut dan memberi perhatian.
“Ya, mataku sakit saat melihat kau yang berdandan seperti itu.” Ketus Joe.
Adikku yang sakit melihat mu seperti itu. Sungguh wanita ini begitu merepotkanku.
Gumam Joe.
Angeline mengerutkan dahinya, mendengar Joe yang begitu ketus kepadanya. Kini ia pun membungkukkan badan nya mencoba menenangkan Joe dengan pijatan di bahunya, dan juga dengan sengaja ia sedikit menempelkan dadanya disana.
“Joe, maafkan aku karena sudah membuat matamu sakit begitu melihatku.” Bisik Angeline dengan suara yang terdengar menggoda.
Joe membelalakkan matanya, mulai terbuai dengan keadaan yang ada. Aura ke Plaboyan nya kembali menyeruak seketika. Nafas Angeline yang begitu memburu begitu terasa berhembus di telinga nya. Membuat Joe menjadi gusar, akan dirinya sendiri.
Cih! Ingin menjadi lelaki setia saja susah nya bukan main.
Joe mulai sadar akan posisinya. Yang ingin menjadi lelaki setia, seperti yang di inginkan Tania. Dan juga, saat ia memikirkan tentang kesetiaan nya. Tiba-tiba saja, nama Tania melintas di pikirannya.
Tania! Saat ini dia sedang berada di toilet. Jika saja nanti di keluar dan melihat Angel berdiri disini, bisa kacau semuanya. Bisa-bisa malam ini, aku memeluk guling lagi sebagai teman tidurku.
Joe meradang, keberadaan Angeline yang begitu dekat dengan nya membuat nya mulai tak nyaman. Apalagi saat ini Tania berada di kamar mandi ruangan nya. Dan sebentar lagi pasti akan keluar, membuat Joe seketika bangkit
duduk nya.
“Joe.” lirih Angeline.
“Untuk apa kau datang kemari?” tanya Joe seraya merapikan jas nya. Setelh itu, ia pun berjalan menjauh dari Angeline.
“Aku, aku kangen padamu Joe.” lirih Angeline.
“Tidak usah mengada-ngada. Aku pria beristri, jadi kau tidak seharusnya memiliki perasaan seperti itu.” Tegas Joe.
“Istri? Pria beristri? Hahahaha!” gelak Angeline. Kata-kata Joe yang menegaskan dirinya telah menjadi pria beristri membuat Angeline tak bisa menahan tawanya. “Joe, status mu sebagai pria beristri itu hanya pada saat kau berada di rumah. Sedangkan sekarang, saat kau berada disini, dan berdiri disini. Terasing dan berjauhan dengan istrimu, setatusmu adalah lajang di mata para wanita.” Ujar Angeline. Di sertai langkah kaki yang berjalan menuju kearah
Joe.
“Itu menurutmu.” Joe memicingkan matanya. “Sedangkan menurutku, dimana pun aku berada, aku tetaplah seorang pria beristri sekarang.” Tegas Joe lagi.
“Hahaha! Joe-joe…” Angeline menggelengkan kepalanya pelan. “Sejak kapan kau jadi seperti ini?” tanya Angeline seraya berjalan mengitari Joe. “Seorang Joenathan Alexandre, yang terkenal dengan julukan Ceo Playboy nya, kini ternyata begitu tunduk dengan status suaminya yang hanya tertulis di atas sebuah kertas, hahahah!” gelak Angeline lagi menertawakan sikap Joe yang sekarang.
Joe mengeram, tangan nya mengepal menahan amarah nya. Sikap Angeline yang menertawakannya karena memilih setia dengan istrinya mebuat Joe begitu kesal sekarang.
“Joe, sudahlah. Tidak usah memikirkan istrimu itu sekarang, okey. Sekarang lebih baik kita bersenang-senang bersama disini.” Mulai meraih dasi Joe dan memainkan nya. “Kau tau Joe, semenjak kejadian malam itu di dalam
mobilmu. Aku sungguh tak bisa tidur dengan nyenyak, pikiranku selalu di hantui akan bayang mu.” Mulai menatap Joe lekata-lekat. “Perasaan yang telah tersimpan di hati ini selama bertahun-tahun, sungguh tak dapat lagi ku redam.” Angeline mulai mengungkapkan perasaan nya. Kepalanya mendongak keatas dengan mimik wajah yang terlihat begitu memelas.
“Angeline, kau…”
“Ssstt! Diam Joe, aku tak ingin mendengar apapun darimu. Sekarang aku hanya meminta satu hal, meminta mu menjadi milikku walau hanya sebentar saja.” Angeline mulai berjinjit, mendekatkan wajah nya dengan wajah Joe,
berusaha mendaratkan satu kecupan disana. Hingga akhirnya..
Kriiit!
Terdengar bunyi pintu terbuka. Dan juga langkah kaki seseorang yang menuju kearah mereka. Menyadari akan hal itu, Joe pun segera mendorong Angeline ke belakang, menjauh dari nya.
“Joe!” pekik Angeline, seraya memegangi dadanya.
Hmm, Joe terlihat begitu takut sampai-sampai mendorong Angeline ke belakang. Kira-kira itu langkah siapa ya yang menuju kesana? Penasarankan dengan cerita selanjut nya, ikuti terus ceritanya ya. heheh^^
Nb. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan Like dan juga meninggalkan Koementar di bawah sini. Ingat! Untuk memberikan saran ataupun dukungan di kolom komentar ya.
Mampir juga ke karya Ra yang lainnya.
1. Ternyata ini Cinta
2. Pengantin yang tak Dirindukan
3. Pengantin yang tak Dirindukan (2)
Happy reading! Terimakasih^^
TBC.