CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 114


Perjalanan dari Perancis ke Indonesia memakan waktu hampir delapan belas jam. Membuat Joe dan Tania cukup merasa lelah karena nya. Setelah menyantap makanan yang di buatkan oleh asisten rumah tangga. Kini Joe dan Tania langsung mengistirahatkan tubuh mereka di pembaringan tanpa melakukan apa-apa.


Beberapa jam kemudian.


Hari sudah mulai terang, menandakan pagi datang menjelang. Joe yang baru saja beristirahat itupun kemudian terjaga karena suara telepon yang mengganggu telinga nya. Kebetulan saat itu Joe meletakkan ponsel nya di atas bantal nya. Sehingga kini saat panggilan telepon masuk, Joe pun tersentak dan terjaga dari tidur nya.


“ Siapa sih jam segini nelpon. Ganggu orang lagi tidur saja.” Lirih nya kesal.


Di ambil nya ponsel nya yang ia letakkan di atas bantal. Lalu kini di lihat nya kearah layar, dan ternyata itu Bayu yang sedang menelpon nya.


“ Sial! Hari ini aku ada pertemuan penting, bagaimana bisa aku lupa.” Joe kini menarik selimut nya dan bangkit dari ranjang. Di lirik nya lagi kearah ponsel dan di lihat nya, waktu sudah menunjukka pukul 09:07 WIB. Yang berarti tersisa dua puluh tiga menit lagi untuknya bersiap dan tiba di kantor.


Buru-buru joe berjalan menuju kamar mandi. Ia lalu segera masuk kedalam untuk menyeka sedikit tubuhnya agar lebih bersemangat dalam memulai aktivitas. Setelah itu, Joe kemudian kembali masuk kedalam dengan lilitan handuk di pinggang nya.


Beberapa saat kemudian.


Joe sudah selesai bersiap-siap. Jas dan juga dasinya telah tepasang dengan rapi, tinggal menyisir sedikit rambut nya dan juga menyemprotkan sedikit parfum. Sempurnalah kini penampilan nya.


Di lihat nya kearah ranjang. Tania masih terlelap disana, memeluk bantal guling kesukaan nya. Joe, kemudian melangkah menuju kearah nya dan kini ia terlihat mendaratkan sebuah kecupan di kening nya.


Cup!


Joe, lalu tersenyum setelah melakukan hal itu. Di balikkan nya tubuhnya lalu melangkah pergi dari sana.


Di luar.


Pak Min si supir pribadi sudah berdiri seraya membukakan pintu mobil. Dengan gaya membungkukkan sedikit badan nya, Pak Min mempersilahkan Tuan nya untuk segera masuk kedalam mobil.


“ Silahkan Tuan.” Ucap nya sopan.


“ Hmm.” Joe menganggukkan kepalanya. Lalu kini ia pun segera masuk kedalam mobil dan duduk dengan angkuh disana.


Bum!


Pak Min menutup pintunya. Lalu kini ia bergegas pergi masuk kedalam mobil dan duduk di tempat nya.


Pak Min kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Joe.


“ Pak, tolong cepat sedikit. Waktu kita tinggal sedikit.” Ucap Joe.


“ Baik Tuan.” Angguk Pak Min.


Pak Min pun kemudian membelokkan arah mobilnya melintasi jalan pintas.


Sepuluh menit kemudian.


“ Syukurlah akhirnya kita tiba tepat waktu.” Joe merasa lega. Melihat Pak Min yang sudah membuka pintu mobil nya membuat Joe dengan segera keluar dari sana.


“ Makasih banyak ya Pak.” Tepuk nya di sebelah kiri bahu Pak Min seraya tersenyum padanya.


“ Sama-sama Tuan.” Angguk Pak Min sungkan.


Joe kemudian segera masuk kedalam gedung perusahaan nya. Disana ia di sambut hangat oleh kedua penjaga pintu yang kini membukakan pintu untuknya seraya memberikan hormat. Tanpa melirik kearah sana-kemari, Joe kian memantapkan langkah nya masuk kesana.


“ Joe!” seru seseorang dari belakang yang tak lain itu adalah Bayu.


Dengan di ikuti Wulan di belakang nya, Bayu kini melangkah menghampiri Joe yang sudah berdiri terpatung melihat nya.


“ Untung saja kau sudah datang.” Kata nya saat sudah berdiri di depan Joe.


“ Bagaimana, apa mereka sudah datang?” Tanya Joe dengan wajah datar.


“ Baru saja, dan sekarang mereka sedang menunggumu di ruang rapat.” Ujar Bayu.


Bayu mengangguk setuju lalu kini mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.


Beberapa saat kemudian.


“ Apa semuanya sudah kau selesaikan baik?” tanya Joe kepada Bayu.


“ Tenang saja, aku bisa kau andalkan.” Ucap Bayu begitu percaya diri.


“ Lihat saja, jika mereka tidak mau bekerjasama dengan kita. Maka semua ini kau yang akan bertanggung jawab, gajimu tidak akan di bayar selama enam bulan.” Ancam Joe.


Wulan menunduk menelan ludah nya saat mendengar ucapan Joe. bagaimana pun ia turut andil saat ini dalam menyelesaikan tugas yang di berikan Joe pada Bayu. Karena semalaman mereka bekerja bersama, jadi kesialan Bayu akan menjadi kesialannya juga.


“ Kau kenapa terlihat takut seperti itu? Tenang saja, hanya gaji Bayu yang tidak akan ku bayar selama enam bulan jika dia gagal. Sedangkan kau hanya pegawai rendahan, jadi aku tidak akan membuat perhitungan apapu dengan mu.” Tatap Joe dingin.


Deg!


Bagaikan tertusuk duri, hati Wulan terasa sakit karena nya.


Sial! Dasar Joenathan songong. Bisa-bisa nya dia mengatakan hal itu kepadaku. Tapi ya sudahlah, setidaknya posisi ku aman saat ini. Sedangkan kau Pak Bayu, siap-siap menerima nasibmu jika sampai gagal hari ini.


Wulan mengusap dadanya merasa lega akan apa yang di dengar nya. Sementara senyum licik kini juga terpancar dari sana, kala ia melihat kearah Bayu.


Dasar sekretaris pengkhianat! Bisa-bisanya dia tersenyum seperti itu kepadaku, seolah mengejekku. Lihat saja nanti setelah ini aku akan membuat perhitungan denganmu.


Tatap Bayu dengan wajah mencekam.


Kini mereka pun melangkah masuk kedalam ruang rapat secara bersamaan. Setibanya di dalam ruangan tersebut, Joe lantas menarik kursinya dan duduk disana.


Sementara itu.


Seseorang yang juga ada di ruang rapat tersebut terlihat sedang memperhatikan Joe, lalu kini seseorang itu memberanikan dirinya untuk menyapa Joe.


 


 


“ Selamat pagi Tuan Joenathan Alexandre.”


“ Hmm, pagi.” Jawab Joe cepat.


“ Apa sudah bisa di mulai sekarang?” tanya seseorang itu.


Joe pun menoleh kearah nya.


“ Katty.” Lirih nya seraya mengerutkan dahi nya.


BERSAMBUNG


Assalamu'alaiku semua.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara Vote, Like dan juga komen di novel ini. Dan juga silahkan jangan lupa mampir di karya Ra yang juga sedang up lainnya.


 


Ternyata ini Cinta


Pengantin yang tak Dirindukan


Pengantin yang tak Dirindukan ( 2 )


Terima kasih^^ salam hangat dari Ra untuk kalian semua.