
Tania kini telah dapat melihat kembali langit negeri tercinta. Di hirup nya udara disana dalam-dalam lalu di keluarkan nya perlahan.
“ Hmm, ternyata udara di negeri sendiri terasa lebih nyaman.” Lirihnya.
Di samping nya kini sudah berdiri Joe yang baru saja keluar dari mobil. Tangan nya kini langsung melingkar di pinggang ramping milik Tania. membuat gadis itu menoleh seketika.
“ Kau senang kita sudah tiba di Negara kita?” Tanya Joe seraya menyelipkan rambut di belakang telinga Tania.
“ Ya, aku sangat senang sekali. Akhirnya kita tiba kembali di Negara kita.” Matanya menyipit di susul senyum sumringah nya sekarang.
“ Karena aku telah berhasil membuat mu senang. Terus sekarang apa yang bisa aku dapatkan?” Tanya Joe yang mulai mendekatkan wajah nya ke wajah Tania.
Cup!
Sebuah ciuman mendarat cepat di bibir Joe.
“ Itu hadiah untukmu!” Seru Tania seraya tersenyum lebar.
Sementara itu dari arah belakang.
“ Ehm, uhuk-uhuk!” Bayu pura-pura terbatuk seraya menatap kearah mereka.
Di ikuti Wulan yang berjalaan di belakang nya. Saat ini Wulan terlihat menyeret dua buah koper, punya dirinya sendiri, dan satu nya lagi ke punyaan Bayu. Dengan berat terlihat Wulan melangkah meghampiri.
Dasar Bos sialan! bisa-bisanya dia menyuruhku membawakan kopernya yang sangat berat ini.
umpat Wulan
“ Kau kenapa? Keselek biji salak kah?” Tanya Joe dengan tatapan dingin
Saat ini Joe sungguh kesal karena Bayu yang datang secara tiba-tiba mengganggu momen keromantisan mereka. Padahal tadi, Joe ingin menyergah bibir Tania dan menikmatinya disana.
“ Enggak Bos, tadi Cuma kesedak saja karena terkejut melihat sesuatu.” Sindir Bayu.
“ Memang nya apa yang kau lihat sehingga bisa membuat mu tersedak seperti itu?” Joe mulai memasang tatapan mengancam. Ia sungguh peka akan sindiran Bayu terhadap nya.
Lihat saja kau, jika berani bilang sedang meperhatikan kemesraan ku dan Tania. Maka siap-siap saja aku kirim ke Kalimantan.
Gumam Joe.
“ Eh, itu, ini….” Bayu mulai gelagapan menjawab pertanyaan Joe. tatapan mata Joe ternyata sangat mengintimidasi dirinya sehingga membuat gagal fokus sekarang.
“ Sayang, sudahlah. Pentingkah apa yang di bicarakan Bayu? Sekarang aku sedang lapar, mari kita segera mencari sesuatu agar bisa di makan.” Bujuk Tania.
Ia paham betul. Jika ia tidak membujuk Joe seperti itu. Maka akan panjang nantinya pembahasan mereka nantinya, dan ujung-ujung nya Bayu juga yang akan kalah karena nya. Karena merasa kasihan dengan Bayu yang terlihat
terintimidasi dengan tatapan Joe. Kini ia pun mencoba menarik perhatian Joe terhadapnya.
Kebetulan saat itu ia memang sudah sangat lapar. Jadi sekalian saja lah. Pikir nya.
“ Hmm, sayang. Jika kau memang sangat lapar, mari kita segera masuk kedalam dan menyuruh koki untuk membuatkan makanan untuk kita segera.” Di usap nya kepala Tania dengan sangat lembut.
Pria ini sungguh sulit di pahami. Terkadang bersikap begitu lembut. Namun tak jarang juga ia bersikap kasar, apalagi jika dia sedang cemburu.
Tania menatap lekat kearah Joe saat ini.
“ Kenapa kau menatapku seperti itu?” ternyata Joe sadar saat Tania terus memperhatikan nya.
“ Ah, i-itu karena kau terlihat sangat tampan saat ini!” seru Tania begitu saja.
Senyum palsu uga terlukis disana.
“ Hmm, benarkah?” Joe membalas tatapan lekat Tania.
“ Hmm, jadi hari ini saja aku terlihat begitu tampan. Namun hari-hari sebelumnya tidak?” Tanya Joe semakin mendekatkan wajah nya.
“ Tentu saja tidak!” jawab Tania cepat.
Saat ini jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa centi saja.
“ Tidak?” Joe mengerutkan dahinya.
“ Sejak awal bertemu hingga sekarang, semakin hari kau terlihat jauh semakin tampan dan aku sangat mengagumi itu.” Ucap Tania.
Saat ini ia berusaha memasang wajah yang begitu meyakinkan agar Joe tak menaruh curiga padanya.
Joe memicingkan matanya, menatap dingin kearah Tania. lalu sesaat kemudian ekspresinya berubah tertawa dengan begitu lepas.
“ Hahahahahahahah!” tawanya terdengar begitu menggelegar. Membuat Tania bergidik sendiri mendengar nya. “ Aku kau sadar juga jika aku ini begitu memikat. Tentunya kau pasti berpikir sangat beruntung menikahiku kan?” mulai
narsis dengan pemikiran nya.
Pufft! Ya tuhan, ternyata pria mesum ini bisa begitu narsis dengan dirinya sendiri, hahaha!
Tawa Tania terpendam didalam hainya.
“ Tentu saja, kau itu bagaikan pangeran berkuda untukku.” Di raih nya lengan Joe dan kini ia mulai menggandeng nya.
“ Hmm, ya. semakin lama kau semakin cerdas ternyata.” Di belainya pucuk kepala Tania.
“ Hmm, ya! itu semua berkatmu.” Ujar Tania. “ Jika begitu pangeran berkuda, sekarang mari kita segera masuk kedalam. Aku sudah sangat lapar sekarang.” Ajak Tania lagi seraya mengembangkan senyum nya. Di buat semanis mungkin agar Joe segera terkesan padanya.
“ Hmm,” dan ternyata itu berhasil. Kini Joe pun ikut pergi dengan nya.
Namun sesaat kemudian, Joe kembali berhenti dan menoleh ke belakang.
“ Kalian berdua dilarang masuk. Pulanglah kerumah kalian masing-masing. Karena sekarang aku ingin bermesra-mesraan dengan istriku dan tak ingin siapapun memperhatikan nya.” Ketus Joe.
Puk!
Bagaikan tertusuk sembilu yang mengiris kalbu seketika Bayu dan Wulan terdiam. Mereka lalu kini sesaat mereka saling bertatapan.
“ Ha, sepertinya kalian berdua sangat cocok. Bayu bawalah sekretarismu itu kembali bersamamu, dan ajaklah untuk bermesraan dengan mu.” Ucap Joe.
Wulan mengerutkan dahinya dan dengan seketika mengalihkan pandangan nya kearah lain. Begitu juga dengan Bayu, kini ia juga mengalihkan pandangan nya dari Wulan. Menatap kearah Joe yang begitu saja meninggalkan nya
masuk kedalam rumah.
Dasar Joe, bikin malu saja.
Gumam Bayu.
Sementara itu Wulan.
Aaaa… ngeri sekali jika harus membayangkan bermesraan dengan nya. Entah berapa banyak sudah gadis yang di sentuhnya. Membuat ku ilfeel saja.
Kesah Wulan.
Sedangkan didalam rumah. Joe dan Tania terlihat tertawa bersama.
BERSAMBUNG.
Hi guys… jangan lupa mampir di karya Ra yang berjudul ( Ternyata ini Cinta ) di jamin seru dan juga asik! Ra tunggu kehadiran kalian disana ya! Oya, Ra juga ngadain event Vote terbanyak. Siapa yang menduduki peeingkat 1 2 3. Maka akan mendapatkan hadiah yang di hitung pada akhir bulan. Terimakasih^^🙏🙏