
Di kediaman Joenathan Alexandre.
Terlihat Tania kini sedang duduk di ruang tengah seraya menikmati acara drama percintaan yang ada di televise. Sebungkus keripik kentang terlihat di tangannya. Tania terus memasukkannya kedalam mulut, sambil sesekali menjilati jemarinya yang di penuhi dengan bumbu.
Ting!
Nada pesan terdengar berdenting, pertanda ada pesan yang sedang masuk.
Siapa ya?
Gumam nya.
Di jilatinya lagi jemari tangan nya yang saat ini penuh dengan bumbu. Lalu kemudian, Tania meletakkan keripik kentang nya. Setelah itu ia pun bergegas mengambil ponselnya, yang ia letakkan diatas meja yang berada di depannya.
Wulan!
Tania mengerutkan dahinya saat melihat pesan yang masuk ternyata dari Wulan sahabatnya.
Bukankah jam segini ia masih kerja di kantor ya.
Bergelut dengan pikirannya sendiri.
Tania pun kemudian membuka isi pesannya, lalu membaca isinya.
Tania, hari ini kami menjalin kerjasama dengan seorang wanita cantik. Sepertinya dia itu mantan kekasih suamimu. Karena tadi, aku melihat jika wanita itu memandang suamimu dengan tatapan penuh hasrat.
Begitu isi pesan yang tertulis disana.
“Dasar Joe sialan!” umpat Tania.
Wajahnya kini terlihat merah akibat memendam kekesalan terhadap suaminya. Di matikannya televisi yang saat ini sedang di tonton nya. Lalu kini ia bergegas berjalan menuju kearah anak tangga untuk kembali ke kamar nya.
Setibanya di kamar.
Tania lantas mengambil beberapa pakaian mahal yang telah di sediakan Joe disana. Pakaian casual terkesan seksi di kenakannya, dengan atasan bahu terbuka. Sehingga kini leher jenjang mulus milik nya sedikit terekspos yang tentu saja menampakkan sisa-sisa merah hasil jerih payah Joe.
Dengan rambut yang di biarkan tergerai. Serta kini setelah ia memoles sedikit wajah nya, Tania pun segera bergegas keluar dari kamar nya tanpa lupa membawa tas nya. Tas berukuran sedang yang selalu ia sandang di bahu nya.
Tania pun menuruni anak tangga dengan sangat tergesa-gesa. Membuat Bik Saodah agak sedikit takut melihat nya. Takut jika sampai Nyonya itu jatuh dan harus di bawa ke Dokter. Sehingga hal itu pasti ia yang akan kena karena di anggap tidak becus menjaga Nyonya nya.
Di bawah tangga.
“Aku mau keluar sebentar Bik, ke kantor nya Joe.” beber Tania seraya menyunggingkan senyum nya.
“Tapi Non, Tuan tadi berpesan kepada saya untuk tidak membiarkan Nona pergi keluar dari rumah.” Bik Saodah menyampaikan pesan Joe kepadanya.
Cih! Melarang ku pergi dari sini, sementara dia dengan bebas saling menggoda dengan wanita lain di luar sana.
Gumam Tania.
“Bibik tenang saja. Tadi aku udah telepon Joe kok, ngasih tau jika aku akan ke kantor nya.” Tukas Tania. berharap jika Bik Saodah percaya terhafap kata-katanya.
“Benar ya Non, Nona Tania sudah bilang terlebih dulu dengan Tuan.” Memastikan kembali atas apa yang di dengar nya.
“Iya Bik, Bibik tenang saja. Semuanya pasti aman.” Semakin berusaha meyakinkan.
“Hmm, baiklah. Kalau begitu Bibik akan minta seseorang untuk mengantar Nona kesana.” Kata Bik Saodah.
“Eh, nggak usah Bik!” seru Tania.
Bagaimana bisa ia membiarkan itu terjadi. Tania tidak mau di antar oleh salah satu pengawal yang ada disana. Karena sepulang nya dari kantor Joe nanti, Tania berencana mampir dulu ke Caffestar untuk menyapa Roy yang
sudah lama tanpa kabar.
“Enggak bisa Non, itu sudah peraturan. Tolong jangan persulit saya.” Tukas Bik Saodah.
Tania menarik nafas nya dengan sangat berat. Lalu kemudian ia pun menuruti setiap apa yang di katakana wanita paruh baya itu.
“Ya sudahlah, terserah Bibik saja.” Ucap nya lemas.
Bik Saodah merasa puas karena Tania memenuhi aturan yang telah di berikan oleh nya. Yang sejujurnya, hal itu juga Joe yang memintanya. Kini Tania pun melangkahkan kakinya dengan sangat cepat menuju kearah teras.
Nb. Baru bisa up segini, namun Ra usahakan ada sesering mungkin. Semoga para readers, mengeLike karya Ra ini, dan juga sudi meninggalkan komentar di bawah.
Terimakasih^^
TBC