
jonathan duduk dengan menyederkan tubuh nya di sandaran ranjang tangan nya yang sebelah memegangi kepala nya, hasrat nya yang membara harus ia simpan seminggu lagi, ya.. seminggu lagi atau lebih pikir nya.
tania kembali memegangi perut nya yang semakin nyeri karena tamu bulanan nya.
jonathan menatap ke arah istri nya itu ia tak tega melihat tania yang terus memegangi perut nya.
" kau yakin tidak apa - apa?" tanya nya cemas.
" tidak apa - apa joe, bolehkah aku meminta sesuatu?" tania menatap wajah joe.
" apa? katakan lah " ucap joe.
" tolong belikan aku kiran** minuman herbal yang aku bilang tadi." lirih nya.
" baiklah kau tunggu disini aku akan menelfon mama untuk membelikan nya untuk mu." ucap jonathan seraya meraba ponsel nya yang berada di lemari kecil di samping ranjang nya.
ia pun mulai mencari nomor ponsel sang mama berniat menyuruh nya membawakan semua keperluan wanita yang sedang datang bulan.
" tut tut tut.."
telfon tersambung dan mama mengangkat nya.
" hallo.." sapa mama di balik sambungan telefon.
" hallo ma.. mama lagi dimana." tanya jonathan.
" mama di rumah nih, ada apa nak?" tanya mama lembut.
" yasudah mama istirahat lah, " ucap nya seraya menutup telfon nya.
sambungan telfon terputus, mama menatap bingung ke arah ponsel nya.
" ada apa dengan joe? tidak biasa nya dia menanyakan ku seperti tadi, biasa nya dia tidak pernah terlalu memperhatikan ku..
aah.. sudah lah mungkin saja anakku sudah berubah.
batin mama
***
jonathan terlihat bingung, ia kembali menatap ke arah tania yang masih mengelus lembut perut nya.
mama sudah dirumah, nggak mungkin kan aku nyuruh mama, jarak rumah mama dan hotel kan lumayan jauh, lagi pula ini sudah larut, bayu dan miska... ah enggak deh ntar mereka malah menertawakan ku..
apa aku pergi sendiri saja ya, kasihan juga melihat istri ku seperti itu.
batin jonathan.
jonathan berdiri dan mengambil pakaian nya,
ia pun memakai celana serta baju nya dengan rapi serta menyisir rambut nya kebelakang.
" kamu mau kemana joe? " tanya tania.
" aku akan pergi membeli obat mu." ucap joe singkat.
" kamu yakin akan membeli nya untukku.." tanya tania.
" ya.. " jawab joe.
" apa.!!!" jonathan mendelikkan mata nya.
" kamu tidak mau? lalu bagaimana dengan tamu ku.." tania memasang wajah memelas.
lihat itu..
dia bahkan memasang wajah yang begitu imut, bagaimana aku bisa menolak nya.
" ya sudah.. nanti aku akan membelikan nya untuk mu, ada lagi yang kau butuh kan? biar sekalian aku jalan" tatap nya sedikit kesal.
" tidak ada.. " ucap tania.
" hati - hati ya.." tania tersenyum.
hah.. joe ingin membelikan nya sendiri untukku, hahaha apakah dia serius, jika dia serius pasti lucu sekali membayangkan ekspresi nya saat mencari apa yang ku butuh kan hehehehe
tania tergelak sendiri membayangkan ekspresi jonathan nanti.
jonathan pun akhirnya pergi meninggalkan kamar hotel menuju ke salah satu mini market yang masih buka malam itu.
jonathan turun dari mobil nya, ia melangkah masuk kedalam mini market tersebut, para karyawan perempuan yang bekerja disana tak henti menatap nya..
" hei lihat... tampan sekali cowok itu.." bisik para penjaga mini market kepada salah satu teman nya.
jonathan tak menggubris nya ia sudah terbiasa dengan itu, karena para wanita sudah biasa memuji ketampanan nya.
mereka memasang senyum secantik mungkin di hadapan jonathan dan ia membalas nya.
saat sudah berada di dalam mini market jonathan sedikit kesulit menemukan obat herbal yang di maksud tania dan jonathan memilih untuk memanggil salah satu karyawan mini market untuk membantu nya.
" mba.. bisa tolong saya." ucap jonathan sopan.
salah satu penjaga wanita tersebut dengan sumringah nya menghampiri jonathan.
" maaf tuan ada yang bisa saya bantu.." tanya sang penjaga.
" tolong carikan aku minuman herbal untuk wanita yang sedang datang bulan serta pembalut ya." ucap nya kepada sang penjaga.
" baik tuan.."
penjaga mini market pun mengambil minuman yang di minta jonathan namun saat akan mengambil pembalut sang penjaga kembali bertanya.
" tuan mau yang seperti apa,? yang panjang atau yang biasa, yang bersayap atau tidak.?" tanya sang penjaga mini market.
jonathan tampak bingung dengan jawaban nya dan akhir nya ia menyuruh sang penjaga untuk mengambilkan semua yang di katakan sang penjaga.
setelah membayar semua nya jonathan pun pergi meninggalkan tempat itu dan langsung kembali menuju hotel.
jonathan kembali memasuki kamar hotel, dilihat nya tania yang sudah berbaring di atas ranjang nya, ia menatap lembut ke arah tania.
" sayang.. bangun ini aku bawakan apa yang kamu minta." ucap jonathan lembut seraya membelai rambut istri nya.
tania terjaga, dia memang belum sepenuh nya tertidur tadi. dan ia merasai saat joe membelai rambut nya dengan begitu lembut.
bersambung