CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 29


Tania juga tak mampu menolak ciuman Joe yang kedua kalinya. Ia merasa jika saat ini ia juga memiliki hati terhadap atasan nya itu.


"Aku tak ingin mendengar apapun penolakan darimu. Mulai dari sekarang kau adalah kekasih ku!" Ucap Joe tegas.


"Apa! enak saja dia memutuskan hubungan ini secara sepihak. Seharusnya dia juga harus mendengar jawaban ku kan.


"Tuan anda tidak.."


"Sssttt!" Joe menempelkan jarinya di bibir Tania. "Tutup mulutmu, jangan berkata apapun. Meskipun kau menolak aku akan tetap memaksamu untuk menjadi kekasih ku!" Seringai Joe.


"Apa! seenaknya saja dia berkata seperti itu. Dia pikir dia itu siapa!


Gerutu Tania. Tentu saja dia tidak bisa menerima nya begitu saja. Hingga akhirnya hatinya luluh saat Joe mendekap nya dengan sangat lembut.


"Ya tuhan.. kenapa aku jadi tak tega begini melihat nya. Sepertinya dia bersungguh-sungguh kepadaku. Aaaa... hatiku juga tak bisa menolaknya bagaimana ini.


***


"Hari ini kau tidak usah kerja." Joe menyodorkan segelas jus yang dipesan nya tadi dari pelayan.


"Kenapa?" Tania bingung.


"Aku ingin kau ikut kerumah ku sekarang,"


Ucapan Joe semakin membuat Tania tak mengerti.


"Kenapa saya harus kerumah anda?"


Tania mengerutkan dahinya. Sedangkan Joe meraih ponselnya dan menghubungi seseorang disana.


"Hallo, Miska, tolong sediakan kursi roda sekarang juga dan bawa keruangan ku dalam sepuluh menit!" Perintah nya tegas.


Seketika Miska kelabakan dibuatnya. Ia kemudian memutar otak bagaiman mendapatkan apa yang diinginkan tuan nya sekarang.


"Tuan, anda belum menjawab pertanyaan saya." Tania mengingatkan nya kembali.


"Pertanyaan, pertanyaan apa?" Joe seolah lupa dengan pertanyaan yang dilontarkan Tania atau jangan-jangan ia dengan sengaja tidak ingin mengingatnya.


"Kenapa saya harus kerumah anda!"


Mengulang kembali pertanyaan yang tadi di lontarkan nya.


"Nanti kau akan tau sendiri."


Joe tersenyum seraya berjalan menuju meja kerjanya dan kini ia mulai membuka laptop nya memeriksa pekerjaan nya. Sedangkan Tania mengerutkan dahinya menatap sebal kearah Joe dari sofa.


Tak berapa lama kemudian Miska datang dengan membawakan kursi roda yang di minta Joe. Entah darimana ia mendapatkan nya. Yang pasti saat ini terlihat keringat mengucur deras di dahinya.


"Tuan, ini kursi roda yang anda inginkan." Ucapnya setibanya disana.


"Hmm, letakkan disana." Menunjuk kearah sofa. Dimana Tania duduk dengan rapi disana.


Miska kemudian melakukan apa yang di perintahkan atasan nya itu. Ia meletakkan kursi roda yang diminta Joe disamping sofa. Terlihat disana Tania duduk dan tersenyum kepadanya. Miska membalas senyuman nya. Namun dari lubuk hati yang terdalam ia bertanya-tanya sedang apa Tania disana.


"Hiks, hiks, hiks, habislah aku Miska pasti akan berpikir yang bukan-bukan terhadapku.


Tania menangis didalam hati. Baginya hari ini sungguh sial baginya. Sudahlah kakinya terkilir karena tak sengaja bertabrakan dengan Joe. Harus menerima keputusan sepihak Joe yang memaksanya untuk menjadi kekasihnya. Bahkan kini Miska harus tau jika ia dan Joe memiliki hubungan yang lebih dari sebatas partner kerja. Ia tak tau harus meletakkan wajah nya dimana sekarang. Karena dalam hatinya sekarang Miska pasti akan berpikir yang tidak-tidak terhadapnya.


"Miska, bantu aku pegang kursi roda nya." Ucapnya tanpa sungkan kepada Miska.


Tentu saja Miska dengan sigap langsung menuruti permintaan tuan nya. Ia lalu memegang kursi roda.


"Tuan, saya bisa sendiri. Tidak usah begini," Tania merasa sungkan. Jujur saat ini ia sangat malu karena disana ada Miska yang menyaksikan dirinya di gendong dengan penuh kelembutan oleh Joe.


"Kau diamlah, jangan banyak bergerak." Ucap Joe. Kini ia sudah meletakan tubuh Tania diatas kursi roda.


"Ya tuhan Tania, kau sangat beruntung mendapatkan perhatian khusus dari Tuan Joe. Meskipun dia sering bergonta-ganti pasangan, tapi aku tidak pernah melihat sikap nya yang begitu lembut terhadap yang lainnya. Ini pertama kalinya.


Miska berdecak kagum. Ternyata teman nya Tania bisa meluluhkan hati CEO playboy itu.


"Miska, tolong sampaikan kepada Bayu jika saya pulang lebih awal hari ini. Katakan padanya untuk mengurus dengan baik hari ini." Perintah Joe.


"Baik Tuan." Miska mengangguk pelan.


"Hmm, sekarang tolong bawa Tania masuk ke mobil saya." Perintah nya lagi.


Miska menangguk mengerti. Ia lalu meraih gagang kursi roda dan mendorong nya dengan pelan keluar dari ruangan Joe.


Sedangkan Joe keluar lebih dahulu dari sana.


Miska tersenyum dari arah belakang. Melihat Joe yang sudah jauh meninggalkan mereka. Kini adalah waktu yang tepat untuk menggoda nya. Miska bahkan sudah mempersiapkan banyak pertanyaan untuk Tania.


"Ekhm-ekhm, kayak nya ada yang lagi dekat nih sama Bos." Ujar nya pelan namun cukup terdengar jelas di telinga Tania.


"Apaan sih Mis, ah!" Wajah Tania seketika memerah. Ia merasa malu jika harus mengakui semuanya didepan Miska.


"Ini pertama kalinya loh aku lihat Tuan CEO begitu perhatian sama wanita. Meskipun dia terkenal playboy, tapi jujur saja aku tidak pernah melihat nya memperlakukan wanita se-lembut dan se-perhatian ini." Ujar Miska.


"Kenapa kamu mengatakan itu kepadaku," Tania seolah malas untuk menanggapi. Ia tau jila saat ini Miska ingin sedikit mengorek sejauh mana kedekatan Joe dengan nya.


"Biar kamu tau aja sih. Jika Bos sekarang naksir kamu." Miska berucap santai. "Jika dia tidak menyukaimu, mana mungkin dia se-perhatian ini padamu," Tambah nya lagi.


"Ssstt! jangan berisik nanti kedengaran orang lain" Tania me-ngerlingkan pandangan nya menatap disekitar. Ia takut jika sampai ada orang lain yang mendengar nya.


"Haha, berarti dugaan ku benar kan. Selamat ya Tania, akhirnya CEO playboy bisa jatuh cinta juga." Miska tersenyum senang disusul gelak tawa di akhir nya.


"Miska, pelan kan suaramu!" Tania kembali memperingatkan.


"Haha, maaf-maaf. Tapi kamu harus janji ya kapan-kapan kamu harus menceritakan semuanya kepadaku." Miska tersenyum licik. Ia terlihat begitu senang karena bisa menggoda Tania.


"Iya deh," Tania akhirnya mengalah. Ia tak ingin jika Miska terus bersuara dan didengar oleh yang lainnya.


Setibanya didepan mobil. Miska membukakan pintu, lalu ia membantu Tania untuk masuk kedalam. Sedangkan didalam sudah terlihat tengah duduk menunggu mereka.


"Terima kasih Miska," Ucap Tania.


Kini ia sudah duduk dengan baik didalam mobil karena bantuan Miska.


"Sama-sama." Miska menundukkan kepalanya. Tanda hormat kepada atasan nya Joe yang ada disana. Lalu ia menaikkan jempol nya kearah Tania seraya men-gedipkan matanya. Setelah itu ia pun menutup pintunya.


BERSAMBUNG