CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 132


Wulan terperangah saat melihat adegan panas yang ada di hadapan nya. Dimana saat ini Joe terlihat mencumbu leher Tania dengan tangan yang sudah menyusup kedalam pakaian yang di kenakan Tania.


“Ups, sorry.” Kalimat itu terlontar begitu saja.


Alhasil, Tania pun menoleh kearah Wulan dan mendorong Joe ke belakang.


“Shiit!” joe memukul sofa yang di duduki nya.


Sementara Wulan kini menundukkan kepalanya  dengan tangan yang gemetar memegangi botol air mineral.


“Maafkan saya Tuan, sa-saya hanya i-ingin mengantarkan ini.” Meletakkan air mineral yang ada di tangan diatas meja yang ada disana. “Permisi.” Semakin menundukkan kepala tanpa melihat apapun.


“Dasar pegawai ceroboh!” bentak Joe.


“Joe, sudahlah, Wulan pasti tidak sengaja. Lagian salahmu juga kan yang tidak mengunci pintunya terlebih dulu tadi.” Tania berusaha meredakan emosi Joe agar Wulan tak semakin di marahi disana.


Wulan berdiri mematung sedikit jauh dari mereka. Langkah kakinya yang ingin segera kabur dari sana terhenti saat Joe membentak nya.


“Maafkan sa-saya Tuan. Tadi itu sa-saya buru-buru masuk kedalam karena tak ingin Nona Tania terlalu lama menahan dahaganya.” Berusaha membela diri, dengan kepala yang semakin menunduk kebawah.


“Sayang, maafkan kecerobohan nya ya.” Tania mengelus  lembut dada Joe disana.


Cih! Harus menjilat sedemikian mungkin agar Wulan segera terbebas dari hukuman nya.


Joe menangkap tangan Tania lalu menarik nya hingga jatuh kedalam pelukan nya.


“Aku tau, kau merayuku karena tak ingin memberi hukuman kepada sahabatmu ini kan.” Joe menaikkan sebelah alisnya. “Semuanya tidak gratis sayang.” Seringai Joe selanjutnya.


Aku tau, kau tidak akan dengan mudah memaafkan orang lain. Apalagi orang itu sudah mengganggu kesenangan mu.


Tania menyunggingkan senyum nya.


“Nanti malam aku akan memakai pakaian yang di belikan Wulan untukku.” Melirikkan matanya kearah Wulan dengan tatapan tak senang.


Wulan membelalakkan matanya, membayangkan bagaimana sahabatnya menghabiskan waktu tadi malam dengan Bos nya.


Jadi, Tania sudah memakai lingeri yang aku beli itu? Eh, bukan-bukan, jika di lihat dari bentukan nya. lingeri itu lebih pantas di sebut bikini, hahahah!


Wulan menahan senyum nya, tak bisa membayangkan apa yang terjadi selanjutnya saat Tania memakainya. Apalagi melihat gaya Joe yang begitu agresif tadi, pasti tadi malam Tania menghabiskan malam dengan sangat


melelahkan.


Sementara Joe, menyadari ekspresi yang di tunjukkan Wulan hingga berkata.


“Lihat itu sahabatmu, dia tersenyum sendiri saat kau mengatakan hal itu tadi.”


Tania kembali melirik kearah Wulan.


Dasar Wulan kampret! Bisa-bisanya dia tersenyum seperti itu saat aku tengah berusaha membantunya. Pasti, sekarang saat ini dia sedang membayangkan bagaimana aku saat memakai pakaian itu kan.


Gumam Tania kesal.


“Hei, Kau! Karena istriku sudah menjamin dirinya untukmu. Maka sekarang kau boleh pergi, tapi ingat! Lain kali, seberapa mendesaknya kau, jangan lupa mengetuk pintu dulu baru masuk.” Titah Joe dengan tatapan dingin nya.


“Ba-baik Tuan!” segera Wulan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu dan menutup pintunya rapat-rapat.


“Ya sudah, sekarang kau minum air mu. Setelah itu kita keluar ke ruang rapat, aku mau kau menemaniku disana.”


Joe mengambilkan air mineral yang di letakkan Wulan disana. Lalu kemudian membukanya, menyodorkan nya kepada Tania.


“Hmm,” Tania kembali menyunggingkan senyum nya dan mengambil botol air itu dari tangan Joe dan meminum nya.


Sementara itu di luar ruang.


“Kau kenapa Lan?” tanya Bayu saat melihat Wulan yang terlihat gugup.


Apa yang mereka bicarakan? Kenapa harus menjauh seperti itu dariku?


Katty mengerutkan dahinya menatap kearah mereka.


Setelah selesai membisikkan sesuatu yang baru saja di lihat nya. Kini, Wulan dan Bayu kembali menghampiri Katty yang berdiri disana.


“Nona Katty, sepertinya kita harus segera pergi dari sini.” Ajak Bayu.


“Kenapa? Aku masih ingin disini  menunggu Joe keluar.” Tolak Katty dengan melipat kedua tangan nya.


“Ya sudah, silahkan menunggu. Tapi jangan salahkan kami karena tidak memberitahumu.” Ucap Bayu.


“Hmm,” balas Katty seolah tak perduli dengan apa yang di ucapkan Bayu.


“Wulan, ayo kita segera pergi dari sini.” Ajak Bayu seraya membalikkan badan nya meninggalkan tempat itu.


“Baik Tuan.” Wulan mengangguk, mengikuti langkah Bayu sekarang.


Namun, baru beberapa langkah Wulan beranjak, kini ia kembali menoleh kearah katty seraya berucap.


“Sebenarnya, Tuan dan Nona kami sedang berusaha keras membuat Tuan muda kecil di dalam.” Senyum merekah seolah mengejek di sunggingkan Wulan. “Selamat menunggu, semoga saja Nona Katty bisa mendengar bagaimana panas nya Presdir dan Nona kami saat sedang membuat Tuan muda kecil di dalam.” Seringai nya kini.


Wulan pun kini membalikkan badan nya, kembali melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Hahahaha, entah mengapa, melihat kekesalan dari wajahnya membuat hatiku senang.


 Wulan merasa sangat puas melihat Katty dengan wajah kesal disana.


Sementara itu.


Dasar pegawai rendahan… bisa-bisanya dia berbicara seperti itu kepadaku.


Katty mengepalkan tangan nya merasa geram dengan perkataan Wulan.


Tapi, jika memang benar apa yang di katakan nya.


Katty lalu memalingkan wajah kearah pintu ruangan yang tertutup rapat disana.


Aaah! Sungguh hal ini membuat ku gila. Apalagi harus mendengarkan mereka, lebih baik aku segera pergi dari sini.


Geram Katty.


Kini, ia pun membalikkan badan nya dan ikut pergi meninggalkan tempat itu.


Wah-wah… sepertinya ada yang sedang panas nih. Wkawkwkwkw🤣 Jika kalian ada di posisi Katty sekarang, apa yang akan kalian lakukan ya? Jangan lupa pantengin terus ya, nantikan episode selanjutnya yang akan tayang besok😉


Nb. Mampir juga ke karya Ra yang lainnya ya.


1.       Ternyata ini Cinta


2.       Pengantin yang tak Dirindukan


3.       Pengantin yang tak Dirindukan (2)


4.       Married Because Forced (Baru rilis) kalian pasti suka.


Happy reading! Terimakasih^^


TBC.



Jangan lupa di ramaikan ya guys🤗🤗