CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 25


Siang ini seperti biasanya Joe menghabiskan waktu makan siang nya di kantin perusahaan nya. Namun disana ia memiliki ruang khusus tersendiri, dimana hanya orang-orang penting yang bisa masuk kedalam.


Kini ia pun duduk diatas sofa seraya menyenderkan kepalanya.


"Akhirnya kita bisa menghabiskan waktu makan siang ini hanya berdua saja. Aku senang sekali Joe," Ucap Angeline seraya menyandarkan kepalanya diatas bahu Joe.


"Siapa bilang? Hah," Ucap Joe dingin.


"Bukankah disini hanya ada kita berdua?" Tanya Angeline seraya mengangkat kepalanya dan menatap kearah Joe.


"Sebentar lagi Bayu akan datang dan dia juga akan makan siang bersama kita," Ujarnya.


"Apa! Jadi si Bayu juga akan datang kesini! Huh, jadi gagal deh rencanaku untuk bisa merayu Joe saat ini


Gumam Angeline.


Tak lama kemudian Bayu pun tiba disana. Dengan wajah yang selalu ceria ia pun menghampiri Joe dan duduk disamping nya.


"Hai Bro, udah lama nunggu?" Sapa nya begitu duduk disebelah Joe.


"Darimana saja kau, lama sekali baru tiba disini." Ketus Joe


"Tadi aku mesenin makanan dulu buat kita. Habis itu baru masuk kesini nyamperin kamu," Ujar nya. Lalu Bayu kemudian melirik kearah sebelah kanan Joe. Dimana disana Angeline duduk seraya menyender mesra di bahu Joe.


Ia memperhatikan dengan seksama kearah Angeline dan seperti nya wajah nya itu tidak asing baginya. Hingga akhirnya ia mengingat siapa gadis itu sebelumnya.


"Angeline.." Sapa Bayu ketika sudah mendapatkan kembali ingatan masa lalunya.


Angeline menoleh, namun sepertinya tatapan nya kurang menyenangkan saat menatap Bayu.


"Nggak nyangka ya, kamu bisa secantik ini sekarang." Ucap Bayu. "Bukan hanya cantik, kamu juga semakin seksi." Tambahnya lagi.


"Terima kasih,"


Angeline seketika tersenyum saat mendengar pujian dari Bayu. Ia menjadi semakin percaya diri saat ini. Sehingga kini ia semakin menggencarkan aksinya untuk terus menempel disamping Joe.


Namun sepertinya Joe kurang nyaman dengan itu.


"Aku gerah, menjauh lah sedikit dariku." Ketus Joe kepada Angeline.


"Tapi Joe, aku.."


"Kau yang menjauh atau aku yang mengganti posisi duduk ku." Ucap Joe dingin


"Baiklah,"


Angeline akhirnya mengalah. Kini ia sedikit menjaga jaraknya dari Joe.


Pelayan masuk dengan membawakan yang di pesan Bayu sebelumnya. Lalu dengan sopan mereka menghidangkan segalanya diatas meja dan setelah itu dengan sedikit menundukkan badan. Pelayan-pelayan itu pamit undur diri pergi dari sana.


"Hmm, kayak nya enak nih. Joe aku makan duluan ya." Ucap Bayu sembari mendekati makanan nya.


"Hmm,"


"Joe, Bayu tidak memesan untukku. Bolehkah aku makan bersamamu," Pinta Angeline.


"Ya ampun Ngel, maafin aku ya. Tadi aku nggak tau jika kamu juga akan makan siang bersama kami. Maka dari itu aku nggak pesan makanan apapun untuk kamu." Bayu merasa bersalah.


"Lanjutkan saja makan mu. Itu bukan salahmu," Ucap Joe. "Sedangkan kau, jika kau ingin makan sesuatu pesan lah makanan mu sendiri dan jangan ganggu punyaku." Ketus Joe.


"Hmm, baiklah." Angeline tersenyum kecut.


"Sial! Bisa-bisa nya Joe bersikap sedingin ini kepadaku. Bukankah sebelumnya ia sangat baik terhadapku. Semua ini pasti karena gadis itu, ia pasti telah berhasil menggoda Joe.


Gumam Angeline.


Sementara itu Bayu tersenyum kecil melihat nya.


***


Sore ini setelah selesai mengerjakan tugas nya. Tania dengan segera membereskan semuanya. Hingga waktunya jam pulang kantor ia pun langsung bergegas keluar dari ruangan nya.


Karena ruangan kerjanya dan Miska bersebelahan. Maka merekapun keluar secara bersamaan.


Setibanya diluar kantor. Bayu yang melihat mereka berjalan berdua. Tak tahan jika harus menjaga mulutnya untuk tidak menyapa.


"Hai para gadis cantik," Sapa Bayu seraya menghampiri keduanya.


"Eh pak manajer," Tania tersenyum.


"Jangan panggil pak dong, apalagi manajer." Ucap Bayu.


"Terus kita harus panggil apa? Kan benar kata Tania jika kamu itu pak manajer atasan kita," Timpal Miska kemudian.


"Ya sih, tapi aku lebih senang jika kalian berdua memanggil ku seperti biasa Bayu." Ujar nya.


"Baiklah Bayu," Miska tersenyum menggoda.


Sedangkan Tania hanya senyum di tempat nya.


"Nah, gitu dong. Kan jadi lebih enak gitu dengar nya. Oya kalian pulang naik apa? Barengan sama aku yuk!" Ajak Bayu yang menawarkan tumpangan nya.


"Aku bawa motor," Ujar Miska.


"Yaudah, kalau gitu kamu bareng aku aja Nia," Ucap Bayu.


"Hmm, gimana ya.."


"Kak Roy," Lirih Tania begitu melihat Roy ada disana.


"Hai Tania, Miska." Sapa Roy seraya tersenyum kearah keduanya.


"Hai Roy," Sahut Miska.


"Kak Roy, tumben mampir kesini." Tania mengerutkan dahinya.


"Aku sengaja mau jemput kamu Nia," Sahut Roy.


"Oh ya, tumben."


"Ya, karena aku mau ngajak kamu nonton sekarang." Ujar Roy mengutarakan niatnya.


"Nonton?"


"Ya, ada film baru di bioskop. Aku yakin kamu pasti suka. Aku juga udah beli tiket nya untuk kita berdua." Tambah Roy lagi.


"Oke, baiklah. Jika kak Roy memaksa, maka Tania juga nggak boleh nolak kan. Hehe,"


Tania tersenyum.


"Yaudah, kalau gitu kita pergi sekarang ya. Ntar film nya keburu mulai." Ujar Roy.


"Baiklah," Tania setuju. "Miska, Bayu. Aku duluan ya." Ujar nya.


"Hmm, hati-hati ya. Selamat bersenang-senang." Sahut Miska dan Bayu secara bersamaan.


"Cie.. kompak banget nih." Goda Tania. "Yuk kak jalan," Ujar nya kepada Roy. Sehingga kini merekapun pergi dari sana.


Terlihat wajah Miska yang memerah karena godaan Tania barusan. Membuat Bayu tersenyum dan ingin kembali menggoda. Namun belum lagi ia meluncurkan kalimat nya. Miska buru-buru pergi kearah parkiran dan meninggalkan nya sendirian disana.


Sementara itu dari dalam sebuah mobil. Terlihat ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka disana.


"Ada apa denganku. Kenapa hatiku begitu sakit saat melihat Tania jalan bersama teman pria nya.


Gumam Joe.


"Pak Min, jalan. Ikuti Tania" Ujar nya.


Tanpa menunggu lama, Pak Min yang mendapatkan perintah dari atasan nya itu kemudian segera meluncur mengikuti Tania dan Roy.


"Tania, bagaimana pun caranya kau harus jadi milikku." Lirih Joe.


Setibanya di Mall XXX. Roy memarkirkan motornya di parkiran khusus motor. Lalu setelah itu, ia dan Tania berjalan menuju kearah pintu masuk Mall tersebut.


Terlihat dari jauh mereka berdua begitu akrab dengan saling melemparkan senyuman satu sama lain. Sehingga membuat Joe merasa panas sendiri di tempatnya.


Disepanjang perjalan memasuki Mall. Roy berusaha meraih tangan Tania agar bisa bergandeng mesra dengan nya. Sementara itu Tania merasa tak nyaman dengan situasi tersebut.


"Kak, tangan nya dikondisikan ya." Ucapnya seraya tersenyum.


Roy kemudian mengurungkan niat nya. Kini mereka pun kembali berjalan seperti biasanya.


"Yuk masuk. Bentar lagi Film nya mulai nih," Ajak Roy begitu tiba didepan gedung bioskop.


Tania mengangguk setuju. Ia kemudian segera masuk kedalam bersamaan dengan Roy.


Sementara itu.


"Pak Min, belikan aku tiket agar bisa masuk kedalam bersama mereka." Ucap Joe seraya mengeluarkan sejumlah uang.


"Saya harus beli tiket untuk Film apa Tuan?" Pak Min bingung.


"Semua Film yang tayang hari ini." Ucap Joe.


"Baik Tuan," Pak Min mengangguk mengerti. Lalu ia pun segera menuju ke loket pembelian tiket.


Tak lama berselang. Pak Min kembali dengan membawakan tiket yang diinginkan Joe. Lalu setelah mendapatkan tiket nya, Joe dengan segera masuk kedalam gedung bioskop tersebut dan mencari keberadaan Tania dan Roy.


Terlihat disana Tania dan Roy sedang mengantri untuk masuk kedalam. Itu karena banyak nya muda-mudi yang sengaja datang hanya untuk menonton Film tersebut.


Setibanya didalam. Perhatian Joe tak lepas dari Tania. Ia terus mengawasi gerak-gerik Tania yang duduk tepat didepan kursinya. Hingga saat Tania mulai bangkit dari duduk nya dan berjalan keluar. Joe pun dengan segera beranjak dari sana mengikuti gadis tersebut. Hingga akhirnya Tania tiba didepan toilet wanita dan masuk kesan. Joe tetap menunggunya diluar.


Beberapa menit kemudian. Tania akhirnya keluar dari toilet. Namun tak disangka, tiba-tiba saja tangan nya ditarik paksa oleh seseorang.


"Tuan,"


"Cup"


Tanpa berkata apapun, Joe dengan kasar mendaratkan ciuman nya di bibir Tania. Sehingga kini membuat gadis tersebut mulai terengah-engah dengan nafasnya.


Tania berusaha berontak. Cukup lama, hingga akhirnya ia berhasil mendorong tubuh Joe dengan sangat keras hingga hampir membentur ke dinding yang ada di belakang nya.


"Kau!" Tania mengepalkan tangan nya. Ia merasa kesal dengan tindakan Joe yang dinilai terlalu semena-mena dengan nya.


Lalu tanpa melanjutkan kalimat nya. Tania lari meninggalkan tempat itu. Sementara Joe menatap kepergian nya dengan penuh kemarahan.


"Sekarang kau bisa lari. Tapi lihat saja, aku tak akan pernah membiarkan mu bersama pria lain Tania.


Joe mengepalkan tangan nya.


BERSAMBUNG