
Grepp.... Veli dengan cepat memeluk tubuh Jo dari belakang.
Sedangkan Jo terdiam binggung tak tahu harus bicara apa.
"Hiks hiks hiks hiks hiks jangan tinggalkan aku," lirih Veli terisak.
Jo menghembuskan nafas kasar, harus bagaimana lagi, Jo masih sedikit kecewa dengan Veli meskipun Jo sudah memaafkan tetapi untuk kembali rasanya masih belum terfikir oleh dirinya.
Jo pun mencoba melepaskan pelukan dari Veli, Jo tak ingin dia terbawa emosi saat mengingat bagaimana kejamnya Veli yang dulu, tega menelantarkan anaknya.
"Maaf, untuk sekedar berteman aku bisa kalau untuk lebih jauh atau balikan. Maaf..." Kata Jo sedangkan Veli hanya diam hatinya begitu kecewa.
Jo pun berlari meninggalkan Veli yang masih mematung tidak percaya.
Jo pun menoleh dari kejauhan dia melihat Veli yang masih terpaku di tempatnya.
"Maafkan aku, semoga kamu mendapatkan lelaki yang baik," guman Jo setelah itu dia pergi meninggalkan tempat itu.
"Hiks hiks hiks hiks hiks," Veli merosot meratapi nasibnya.
"Nih hapus tuh air mata, malu sudah tua masih mewek," kata pemuda tampan yang memegang gitar, dia menyodorkan sapu tangannya untuk Veli.
"Makasih," hanya itu yang Veli ucapkan.
"Hmm...." Pemuda itu pun pulang melanjutkan perjalanan mencari rezeki.
Veli memandang punggung pemuda itu sampai menghilang dari pandangannya.
****
Di tempat berbeda...
"Sayang masa aku harus minum semua ini," tanya Abraham kepada Arin, dia bergidik ngeri melihat tampilan jus di depannya.
"Pokoknya mas harus habiskan semuanya," perintah Arin melotot menatap Abraham dengan horor.
Arin dan Abraham berada di meja makan, Arin membuat jus yang Abraham kira untuk Arin tetapi semua pemikiran Abraham itu salah. Ternyata jus itu dibuatkan Arin khusus untuk Abraham.
Sedangkan Bimo berdiri tidak jauh dari mereka.
Gleekk... Glekk...
'Baru kali ini ku lihat wajahnya begitu menyeramkan, tuh anak benci banget sama aku kayaknya. Masa bapaknya di suruh minum jus campuran begini mana isinya brokoli, wortel sama tomat. Rasanya bagaimana tuh gak bisa bayangin untung saja tuh pare gak di masukkan juga,' batin Abraham ngeri membayangkan rasanya.
"Sayang bagaimana kalau Bimo saja yang minum," tawar Abraham melirik ke arah Bimo.
Glek... Glek ... Glek...
Sedangkan Bimo menelan ludah kasar mendengar kata dari sang tuan nya.
'Semoga nyonya Arin menolak. Ngeri banget lihat tampilan tuh jus apalagi rasanya,' batin Bimo.
"Ini kan maunya anak kamu," kata Arin memelas.
"Bimo yang minum juga sama saja sayang," tawar Abraham.
'Hadeh tuan mau enaknya saja bikin anak, masa giliran gak enaknya di kasih ke aku,' batin Bimo bersungut-sungut.
'Bagus nyonya, biar tuan saja yang minum. Aku harus pergi dari sini sebelum aku juga terkena masalah,' batin Bimo.
'Benar-benar nih anak punya dendam dengan ku,' batin Abraham.
'Turuti saja daripada tidur di luar, aku tak bisa tidur tanpa memeluk dia,' batin Abraham.
"Ya sudah mana, tetapi sedikit saja ya karena aku tidak suka dengan jus," Abraham masih mencoba membujuk sang istri. Dia belum rela satu gelas penuh jus aneh itu masuk ke dalam perutnya.
Arin menatap Abraham horor, Abraham pun mendadak lesu melihat itu.
"Tuan, nyonya saya ijin ke depan dulu mau jaga di depan sambil ngopi dengan yang lain," pamit Bimo.
Abraham menatap Bimo kesal.
"Iya silahkan," jawab Arin.
Setelah itu Bimo kabur secepat kilat dari sana, dia tak ingin menjadi korban kejahilan anak tuannya yang masih di dalam kandungan itu.
Bimo bernafas lega, untung Abrian sama Aurel menginap di rumah Oma nya, kalau tidak bisa-bisa dia yang di suruh minum jus aneh itu secara keduanya sangat menyayangi papa nya.
"Semuanya?" Tanya Abraham sekali lagi.
Arin mengangguk antusias, dia sudah tak sabar melihat Abraham menegak habis jus itu.
Abraham mengambil gelas besar itu, dia mencium jus itu.
'Baunya sudah begini, bagaimana rasanya?' batin Abraham.
"Ayo sayang," kata Arin tersenyum manis.
'Senyum itu terlihat mengerikan,' batin Abraham.
Glek glek glek glek glek glek...
"Duh manis banget suamiku," kata Arin saat melihat Abraham meminum jus sampai tandas.
"Aku ke teras samping dulu, mau menghubungi Abrian sama Aurel. Tiba-tiba aku kangen mereka," kata Arin berdiri meninggalkan Abraham.
"Hmmm...." Jawab Abraham sambil menutup mulutnya rapat-rapat, dia menahan untuk memuntahkan jus itu di depan Arin.
Setelah kepergian Arin.
"Uweeeek....." Abraham berlari ke dapur, ke arah wastafel untuk memuntahkan sebagian jus itu.
Abraham mengambil minum di dalam lemari es itu, dia berkumur-kumur menghilangkan rasa aneh yang ada di mulutnya.
"Semoga besok tuh kecebong tidak minta aneh-aneh," guman Abraham.
B E R S A M B U N G....
Wkwk buat Veli selamat mengejar cinta mantan suami🤭 atau buka lembaran baru sama yang lain.
Vote, like , komen , favorit ya 🙏