Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 48


"Ayo cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Arin menatap hamparan awan dari balkon tempat dia tengah berdiri.


Ya.... Arin dan Abraham tengah berada di lantai atas tepat di mana biasanya Abraham bersantai.


"Ck dasar keras kepala," sungut Abraham melihat tingkah Arin.


"Tetapi sebelum berbicara, aku ingin menagih hadiah kemenangan ku tadi," kata Abraham tersenyum licik.


Glekkk....


'Bisa-bisa nya dia masih ingat,' batin Arin.


"Itu hanya untuk Aurel, bukan buat kamu," kata Arin sinis.


"Ck dasar... Ingkar janji," cebik Abraham.


"Mana ada," kesal Arin keceplosan.


Cup... Abraham menempelkan bibirnya ke bibir Arin dengan cepat, dia menyesap bibir manis itu membuat kedua mata Arin melotot tak percaya.


"Emmmm....." Arin mencoba memberontak, dia mendorong tubuh Abraham tetapi nihil karena tubuh Abraham yang lebih besar dari tubuh Arin.


Setelah sekian menit akhirnya ciuman itu terlepas.


"Aaahhhh ..... Hos hos hos hos hos hos," Arin menghirup nafas sebanyak-banyaknya.


"Hei kamu mau bikin aku kesulitan bernafas ya," sungut Arin melotot tajam.


"Ha ha ha ha ha ha..... Tetapi kamu menikmatinya kan," goda Abraham.


"Mana ada...." Jawab Arin memalingkan wajahnya yang merona karena malu.


"Cepat katakan mau mu kalau tidak biarkan aku pergi," ketus Arin.


Abraham masih terdiam, dia mencoba mengumpulkan kata-kata yang akan di ucapkan kepada Arin.


Arin mendengus kesal melihat Abraham terdiam membisu di tempatnya.


Arin pun beranjak dari tempatnya melangkah menjauhi Abraham.


Grepp.... Tangan Arin di cekal Abraham.


"Tunggu...." Kata Abraham meminta Arin kembali ke posisi nya.


"Cepat katakan," ketus Arin.


" Fyuuh....." Abraham menghela nafas panjang.


"Ayo kita menikah," pinta Abraham.


Deg... Arin kaget. Dengan cepat dia menoleh ke arah Abraham.


"Ha ha ha ha apa semua ini permainanmu? Aku tidak ingin menikah dengan orang yang tak ku cintai," tolak Arin dengan tawa sumbang nya. Ya memang Arin belum mencintai seorang Abraham.


"Ini demi anak-anak," kata Abraham.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks.... Aku benci kamu," lirih Arin.


"Maafkan aku. Ayo kita mulai semua nya dari awal, demi anak-anak kita," pinta Abraham memeluk Arin.


"Hiks hiks hiks hiks hiks.... Dengan mudah kamu meminta maaf, kemana kamu saat mereka mengusirku? Kemana kamu saat banyak orang mencemooh ku? Kemana kamu saat aku hamil dan kesusahan tiap malam karena ingin memakan sesuatu? Jawab aku," kata Arin berteriak meraung mengungkapkan semua uneg-uneg yang dia pendam selama ini sendirian.


Abraham terdiam, dia semakin memeluk Arin karena tak tega melihat ibu dari anaknya itu rapuh.


Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks....


Arin menangis sesenggukan di pelukan Abraham.


Abraham memandang wajah Arin, dia menyeka pipi basah Arin dengan kedua tangan hangat nya.


"Maafkan aku, aku sudah berusaha mencari mu tetapi kamu hilang bagaikan di telan bumi, aku sudah berusaha mencari mu sampai aku berhenti sejenak karena aku sakit," Abraham mencoba menjelaskan semuanya.


Deg... Arin mendongak menatap wajah Abraham.


"Sakit...." Lirih Arin penuh dengan tanya, keningnya menyergit kala mendengar Abraham kata sakit.


"Iya, aku mengalami mual dan pusing setiap hari. Kamu tahu itu karena apa?" Jawab Abraham di sertai dengan pertanyaan. Arin mengeleng karena dirinya tak mengetahui kehidupan Abraham.


Arin menatap mata Abraham lalu dirinya mengeleng tak mengerti.


"Aku terkena sindrom yang di sebut kehamilan simpatik atau apalah aku tak mengerti, tetapi intinya saat kamu hamil, aku yang mengalami mual, pusing dan nafsu makan ku hilang," jelas Abraham membuat Arin sedikit tersenyum.


Arin ingat saat dirinya hamil, dia tak merasakan apapun.


'Jadi dia yang mengalami semua nya,' batin Arin.


Abraham memeluk erat Arin.


"Maafkan aku, di sini kita sama-sama tak salah. Semua ini adalah takdir kita. Kita di pertemukan dengan keadaan seperti itu, jika itu bukan aku tetapi orang lain bagaimana? Apa yang akan kamu lakukan, kamu itu beruntung bisa bertemu dengan duren yang paling tampan dan populer saat ini," kata Abraham di selingi candaan.


Arin yang awalnya terharu pun di buat kesal dengan kelakuan Abraham.


"Aaah sakit sayang," teriak Abraham saat mendapat cibiran dari Arin.


B E R S A M B U N G.....


LIKE, KOMENTAR, FAVORIT, GIFT/VOTE.