Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 25


Keesokan harinya.....


Tok tok tok tok...


"Masuk,"


"Ternyata Dokter Esta, silahkan duduk," kata dokter Rian.


'Suasanya kenapa jadi seram begini,' batin dokter Esta.


"Ini semua data dan rekaman di ruang kerja saya dokter," dokter Esta menyodorkan kertas dan rekaman yang ada di tangannya.


Dokter Rian pun membacanya, bibirnya tersenyum tipis.


Melihat orang di depannya tak kunjung pergi membuat dokter Rian kesal.


"Kenapa anda masih di sini?" Tanya dokter Rian datar.


Sedangkan dokter Esta kaget.


"Sa-saya kira ada memerlukan sesuatu lagi Dok," jawab dokter Esta.


Dokter Rian mengibaskan tangannya dengan ekspresi datar membuat dokter Esta kesal tak bisa bicara apa-apa, memilih untuk segera pergi meninggalkan tempat ini.


"Saya permisi Dok," dokter Esta berjalan cepat meninggalkan ruangan ini. Dia kesal atas perlakuan dokter Rian yang tak berterima kasih.


Brukkkkk.... Dokter Esta membanting pintu dengan cukup keras.


"Kenapa tuh dokter, gak ada sopan santun," kata dokter Rian cuek.


"Aku harus segera menghubungi Abraham, gak sabar menunggu bonus dari dia," guman dokter Rian tersenyum cerah.


Dokter Rian pun mengambil ponsel dan menghubungi Abraham.


Di luar ruangan...


"Dasar dokter es, tidak bisa apa bilang terima kasih," grutu dokter Esta berjalan tergesa-gesa.


"Kenapa dokter Esta kesal?" Tanya dokter Vika, salah satu temannya yang tiba-tiba muncul dari samping.


"Kamu selalu saja ngagetin kalau muncul," kata dokter Esta memegang dadanya kaget.


"He he he he maaf, habisnya aku lihat kamu keluar dari ruangan dokter Rian sambil ngomel-ngomel tak jelas," jawab dokter Vika.


"Itu loh dokter Rian minta tolong kita kemarin, kamu inget kan foto yang dia kasih lihat ke kita di ruang rapat kemarin," kata dokter Esta mengingatkan kejadian kemarin.


"Oh itu wanita yang sedang di cari oleh dokter Rian," kata dokter Vika memastikan.


"Yups...."


"Terus masalahnya apa?" Tanya dokter Vika heran.


"Nah itu, kemarin tuh perempuan periksa di poli kandungan pas aku yang piket," jelas dokter Esta.


"Ha serius.... Lo yakin kan tidak salah lihat," tanya dokter Vika meyakinkan.


"Tidak, perasaan ku berkata itu dia orangnya jadi segera ku laporkan ke dokter Rian. Tadi aku ke sini cuma ngasih data sama hasil rekaman saja, setelah itu aku di usir mana tidak ada kata terima kasih atau sekedar basa-basi," jawab dokter Esta kesal.


"Ya uda bebs jangan kesal, nanti jatuh cinta loh," kata dokter Vika membuat dokter Esta mendelik sebal.


"Dih amit-amit sampai suka sama dia, bisa mati kedinginan aku," sungut dokter Esta.


"Ha ha ha ha ha ya ....... Sudah jangan di pikirkan, ayo kita ke kantin. Aku traktir makan dan minum sesukamu asal jangan nambah," kata dokter Vika menggoda temannya itu.


"Mana pernah aku nambah," protes dokter Esta.


"Ayo...."


Keduanya pun berjalan menuju kantin , tak lupa bersenda gurau selama perjalanan menuju kantin.


Sedangkan di ruangan dokter Rian.


Tut .. ..Tut..... Sambungan pun terhubung.


"Kenapa kamu menghubungiku?" Tanya Abraham tanpa berniat basa-basi.


"Dasar teman gak ada perasaan, harusnya tuh salam, tanya kabar dulu basa-basi," sewot dokter Rian.


Dokter Rian kalau bersama dengan Abraham, dia akan menjadi cerewet berbeda kalau bersama orang lain dia akan menjadi dingin tak tersentuh.


"Kamu cerewet banget sih, cepat katakan karena aku tak punya banyak waktu," bentak Abraham.


"Sabar bro, kamu pasti akan senang mendengar kabar baik dari ku," kata dokter Rian percaya diri.


Tring ..... Sebuah pesan masuk ke ponsel Abraham.


"Cepat buka pesan dariku dan jangan lupa, bonus buatku,"


"Pesan apa hah ......" Tanya Abraham.


"Lihat saja jangan bawel," jawab dokter Rian.


Setelah panggilan terputus, Abraham membuka pesan masuk di dalam ponselnya.


Dengan perasaan senang Abraham menyaksikan setiap detiknya video itu berjalan.


"Aku senang kamu dan anak kita baik-baik saja," guman Abraham.


"Ha kembar, a-ku punya anak kembar," lirih Abraham tak percaya yang di lihatnya.


"Papa akan datang ke sana menjemputmu nak," kata Abraham. Entah kenapa matanya tiba-tiba berembun menyaksikan kenyataan yang membuatnya bahagia.


One night stand yang dia lakukan dengan wanita muda bernama Arin itu, membuahkan 2 benih yang selama ini dia inginkan.


"Hendra..... Cepat datang ke sini," Abraham memanggil Hendra melalui sambungan telepon yang ada di dekatnya.


Tok tok tok tok tok tok.....


"Masuk,"


Hendra membungkuk kepada Abraham.


"Cepat kamu suruh anak buah mu mencari alamat ini dan pastikan kalau wanita yang bernama Arin ada di sana," titah Abraham tegas.


"Hari ini kamu harus memberi laporan kepadaku," sambung Abraham.


Glekkk.....


"Baik tuan," jawab Hendra.


Setelah itu Hendra keluar dari ruangan itu.


"Aku senang akhirnya nona Arin ketemu, aku harus meminta maaf kepadanya nanti," lirih Hendra.


"Fyuuuuh aku harus kerahkan segera menyuruh anak buah ku yang ada di sekitar sana, untuk memastikan kebenarannya," guman Hendra.


Tiga jam berlalu...


Terdapat pesan dari anak buah Hendra, alangkah beruntungnya Hendra karena salah satu anak buahnya ada yang tinggal di dekat kampung itu.


Hendra membaca isi pesan itu, wajahnya seketika pucat.


"Apa yang harus ku sampaikan ke pada tuan Abraham," kata Hendra pikirannya kacau.


Dengan langkah lesu, Hendra menuju ruangan Abraham.


Tok tok tok tok tok....


"Masuk,"


"Bagus juga kerja kamu, dalam waktu 3 jam saja kamu bisa menyelesaikan tugasku," kata Abraham tersenyum senang.


Tetapi bagi Hendra, senyum itu adalah senyum mengerikan bagi nya karena setelah Abraham melihat semuanya pasti hanya ada ke marahan.


"Maaf tuan, maafkan saya karena mungkin hasil ini tidak seperti bayangan anda," kata Hendra mengingatkan karena tak ingin tuannya kecewa.


"Apa maksud kamu?" Tanya Abraham.


"Silahkan anda lihat sendiri," jawab Hendra menunduk.


"Kamu pergi," titah Abraham.


Hendra pun pergi meninggalkan ruangan itu dengan wajah murung.


Setelah kepergian Hendra....


Dengan berat Abraham membaca semua informasi yang di dapatkan oleh Hendra.


Brakkk.....


"Aaaaahhhh....... "


Semua barang yang ada di meja kerjanya berhamburan.


"Kenapa kamu menghilang lagi....."


"Aku harus mencari mu ke mana?" Lirih Abraham.


Arin ternyata sudah pindah dan tidak ada tetangga yang mengetahui kemana keluarga itu pindah, bahkan di rumah kontrakan yang baru di tinggali bundanya pun sudah kosong. Arin berserta keluarganya sengaja pergi dan tak meninggalkan jejak sedikit pun.


Di luar Hendra ikut sedih mendengar suara kegaduhan dari dalam, Hendra tahu bagaimana seorang Abraham yang begitu menginginkan anak yang ada di dalam kandungan Arin.


Bersambung.....


๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ Patah hati semua, om duda gagal bertemu Arin.


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ kabur ah sebelum di timpuk rame-rame.


Ayo rame-rame like semua bab ya ๐Ÿคญ


Jangan lupa setelah baca tinggalkan jejak Like dan kalau berkenan rate komen bintang 5 ya.


Masukkan favorit ya.


Terimakasih semua ๐Ÿ™