Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 159


Dua hari berlalu....


Kabar keluarga Denis mengalami kebangkrutan sudah terdengar sampai ke seluruh kalangan masyarakat kelas menengah ke atas.


Pria itu masih saja egois merasa tak bersalah atau sekedar meminta maaf ke Tio, bahkan teman Denis yang mendengar kabar itu pun memilih menjauhi dirinya terlebih lagi video sang papa dan foto dirinya yang sering wira-wiri di club' malam tengah beredar luas. Mereka tahu kalau Denis sedang berurusan dengan orang kuat sehingga mereka memilih menjauh dan tak terlibat karena akan berimbas ke keluarga ataupun usaha orang tua mereka.


Semua kesan baik yang keluarga itu tampilkan seakan hilang terkikis oleh berita yang baru saja beredar. Berita itu langsung bergulir bak bola panas tanpa bisa di hentikan.


Untuk mama Rita sekarang dirinya benar-benar terpukul. Mama Rita tak menyangka suami yang sudah menemani dirinya bertahun-tahun tega mengkhianati pernikahan mereka selama ini, hancur itulah yang dialami oleh mama Rita. Sering kali Denis melihat sang mama murung dan menangis, melihat itu pun membuat Denis ikut hancur karena wanita yang dia sayangi itu terpuruk akibat ulang sang papa.


Berkali-kali Denis menyalahkan Tio dan Abraham karena musuh keluarganya hanya Tio dan Abraham saja.


"Akan ku balas semua ini Tio, tunggu sampai aku bisa datang dan mengambil Amanda dan memberikan mu pelajaran yang tak akan pernah kamu rasakan karena aku ingin membuat mu hancur seperti kamu yang sudah menghancurkan keluarga ku dan diri ku saat ini," tangan Denis terkepal erat, dia menjadikannya Tio sebagai penyebab semua masalah ini.


Bug... Pyarrrr....


Kaca itu pecah dan jatuh berserakan di lantai akibat pukulan yang di layangkan oleh Denis.


"Ahhhh....." Denis menyugar rambutnya karena frustasi.


Denis pun meninggalkan kamar pribadinya dan menuju ke arah taman samping rumah, di mana sang mama tengah duduk melamun dalam kesedihan.


Dari jarak cukup jauh Denis bisa melihat kondisi sang mama tercinta nya saat ini, hati Denis pun terasa sakit. Tidak ada anak yang sanggup melihat wanita yang melahirkan nya menangis.


"Aku akan balas dendam," guman Denis di penuhi emosi, saat melihat sang mama yang biasanya julid dan bawel tiba-tiba dia hanya duduk terdiam di sana dengan kesedihan di wajahnya tak lupa tatapan kosong yang terlihat dari sorot matanya, sang mama bagai raga tanpa jiwa.


"Hiks hiks hiks hiks hiks, mama," tangis Denis pecah memeluk wanita yang sudah melahirkan dirinya.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks.... Papa tega mengkhianati mama nak?" Hanya kata itu yang keluar dari mulut sang mama.


"Ma jangan begini, hiks hiks hiks hiks hiks," Denis menangis melihat wanita yang di sayangi itu tengah terpuruk.


"Hiks hiks hiks hiks hiks, Kenapa papa melakukan semua ini ke mama?"


"Ma jangan menangis, masih ada Denis," Denis mencoba membujuk sang mama.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks," Bu Rita menangis sesenggukan di dalam dekapan sang anak laki-lakinya.


Denis masih membawa dendam itu hatinya.


Meskipun begitu semua kejahatan yang di lakukan oleh Denis dengan kasus penipuan sudah di laporkan Tio ke aparat berwajib.


Sedang pak Rangga terlebih dahulu di tangkap oleh pihak berwajib. Pak Rangga tak bisa berbuat apapun selain pasrah karena semua teman nya tak ada yang menolongnya saat dia terpuruk seperti sekarang.


****


Sedangkan di tempat lain.


Tio mengerutkan keningnya kala masuk ke kediaman Abraham.


"Tumben lampu nya masih padam sedangkan ini hampir jam jam 7 malam," kata Tio dengan sedikit kebingungan.


Tak ada tanda-tanda seseorang satu pun di sana.


Namun tiba-tiba blamm....


Lampu menyala, di depan sudah ada Amanda memegang kue ulang tahun.


Semua orang menatap ke arah Tio dengan penuh kebahagiaan.


Tio melotot melihat pemandangan di depannya. Dia tak percaya semua teman baiknya bahkan orang tua nya merencanakan ini semua membuat Tio terharu.


Rio memeluk Tio dengan penuh kasih sayang.


"Selamat ulang tahun kembaran," kata Rio merangkul saudaranya itu.


"Ck ini juga ulang tahun mu," jawab Tio mencibir.


"Ha ha ha ha ha, no no no. Ulang tahunku nanti akhir bulan," Rio kekeh tak ingin ulang tahun hari yang sama dengan Tio.


"Kenapa sih tidak bareng saja, kita kan kembar," protes Tio.


"Tidak seru ulang tahun berbarengan, nanti kado ku kamu ambil lagi," protes Rio.


"Ha ha ha ha ha ha....." Keduanya kompak tertawa.


Arin menyeka sudut matanya yang berembun melihat kedua adiknya, Arin sedikit tersenyum mengingat alasan ulang tahun kedua nya tak dirayakan berbarengan. Arin mengelengkan kepalanya mengingat kejadian itu namun sudut bibirnya kemudian menarik lengkungan yang terlihat begitu manis.


Kejadian itu saat Tio dan Rio masih kecil, Rio tak suka ulang tahun nya di rayakan dengan Tio dengan alasan takut kalau kado mereka tertukar.


'Sungguh lucu kalau mengingat kejadian waktu itu,' batin Arin tanpa sadar sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah lengkungan yang membuat siapapun yang melihatnya.


'Kedua adikku sudah dewasa,' batin Arin teringat masa kecil keduanya.


ku saja sering lupa,' batin Tio.


"Selamat ya om Tio," teriak Aurel.


Hap.... Tubuh kecil itu melompat ke gendongan Tio.


"Selamat ya, adik mbak sudah tua. Ha ha ha ha ha ha..." Arin memberikan selamat di sertai candaan.


"Ck belum juga 25 kak, masih muda tahu," kesal Tio menatap sang kakak dengan jengah.


"Mbak doakan yang terbaik buat kamu," tambah Arin.


"Aurel gantian dong, aku kan juga mau ngucapin selamat kepada om Tio," protes Abrian yang tak terima Aurel masih di gendong Tio tak di turunkan.


Tio melihat iba akhirnya dia menurunkan Aurel meskipun dan berjongkok mensejajarkan diri nya di depan Abrian.


"Ada apa hem? Tanya Tio.


"Tidak apa-apa om tetapi aku juga ingin mengucapkan selamat sama om Tio juga," jawab Abrian dengan senang, Abrian pun memeluk Tio dan mengucapkan Selamat keada Tio.


Setelah itu Tio pun menghampiri bunda dan meluknya.


"Selamat ulang tahun ya nak semoga panjang umur, sehat terus nak selalu di berkahi dalam setiap langkahmu dan semoga anak bunda ini selalu bahagia," ucap Bunda berkaca-kaca.


Setelah itu Amanda pun menghampiri Tio, dia mengucapkan selamat serta doa tulus untuk kekasihnya itu.


Abraham, Doni , Bimo dan yang lainnya juga ikut memberikan selamat.


Acara berlangsung dengan penuh haru. Sang bunda melihat raut wajah anaknya itu pun bisa tahu kalau Tio hari ini begitu bahagia.


Ulang tahun sederhana, dihadiri dengan keluarga terdekat.


B E R S A M B U N G.