Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 130


Sesampainya di kamar, Amanda langsung menaruh tas dan sepatu serta aksesoris yang dia kenakan ke tempatnya semula. Gadis cantik itu berlalu langsung menuju ke arah kamar mandi.


Dia mengisi bathtub dengan air hangat dan beberapa sabun beraroma menyegarkan namun terasa lembut membuat dirinya cukup tenang.


Setelah melepas semua baju yang menempel di tubuhnya, Amanda pun masuk dan merendam tubuhnya. Amanda menyandarkan tubuhnya, pikirannya berkelana. Senyum kecil menghiasi wajahnya.


"Ternyata Tio bisa manis juga ya," guman Amanda mengingat sikap Tio tadi saat bersamaan.


"Ha ha ha ha ha ha ha," Amanda terkekeh lucu saat melihat wajah Tio yang biasanya dingin garang berubah lembut dan lucu saat bersama keluarganya berbeda saat berada di kampus.


Tio memang selalu memasang wajah dingin untuk orang baru ataupun yang tak di sukai nya, dia tak ingin bersikap ramah kepada wanita, Tio tak ingin menyakiti wanita namun berbeda dengan Amanda dulu, entahlah Tio tak suka Amanda dekat-dekat dengan saudaranya namun sering memberikan perhatian kecil pada nya seperti sering mengirimkan dia makanan atau yang lainnya. Justru hal itu membuat Tio berfikir jelek tentang Amanda kalau dia hanya di manfaatkan saja.


Cinta tak ada yang tahu, Tio yang dulu bersikap kasar dan membencinya sekarang bisa dengan entengnya mengklaim Amanda sebagai kekasih nya.


Amanda pun memejamkan mata nya sebentar mengingat awal pertemuan dengan Tio sampai rencana Rio untuk membuat Tio mengakui isi hatinya kepada nya.


#Malam hari....


Masih di kediaman Amanda...


Berbagai macam makanan sudah tersedia di meja makan, sedangkan di atas meja tamu juga tersedia berbagai cemilan dari kue basah maupun kering dan tak lupa minuman.


Bunda Amanda sudah terlihat cantik dan di sana sang suami juga sudah terlihat rapi dengan baju batik nya.


"Amanda mama sih Bun? Keburu datang tamu nya masa dia belum siap-siap?" Kata sang Papa sesekali menatap ke arah jam di pergelangan tangan nya.


Sejujurnya bunda sedikit curiga karena tak biasanya sang suami mengajak rekan bisnisnya datang ke rumah, apalagi mengajak keluarga nya lengkap beserta anaknya. Terus sang suami juga meminta Amanda untuk bersiap membuat kecurigaan itu semakin timbul.


"Papa gak ada rencana apa-apa kan buat Amanda?" Tanya bunda penuh selidik.


"Apaan sih bunda, Papa cuma ingin memperkenalkan keluarga kita kepada rekan bisnis papa itu saja," jawab papa Amanda menutupi kegugupannya.


"Bunda ingatin ya pa, kalau Amanda sudah punya pacar tampan," jelas bunda tersenyum mengingat pertemuan pertama dengan pacar anaknya yaitu Tio, namun bunda sampai saat ini lupa untuk memberitahu kebenaran tentang Tio kepada sang suami.


"Si Rio itu kan!" Kata papa Amanda terlihat sinis.


"Bukan pa, dia itu...." Perkataan sang bunda terpotong oleh suaminya.


"Sudah jangan banyak bicara, cepat panggil Amanda karena sebentar lagi mereka tiba," kata sang suami terlihat sedikit panik karena terdengar deru mobil di depan.


Bunda menghela nafas panjang, tak ingin meneruskan berdebat dengan sang suami yang keras kepala.


"Papa jangan cemas begitu, biar bunda yang panggil Amanda di atas," pinta bunda membujuk sang suami untuk sabar menanti Amanda turun.


"Iya, aku serahkan tuh anak kepada Bunda," jawab sang papa kembali menunju tamu.


Bunda pun mengayunkan langkah nya menuju ke dalam kamar Amanda, namun. Baru 3 langkah, niat itu di urungkan nya karena melihat Amanda yang sudah cantik, Amanda menapaki anak tangga dengan langkah anggun membuat Amanda terlihat begitu memikat, apalagi senyuman manis itu mampu memikat hati pria mana pun.


"He he he he he he he..... Maaf ya Bun, Amanda telat karena pusing memilih gaun seperti ini," kata Amanda sambil terkekeh melihat wajah sang bunda tak lupa Amanda meminta maaf karena telat turun, Amanda juga takut sang bunda marah.


"Ya sudah tidak apa-apa, ayo Papa menunggu kamu sedari tadi ke sini, tetapi kamu tidak turun-temurun juga. Ternyata kamu berubah jadi cantik bak Cinderella dan memukau mampu menghipnotis mata orang yang melihat mu nak," kata sang Bunda yang melihat sang putri sudah rapi, namun terlihat cantik, elegan.


"Lha masa di samain dengan Cinderella sih Bun," protes Amanda tak terima.


"Bukan Cinderella tetapi kamu adalah princess bagi Papa," kata sang Papa yang muncul di belakang sang bunda.


"he he he he he he he he he, Papa bisa saja buat Amanda tersipu," kata Amanda yang merasa tersipu.


"Terserah kalian saja lah," jawab bunda cuek.


Ting tong...


Ting tong...


"Maaf apakah ini benar alamat rumah bapak Rendi Anggaran" tanya pria paruh baya itu dengan penuh sopan santun.


"Iya benar pak, silahkan masuk sebentar ku panggilkan tuan dan nyonya," jawab Bik na dengar sopan santun.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam ruang tamu, sang istri melihat ruang tamu cukup besar nan mewah membuatnya berdecak kagum.


"Pi ternyata rumahnya bagus gak kalah sama rumah kita," bisik sang istri kepada suaminya.


"Sstt.... Mami jangan bikin malu," kata sang suami mengingatkan karena dia merasa tak enak dengan temannya.


Sedangkan pria muda itu masih mengamati ruang tamu, fokusnya pada foto keluarga yang terpampang di sana.


"Cantik," guman nya saat melihat foto Amanda yang terlihat begitu cantik diapit kedua orang tuanya.


"Maaf ya pak Rangga lama menunggu," sapa pak Rendi Anggara yang tak lain adalah papa Amanda.


"Tidak apa-apa pak, belum ada satu jam kok," jawab pak Rangga di sertai candaan.


"Ha ha ha ha ha, bisa saja kamu,"


"Oh ya ini kenalkan, istri saya Rahma dan putri saya satu-satunya Amanda," jelas Pak Rendi memperkenalkan keluarga nya.


"Senang bertemu dengan keluarga pak Rendi," jawab pak Rangga dengan sopan.


"Ini juga istri saya Rita dan anak saya Denis," jawab pak Rangga juga memperkenalkan keluarga nya.


Mereka semua pun duduk di ruang tamu.


"Silahkan jeng di coba kue nya," kata bunda mempersilahkan.


"Iya jeng," jawabnya terus mencoba satu kue di masukkan ke dalam mulutnya.


"Emmm... Enak jeng," kata Bu Rita cukup senang.


"Alhamdulillah jeng Rita suka," jawab bunda.


Sedangkan pak Rendi dan pak Rangga terlibat pembicaraan tentang bisnis.


"Amanda cantik sekali, masih kuliah atau sudah bekerja jeng?" Tanya Bu Rita tanpa basa-basi terlebih dahulu.


"Saya masih kuliah Tante," jawab Amanda dengan sopan.


Sedari tadi Denis terdiam, pandangan mata nya tertuju kepada Amanda.


Cantik dan lembut, itulah yang ada di pikiran pemuda tampan itu.


"Ayo kita ke meja makan saja," ajak pak Rendi kepada semuanya.


Mereka semua pun menuju meja makan.


B E R S A M B U N G....