Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 53


Di dalam kamar mandi...


Arin memegang dadanya yang berdebar kencang, seraya mengatur nafasnya yang masih memburu.


Arin merosot ke bawah pintu, perasaan nya begitu lega karena bisa lolos dari Abraham.


"Ha... Untung saja bisa lolos dari om tua mesum itu," kata Arin mengingat wajah Abraham yang begitu mengeringkan menurut versi Arin.


Tetapi kata-kata Abraham itu terngiang di telinga Arin sehingga membuat bulu kudu Arin menegang seketika.


'Aku ingin... KAMU," kata-kata Abraham yang membuat bulu kuduk Arin berdiri.


"Kata ustadz, kalau menolak ajakan suami itu berdosa loh," Abraham berkata cukup keras namun terdengar santai tetapi mampu membuat Arin diam dalam dilema.


Arin melotot di dalam kamar mandi, dia mendengar kata yang di ucapkan Abraham. Abraham sengaja berkata yang cukup keras sehingga terdengar sampai ke kamar mandi.


Arin berperang dari batinnya, dia bimbang harus melakukan kewajibannya sebagai seorang istri atau tidak. Arin kesal dia berdiri menghentakkan kakinya kesal.


"Dasar om-om mesum, selalu saja bahas itu. Dasar om tua nyebelin," kesal Arin.


Arin pun cuek, memilih menyegarkan tubuh nya dengan guyuran air shower yang segar. Dinginnya air mampu menghilangkan rasa lelah Arin.


Sedangkan Abraham masih duduk santai sambil menyesap sedikit demi sedikit wine yang ada di gelasnya.


Tring....


Satu pesan masuk dari ponsel Abraham. Tetapi dia mengerutkan keningnya kala melihat nama yang tertulis di layar itu.


Dengan malas, dia mengusap benda pipih itu, rahangnya seketika mengeras kala membaca isi pesan itu.


"Aku tahu ini semua ulah licik mu, ini semua hanya akal-akalan mu saja kan untuk menjauhkan ku dari Arin sehingga kamu dengan mudah menikah dengan dia. Camkan ini baik-baik..... Aku tidak akan pernah membiarkan mu bahagia. Aku akan merebut Arin secepatnya,"


Abraham mengeram kesal saat membaca isi pesan dari William, sorot matanya begitu tajam nan menusuk.


"Apa yang sudah menjadi milikku tidak akan pernah ku lepaskan dengan mudah," guman Abraham dengan tatapan mata penuh emosi.


Ceklek.....


Arin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang seperti kimono, rambut basah nya menambah kesan menggoda untuk Abraham.


Glekk.... Glekkk...


'Dasar kucing nakal, kamu pasti sengaja menggoda ku,' batin Abraham.


Tatapan matanya menyorot tubuh Arin dari atas sampai bawah seperti singa kelaparan.


Abraham menelan ludah kasar, kala melihat paha mulus itu terekspos oleh nya, leher jenjang itu menari-nari di otaknya meminta untuk dia kecup. Ah rasanya Abraham ingin menarik Arin dan membaringkan tubuhnya di ranjang empuk itu.


'Sadar Abraham, kamu harus bersikap baik untuk meluluhkan hati wanita ini,' batin Abraham menguatkan dirinya sendiri.


Sedangkan Arin ketakutan kala melihat pandangan Abraham yang memindai dirinya dari atas sampai bawah.


Glekkk...


Arin melihat itu pun merinding seketika.


Tetapi Arin bernafas lega, paling tidak dia tidak memakai handuk pendek yang ada di sana. Arin tak bisa bayangkan kalau dirinya tadi keluar memakai handuk, bisa-bisa nya pria mesum di depan nya langsung menerkam dirinya.


Padahal lima menit yang lalu Arin di landa kebingungan pasalnya dia lupa tidak membawa baju nya, Arin hanya menemukan handuk yang kecil dan mana mungkin dia akan melilitkan handuk yang sebatas pinggang itu.


Dia mencoba mencari ke seluruh bagian kamar mandi, senyum Arin mengembang kala membuka lemari penyimpanan yang ada di sana. Dia menemukan handuk kimono yang tergantung rapi di dalam sana.


"Ngapain lihat-lihat," Arin berkata sinis untuk menghilangkan rasa takut di dalam dirinya.


'Ck dasar kucing nakal,' batin Abraham berdecak kesal.


Arin menatap Abraham cuek, ya Arin harus cuek untuk bisa selamat dari Abraham saat ini. Kalau dia ketakutan bisa-bisa nya Abraham akan menindas dirinya.


Arin tengah sibuk, matanya melirik ke sana-kemari dengan gelisah.


'Aduh mana baju ku, kenapa bunda belum mengantarkan nya ke sini sih,' grutu Arin di dalam hati.


Abraham tersenyum puas karena dirinya bisa selangkah lebih maju dari Arin. Abraham Ter senyum puas melihat wajah kebingungan Arin.


'Ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha ha...... Aku tahu kamu mencari pakaian milikmu, cari saja sampai besok tidak akan ketemu karena aku sudah menyembunyikan nya di tempat yang aman,' batin Abraham tersenyum licik.


Ya tadi memang bunda mengetuk pintu kamar mereka, tetapi karena tak ada sahutan dari dalam bunda pun meminta salah satu bodyguard untuk menyerahkan koper milik Arin. Setelah itu bunda pergi karena paham, karena sang anak telah resmi menikah jadi bunda tak ingin menganggu.


Bodyguard tadi mengirimkan pesan untuk Abraham, tetapi Abraham menyuruh mereka meninggalkan koper Arin di depan pintu dan dia akan mengambil nya.


Koper Arin berada di kamar Abraham, memang Abraham sengaja menyembunyikan nya. Abraham mengunci lemari yang telah dia persiapkan untuk Arin. Lemari berisi pakaian baru untuk Arin.


Abraham ingin Arin segera menjadi miliknya seutuhnya meskipun ada di kembar tetapi Abraham harus memastikan suatu saat nanti hati Arin sepenuhnya milik Abraham.


"Apa yang kamu cari?" Tanya Abraham menatap Arin dengan senyum licik.


"Mana koper ku?" Tanya Arin dengan polosnya.


"Koper apa?" Abraham berpura-pura tak mengerti.


"Ck dasar om tua, ya bunda tadi sengaja ku suruh mengantarkan koper berisi baju-baju ku yang sengaja diambil Tio dari rumah ku," jelas Arin dengan kesal.


Abraham mendelik, mendapat tajam Arin.


'Berani sekali kamu mengatakan aku tua, awas saja akan ku hukum kamu,' batin Abraham yang tengah kesal.


"Mana ku tahu," jawab Abraham cuek.


"Tidak perlu pakai baju segala, kamu tidak membutuhkan itu," jawaban Abraham membuat Arin melotot dia semakin kesal mendengar ucapan Abraham. Arin menghentakkan kakinya ke lantai.


"Dasar pak tua mesum," ceplos Arin tanpa sadar.


"Kamu bilang aku tua, ayo kita buktikan bagaimana pak tua ini membuatmu tak bisa berjalan keesokan hari nya," kata Abraham membuat Arin merinding.


Arin pun mundur saat melihat Abraham berjalan mendekati dirinya.


'Aduh Arin kenapa kamu bisa ceroboh dengan mengatainya di depan,' grutu Arin di dalam hati.


"Ayo baby kita mulai sekarang," kata Abraham menatap mesum Arin.


"Mu-mulai apa?" tanya Arin terbata karena Arin sudah mengetahui maksud dari ucapan Abraham.


"Ck dasar kucing nakal, aku tahu kamu pasti mengerti maksud ku," kata Abraham kesal.


"Ti-tidak," jawab Arin masih mencoba mengelak.


Greppp.....


"Aaaaaah tidak..." Arin menjauh kala Abraham mencoba meraih tubuh Arin.


B E R S A M B U N G.....


maaf dikit ya๐Ÿคญ, maklum lagi repot.


Seperti biasa jangan lupa ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


MINTA LIKE SESUDAH MEMBACA๐Ÿ‘


MASUKKAN FAVORIT YA


TERIMAKASIH ๐Ÿ™