Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 66


"Kamu...." Abraham menyorot pengasuh anaknya itu dengan tajam seakan ingin mencabik mangsanya.


Abraham bukan orang bodoh, dia sudah berpengalaman dalam hal ini. Dia bisa mengetahui apa yang di campurkan di dalam kopi miliknya.


"Ternyata kamu tak sebaik tampilan mu, aku kira kamu tidak akan tega melakukan hal ini tetapi aku salah sangka. Ciiiihhhh...." Sinis Abraham, dia meludah membersihkan sisa kopi di mulutnya.


Sedangkan mbak Tina kaget, apa niat jahatnya ketahuan itulah yang dia pikirkan. Tubuhnya bergetar hebat, dia beranjak mudur sedikit demi sedikit.


"Stop... Kamu kira bisa pergi seenaknya," Teriak Abraham jangan lupa senyum miring Abraham memperingatkan mbak Tina. Jangan tanyakan bagaimana wajah mbak Tina, yang sudah pucat ketakutan melihat wajah Abraham yang begitu menakutkan. Mbak Tina baru tahu sosok yang dia lihat lembut dan jarang bicara itu bisa begitu menakutkan hari ini.


"Ha ha ha ha ha ha, kamu pikir saya bodoh tak mengetahui apa yang kamu masukkan ke dalam kopi ku," Abraham tertawa mengerikan.


Deg ....


'Bagaimana tuan Abraham bisa tahu, apa yang akan di lakukan. Jujur sorot matanya terlihat menakutkan,' batin mbak Tina.


"Saya sudah lama di dunia ini, duniaku lebih kejam dari apa yang kamu pikirkan jadi obat seperti ini sudah tak asing untuk lidah saya," sinis Abraham.


"Ma-af tuan," lirih mbak Tina menunduk tak berani menatap Abraham.


"Ha ha ha ha ha ha ha.... Kamu minum cepat," bentak Abraham, suaranya menggema membuat siapapun yang mendengarnya ketakutan.


"Ti-tidak tuan, tolong ampuni saya," mbak Tina dengan cepat bersujud di kaki Abraham, mencoba memohon ampun.


Bruk.... Abraham menendang tubuh nya.


"Jauhkan tangan mu dari kaki ku," Abraham di buat murka.


"Hiks hiks hiks hiks... Ampuni saya tuan, maafkan saya tuan. Sa-saya cuma di suruh," jelas mbak Tina.


"Ha ha ha ha ha kamu pikir saya tidak tahu gerak-gerik kamu, aku sudah mencoba berbaik hati karena kamu pengasuh kedua anakku tetapi kamu. Jangan salahkan orang lain salahkan keserakahan mu," ancam Abraham tak mengutarakan pikirannya.


Kegaduhan di ruangan itu tak terdengar sampai keluar, karena Abraham membuat ruangan itu khusus disertai peredam suara. Abraham tak ingin ada orang yang lancang menguping pembicaraan mengenai pekerjaan.


Tangan kekar itu meraih ponsel mahal nya dan menghubungi seseorang.


Mbak Tina terdiam di tempatnya, tubuhnya terasa kaku.


Tut... Tut...


"Cepat kalian masuk ke dalam ruangan saya," Abraham menghubungi para bodyguard nya yang masih setia berjaga di luar.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks hiks... Tolong ampuni saya,"


Mbak Tina semakin bergetar hebat, meratapi nasibnya.


'Kenapa semua nya seperti ini, harusnya rencana ku tidak gagal, bagaimana nasibku sekarang apa aku akan di bawa ke kantor polisi. Seharusnya aku tidak melakukan ini semua,' batin mbak Tina merutuki semua yang telah terjadi.


Derap langkah kaki terdengar mendekat ke arah ruangan itu. Mbak tina harap-harap takut.


Tok tok tok tok tok tok....


"Masuk,"


Deg..... Tubuh mbak Tina semakin bergetar ketakutan.


4 bodyguard itu pun masuk ke dalam ruangan itu, aura membunuh terasa dari tubuh Abraham.


"Kalian cepat suruh dia minum kopi buatan nya ini," perintah Abraham.


Glekk....


'Apa yang terjadi di sini, kenapa tuan begitu marah,' batin Bimo kepala bodyguard.


"Baik tuan,"


Abraham pun kembali duduk santai di kursi kebanggaan nya.


Bimo memberi kode untuk ketiga temannya memegang tangan mbak Tina.


"Hiks hiks hiks hiks jangan," lirih mbak Tina.


"Cepat minum," bentak Bimo sambil berusaha memasukkan kopi itu ke dalam mulutnya.


"Tidak lepaskan saya," mbak Tina masih meronta.


"Emmmm....." Mbak Tina masih menutup rapat mulutnya.


"Buka mulut Lo, dasar tak tahu di untung," bentak Bimo karena kesal.


"Aaaa...." Teriak mbak Tina saat Bimo menjambak rambut mbak Tina.


Glek glek glek... Kopi itu pun masuk ke dalam mulutnya.


Mereka merasa puas saat melihat kopi itu habis oleh mbak Tina.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk," mbak Tina terbatuk-batuk akibatnya.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks," tangis mbak Tina semakin pecah, dia meratapi nasibnya saat ini.


'Apa yang akan tuan Abraham lakukan, mengapa mereka semua di sini,' batin mbak Tina ketakutan.


Prok prok prok prok prok prok


"Bagus," Abraham begitu puas.


"Kamu, belum menikah kan?" Tanya Abraham kepada bodyguard bertubuh tegap, kepala plontos dan muka menyeramkan itu.


"Belum tuan," jawabnya cengengesan.


"Ha ha ha ha... Ini hadiah buat kamu," kata Abraham dengan enteng.


Mbak Tina yang mendengar itu pun mengelengkan kepalanya, seolah menolak.


"Tidak jangan. Saya tidak mau," teriak mbak Tina.


Para bodyguard itu pun menyergit heran, maksud dari sang tuan nya.


"Maksud tuan?" tanya Bimo memastikan.


"Dia telah lancang memasukkan obat perangsang ke kopi saya," jelas Abraham.


Semuanya melotot tak percaya atas keberanian wanita ini, Bimo menoleh ke arah mbak Tina yang terlihat gelisah akibat obat itu.


"Panas... Tolong saya," lirih mbak Tina.


"Cari penghulu dan malam ini kamu menikah dengannya, kalian atur saya sebelum kesadarannya kembali besok," titah Abraham.


'Waduh tuan bagaimana cari penghulu malam-malam," batin Bimo.


"Dia akan jadi istri kamu," kata Abraham tegas menunjuk ke arah Doni.


Sedangkan Doni terlihat sumringah wajahnya seolah mendapatkan bidadari cantik malam ini.


" Kamu bawa dia ke keluar, terserah mau kamu apakan karena dia akan jadi istri kamu," perintah Abraham kepada Doni. Doni menyambutnya dengan gembira, pasalnya banyak wanita yang menolak dia karena wajahnya.


"Ha ha ha ha terimakasih bos, akhirnya saya punya istri yang cantik, mimpi apa aku semalam," jawabnya gembira masih tak percaya dengan mudah mendapatkan wanita cantik di depannya.


"Kalian bisa istirahat, jangan sampai masalah ini di ketahui istri saya," tegas Abraham.


"Siap tuan," jawab mereka kompak.


Mereka pun meninggalkan ruang kerja Abraham, sedangkan mbak Tina di gendong paksa oleh Doni.


Di luar paviliun belakang....


"Cepat kamu cari penghulu," titah Bimo kepada yang lain.


"Doni, kamu ikat dia di dalam kamar mu dulu," perintah Bimo.


Mereka pun membawa penghulu paksa yang ada di sekitar kompleks, pernikahan mbak Tina di saksikan oleh beberapa teman Doni.


Dengan ancaman akhirnya penghulu mau menikahkan mereka.


"Ha ha ha ha ha selamat Don, akhirnya dapat bini cantik Lo, sikat jangan kasih kendor,"


"Yoi, mana bening dan masih muda lagi," jawab Bimo.


"Ha ha ha... Selamat Doni," setelah berbincang Doni pun tak sabar menuju kamarnya.


Ceklek pintu kamar Doni di buka...


Di dalam kamar Doni....


"Lepaskan," lirih mbak Tina meronta dalam gendongan Doni.


"Ahhh panas," mbak Tina mengeliat


Brukkk... Tubuh mbak Tina diangkat dan di taruh kasur.


"Ahh panas ...." Mbak Tina mengeliat kepanasan.


"Ha ha ha ha ha... Mantap betul nih perempuan cantik, ayo sayang kita bersenang-senang," kata Doni.


"Lepaskan..." Kesadaran mbak Tina sedikit.


"Ha ha ha ayo sayang,"


"Tidakkkkk....."


"Pergi kamu .."


"Ha ha ha ha ha ha...."


"Aaaaah....."


B E R S A M B U N G.....


Jangan lupa like, komen , vote


Terimakasih ๐Ÿ™