
#POV. Jo#
"Arin......" Nama yang sering aku ingat di pikiran ku setiap saat.
Nama yang tak akan lekang terkikis waktu, Arin cinta pertamaku, aku sungguh tertarik dengan wanita sederhana itu karena hanya dia yang tak terpesona oleh pria tampan seperti ku.
Ya Jo yang terkenal tampan dan kaya.
Arin cinta ku saat SMA, gadis cantik dan polos itu berhasil mencuri perhatianku.
Ah rasanya aku begitu kangen melihat dirinya lagi.
Arin di mana kamu saat ini berada.
"Oh...Ariiiin...."
Pucuk di cinta Arin pun tiba, He he he he he he he...
Hatiku rasanya begitu bahagia bisa melihat nya untuk sekian lama.
Aku tak menyangka bertemu dengan dia di tempat ini. Arin begitu cantik, dengan baju yang terlihat modis menambah kesan mempesona. Sedangkan aku, penampilan ku terlihat biasa saja, kemeja sedikit lusuh dan apalagi aku berada di toko pakaian anak yang murahan dengan wanita pembawa musibah untukku.
Aku begitu malu saat dia melihatku dengan keadaan seperti ini, sedangkan dia terlihat lebih baik dari yang ku lihat dulu.
"Oh Arin... Aku begitu malu," ku tundukkan wajahku. Lidahku keluh tak bisa berbicara, aku diam seribu bahasa.
Aku begitu cemburu melihat laki-laki tua itu di dekatnya memeluk dia posesif, ya meskipun ku akui dia wajah nya begitu tampan dan sepertinya terlihat kaya raya.
Tangan ku terkepal erat, ingin ku melerai rangkulan dia di pinggang Arin. Sedangkan Arin awalnya kaget atas perlakuan dia tetapi setelah itu wajahnya biasa saja.
Hatiku terbakar api rasanya.....
"Ah.... Andai yang sedang merangkul pinggang nya mesra saat ini adalah aku pasti aku sangat bahagia,"
"Eh .... Tunggu-tunggu..."
Arin bersama siapa? Apa dia suaminya dan siapa dua bocah lucu yang ada bersamanya?...
Apakah bocah-bocah itu anak Arin? Dan siapa pria tua itu?...
Aku masih terdiam, mendengar kan obrolan mereka. Aku tak menyimak kata-kata mereka karena pandanganku.... Tertuju untuk nya, ah Arin.. bidadari ku, apa kabar mu sayang? Tanya hatiku namun lidahku rasanya keluh untuk berbicara.
Deg....
Apa yang laki-laki itu katakan, dia suami Arin.
"Tidak... Tidak... Ini tidak mungkin, tubuhku rasanya lemas tak bertenaga,"
Atau jangan-jangan dua bocah tadi adalah anak Arin.
Ku tajam kan telingaku....
"Ha..... Apa?? Arin sudah menikah... Aku syok rasanya dunia ku runtuh seketika,"
"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks... Tangis hatiku menjerit pilu...."
Andai kemarin aku tidak gagal, andai semua Arin yang akan bersanding dengan ku bukan dia wanita si*lan.
Andai aku berhasil pasti Arin jadi milikku bukan milik pria tua itu. Apa dia tidak ngaca karena dia lebih pantas di sebut om nya daripada suami... Sinis ku dalam hati.
"Aaaaahhhh ...... Si*l," teriakku kalau sedang berada di sebuah klub malam yang biasa saja. Hidupku yang dulu serba wah. Sekarang mulai hancur tak tersisa....."
"Hiks hiks hiks hiks hiks..... Arin," racau ku tak jelas karena pengaruh minuman ini.
Menyesal...
Tentu....
Tetapi aku binggung kenapa semua ini terjadi kepadaku...
Impianku menikahi Arin....
Wanita cantik, lugu dan polos seperti dirinya hancur...
Arin pun hilang bak di telan bumi.
Pikiranku masih berkelana jauh memikirkan pertemuan ku tadi siang.
Dan di sinilah aku saat ini .......
Bayangkan saja, aku yang dulu hidup dalam kemewahan sekarang harus hidup sengsara terlebih lagi setelah menikah dengan Veli.
Ahhhh .....
Menyebut nama nya saja sudah membuatku muak.
Ya semua ini gara-gara wanita si"lan itu aku harus mengalami semua ini.
Ya semua ini berawal dari aku yang kedapatan tidur dengan Veli di salah satu hotel, aku tidak tahu kenapa aku bisa di sini terlebih lagi kamu tertangkap bersama dengan kasur pesta se* dan obat-obatan terlarang.
"What...."
Aku hanya menggelengkan kepalaku tak percaya.
Aku di buat kaget karena nya sungguh aku tak tahu tentang semua ini, aku hanya ingat kalau ada seseorang yang bertamu ke rumahku. Ya seorang laki-laki berpakaian rapi dia bilang kalau nona Veli menyuruh mereka menjemput untuk bertemu di salah satu restoran terkenal.
Aku pun mengiyakan saja ajakannya karena aku penasaran apa yang akan di sampaikan oleh Veli, sehingga dia meminta seseorang mengundangku dan membawa ku ke sini.
Aku di buat bertanya-tanya kenapa dia mengundangku kemari??...
Tidak seperti biasanya atau ada hal yang gawat?...
Kenapa dia mengajakku ke tempat mewah ini??....
Apa yang dia rencanakan??...
Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku.
Ah biarlah ku nikmati saja semua ini, aku pun tak sungkan untuk memesan.
Setelah menikmati hidangan mewah ini, aku meminum habis jus jeruk yang tadi ku pesan, sampai semua tandas tidak ada tanda-tanda kedatangan Veli. Kemana dia?.... Sungguh kesal aku di buatnya, waktuku terbuang percuma.
Tiba-tiba kepalaku terasa pusing, ada apa ini. Setelah itu entahlah aku tak mengingat apapun.
Aku terbangun kala ku dengar Sayup-sayup suara seseorang menangis....
Suara siapa itu pikir ku...
Ku dengar kan dengan jelas, ahhhh Itu suara Veli, kenapa dia menangis? Apa yang terjadi kepada nya??...
Berbagai pertanyaan muncul di otakku tetapi tubuhku terasa lemas tak bertenaga ,untuk membuka mata saja terasa berat.
Apa?? Ku lihat Veli tanpa sehelai benang pun.
Deg.....
Perasaanku mulai tak enak, ku pejamkan mata ku, aku pun melihat ke arah tubuhku.
Deg....
"Tidak ....Tidak .... Aku begitu syok,"
Tiba-tiba pintu terbuka dengan cepat, aku tak sempat meraih bajuku yang berserakan di lantai.
Kami pun, ya aku dan Veli harus di seret paksa ke kantor polisi atau pelaporan seseorang dengan tuduhan pesta se* dan obat-obatan.
Aku sempat menolak tuduhan itu begitu juga dengan Veli tetapi semua bukti tertuju kepada kami. Aku yang tak tahu apa-apa harus pasrah menerima semua ini.
Hancur semua reputasi ku dan keluargaku begitu juga dengan Veli, Papa ku terkena serangan jantung dan perusahaan bangkrut. Ya tentu saja karena aku belum bisa mengelola nya dan harus mendekam untuk beberapa waktu di sana.
Sama halnya dengan Veli.
Aku pun terpaksa menikah dengan Veli karena setelah itu beberapa bulan kemudian Veli di nyatakan hamil, sudah jatuh tertimpa tangga itulah yang cocok menggambarkan nasib ku. Seorang Jo yang kaya raya hancur dalam sehari.
#POV. JO END#
B E R S A M B U N G.....
Baca๐๐๐๐
Maaf ya karena kemarin niatnya update 1 bab tetapi muncul 4 jadi sabar ya ku revisi satu-satu๐.
Kemarin tentang Veli sekarang gantian Jo ya.... Biar kalian lihat tahu bagaimana kehidupan keduanya.
Jangan lupa ya setelah membaca tinggalkan jejak Like tekan Like ๐, karena pembaca kulihat banyak ribuan tetapi yang like cuma ratusan๐. Mohon kerjasamanya biar saya semangat menulis.