
Semua aman terkendali. Tio benar-benar menjaga Amanda dan keluarganya sehingga Denis engan untuk mendekati Amanda. Denis memilih mundur sesaat guna mencari cela untuk bisa memiliki Amanda.
Perusahaan milik pak Rendi pun masih berdiri kokoh tak tergoyahkan, justru perusahaan milik pak Rangga sedikit terguncang karena banyak rekan bisnisnya yang ketakutan, akhirnya mereka memilih untuk tak ikut campur urusan pak Rangga dengan keluarga Abraham. Beberapa dari mereka bahkan ada yang menarik saham nya karena takut terkena imbasnya.
Gosip cepat menyebar kalau Tio adik ipar dari tuan Abraham dan Amanda anak dari pak Rendi tengah menjalin hubungan dan keduanya akan melangsungkan pertunangan dalam waktu dekat.
Kabar itu memang sengaja Abraham hembuskan melalui beberapa anak buah nya. Abraham ingin mereka semua tahu dan tak ada yang berani mengusik keluarga Amanda maupun Tio.
Siapa yang tak kenal Abraham, pria berumur 30 an itu nyatanya sanggup mendirikan perusahaan miliknya sendiri tanpa campur tangan siapa pun, bahkan lawan yang ingin menjatuhkan dirinya pun harus berfikir 1000 kali, karena Abraham terkenal kejam tanpa ampun terhadap orang yang berani mengusik dirinya.
Pak Rangga dan Denis sibuk mengurus perusahaan jadi keduanya seakan lupa dengan dendam yang sudah mereka tanamkan sendiri.
Untuk penghianat yang sudah menembak Tio, semua sudah Abraham dan Bimo masukkan ke dalam penjara, ya setelah Bimo puas menghajar mereka. Mereka di dakwah dengan pasal berlapis sehingga hukuman mereka terima cukup lama.
****
Pagi ini semua berkumpul di ruang tamu. Ya... Memang dari kemarin di kembar merengek, meminta kepada sang papa untuk mengajak mereka berdua untuk pergi ke kebun binatang.
Awalnya Arin menolak karena si kembar sudah pernah ke sana, namun lagi-lagi dia bocah itu merengek kepada Papa nya. Jadilah ini Minggu ini mereka berencana berangkat liburan ke kebun binatang dan Abraham juga menyarankan untuk pergi ke pantai. Malam hari nya mereka akan menginap di vila miliknya. Liburan panjang si kembar ini mereka manfaatkan untuk berkumpul bersama.
Rio memilih tidak ikut karena dia harus pergi ke luar kota untuk pembukaan cabang toko kue milik Arin. Keesokan harinya dia akan datang ke vila untuk berkumpul di sana.
Sedangkan Tio juga mengajak Amanda, Tio sudah meminta ijin kepada
Semua sudah berada di ruang tamu...
"Pak nan jangan lupa biskuit, cemilan dan minuman juga ya masukkan ke dalam mobil takutnya si kembar minta cemilan saat di mobil," kata Arin menunjuk ke arah paper bag yang berisi cemilan, 1 kardus air mineral dan beberapa minuman kemasan tak lupa susu coklat dan strawberry kesukaan si kembar.
Hari ini mereka membawa 3 mobil, 1 mobil berisi bodyguard, satu lagi di kemudikan Bimo yang berisi Abraham, Arin , ketiga anaknya dan sang bunda Dan yang terakhir di kemudikan Doni cuma berisi satu baby sitter, Amanda dan Tio.
Abraham sengaja mengajak mereka semua, Abraham ingin menjernihkan pikiran nya setelah beberapa Minggu lalu mereka di terpa berbagai macam masalah.
"Ayo sayang kita masuk," ajak Arin menyadarkan Abraham dari lamunannya.
"Sini biar baby Andra, bunda gendong dulu," pinta bunda karena Arin sedikit kerepotan untuk masuk ke dalam mobil.
Si kembar sudah masuk terlebih dahulu, keduanya begitu girang.
"Hore kita lihat harimau," kata Abrian bersemangat.
"Serem kak, kita naik gajah saja," kata Aurel membayangkan dia sudah duduk manis di atas gajah.
"Ck keren tahu, aku gak mau naik gajah terlalu tinggi," jawab Abrian menolak saran dari sang adik.
Keduanya pun berdebat masalah tak penting.
Abraham dan Arin geleng-geleng kepala melihat keduanya yang jaran akur.
"Sttt jangan berisik kasihan baby Andra nanti bangun," bunda memperingati kedua cucu nya.
"He he he he he he, maaf Oma," jawab Abrian takut sang Oma akan memarahinya.
"Tenang Oma, itu Andra tidur nyenyak kok. Nih lihat..." Jawab Aurel santai sambil menowel pipi gembul sang adik.
Arin melotot melihat keisengan sang kakak.
"Ish kak Aurel jangan di gituin nanti adiknya bangun terus nangis," Arin memperingati sang putri yang begitu jahil.
"He he he he he he he he,"
Abraham yang mendengar itu pun terkekeh geli di buatnya.
"Dasar keras kepala," cibir Abrian menatap sang adik perempuan nya itu dengan sinis.
"Sudah jangan berisik, kita jadi berangkat tidak?" Bunda pun akhirnya bersuara karena melihat mulut bawel Aurel tak akan cepat berhenti.
"Jadi dong Oma," jawab Aurel cemberut.
"Ya sudah jangan berisik biar om Bimo tidak terganggu," kata Arin.
Akhirnya Aurel pun terdiam, namun mulutnya masih manyun, bahkan wajah Aurel masih membrengut kesal selama perjalanan berlangsung.
Sedangkan di Abrian memilih untuk bermain game di ponsel.
Berbeda dengan mobil Abraham yang ramai, Tio terlihat canggung. Entahlah tetapi itu yang Doni lihat saat ini.
"Tio aku haus," Amanda menarik kaus milik Tio, Amanda berbicara berisik karena merasa malu apalagi sedari tadi tatapan mata Doni beberapa kali melirik ke belakang.
"Tenang, aku sudah jinak kok," kata Doni melirik ke arah Amanda.
"He he he he he he, ada-ada saja bang Doni," lirih Tio tertawa melihat bang Doni.
"Amanda mungkin malu bang," jawab Tio seakan tahu kalau Amanda bukan merasa takut melihat wajah Doni melainkan malu.
Tio pun mengambilkan air minum kemasan yang ada di samping nya untuk Amanda.
Amanda menunduk saat Doni melihat ke arahnya.
"Sudah jangan malu, memang bang Doni suka iseng kok," bisik Tio di telinga Amanda.
Memang sedari tadi, Doni mengawasi Amanda. Doni ingin melihat apakah Amanda itu benar-benar mencintai Tio secara tulus atau karena ada maksud dan tujuan yang lain.
Doni bernafas lega, dia yakin kalau Amanda bersih tidak memanfaatkan Tio.
Perjalanan menuju kebun binatang cukup lama membuat Amanda beberapa kali menguap.
"Sayang kamu ngantuk?" Tanya Tio perhatian.
"Hemm...." Jawab Amanda yang sudah merasa mata nya tak bisa berkompromi lagi.
Dengan perhatian , Tio pun menarik Amanda mendekat, dia menaruh kepala Amanda di pundaknya. Amanda pun menurut dan tak butuh waktu lama akhirnya Amanda pun tertidur pulas.
"Ck kalian buat saya iri saja," Doni mencibir kedua pasangan yang terlihat begitu romantis.
Sedangkan baby sitter yang sedari tadi duduk di sana memilih diam tak berani berbicara.
"He he he he he he, bisa saja bang," jawab Tio terkekeh melihat Doni.
"Dasar bucin," sindir Doni namun Tio cuek tak menanggapi. Justru Tio malah asyik membelai rambut Amanda dan tangan nya satu lagi mengengam tangan Amanda.
B E R S A M B U N G.......