Benih Tuan Muda Kejam

Benih Tuan Muda Kejam
BTMK bab 110


Hari demi hari, pertumbuhan baby Andra semakin membuat semua orang gemas melihat nya.


Aurel maupun Abrian kadang sering berantem memperebutkan untuk memangku sang adik. Keduanya juga sering protes kala beberapa teman Arin maupun sahabat Abraham yang ingin mengendong bayi tampan itu.


Abrian sering membrengut kesal saat ada orang yang menggoda dengan bilang kalau baby Andra lebih tampan dari nya.


Seperti kemarin saat dengan jahilnya dokter Rian bilang kalau Andra lebih lucu dan tampan, jangan tanyakan lagi reaksi Abrian. Dia langsung mengusir dokter Rian pulang.


Abraham semakin bahagia melihat keluarga kecilnya, hidupnya yang dulu sering kesepian membuatnya menghabiskan waktu untuk bekerja. Sekarang dia justru tak ingin lama-lama berada di perusahaan, dia sering kangen keluarga kecilnya apalagi semakin hari baby Andra bertambah gemuk dan mengenaskan tingkahnya.


****


Begitu juga dengan Tio, setiap hari dia tak bosan mengirimkan pesan manis kepada Amanda meskipun pesan itu tak pernah di balas satu pun.


Tio tak patah semangat merebut hati Amanda lagi.


Tio selalu memanfaatkan waktu untuk sekedar menggoda Amanda.


Seperti siang ini, kebetulan Amanda dan Tio sedang berada di perpustakaan. Karena dirasa cukup aman, Tio mendekati Amanda.


Greeep...


Eh... Amanda di kaget kan dengan tangan kekar yang menariknya ke sudut ruangan yang jarang di lalui mahasiswa maupun mahasiswi kalau mereka di perpustakaan.


"Kamu..." Amanda langsung melotot melihat siapa yang menariknya.


Meskipun kesal, namun Amanda sedikit merasa lega karena dia tadi sempat ketakutan kala ada yang menariknya, dia sudah berfikir macam-macam.


"Sayang apa kabar?" Tanya Tio menaik turunkan alisnya menggoda wanita cantik itu.


"Ck sayang sayang... Enak saja kalau ngomong," sinis Amanda.


"Aku tuh pacarnya Rio saudara kamu," protes Amanda.


"Ha ha ha ha ha ha pacar beneran atau pacar bohongngan," ledek Tio.


Deg


Amanda gelagapan mendengar itu.


"Pacar beneran dong," Amanda menjawab dengan percaya diri, dia tak memperlihatkan kegelisahan dirinya saat ini.


"Aku sudah tahu kalau kamu dan adikku hanya pacar bohongngan," bisik Tio di telinga Amanda membuat Amanda ketakutan kalau rencana mereka gagal.


"A-apa ma-ksud kamu?" Tanya Amanda terbata karena ketakutan.


"Aku mendengar semuanya dengan jelas saat kamu dan Rio sedang asyik berbicara di taman kemarin," jelas Tio dengan tatapan meledek.


Tio pun mengingatkan kejadian kemarin.


~Flashback on~


Tio yang sedang ingin pergi ke toilet mengurungkan niatnya saat melihat Amanda dan Rio sedang asyik bercanda dan tertawa.


Tio pun kesal, dia mengepalkan tangannya dengan erat. Emosi sudah di ubun-ubun membuat dia tanpa sadar melangkah menuju ke arah Amanda dan Rio.


Namun Amanda dan Rio tak menyadari, keduanya tak melihat ke arah belakang. Keduanya asyik bercanda karena tempat ini sepi hanya beberapa orang yang lalu lalang di sini.


"Rio tuh kakak kamu tiap hari gak bosen apa mengirimkan pesan gombal pagi-pagi," kata Amanda.


Deg


Tio pun berhenti, dia ingin mendengar ucapan keduanya, dia pun bersembunyi di semak-semak tak jauh dari sana namun pembicaraan Amanda dan saudara nya masih terdengar.


"Ha ha ha ha ha bagus dong," ledek Rio.


"Apanya yang bagus," kesal Amanda.


"Ya sekarang kan gantian saudara ku yang mengejar-ngejar kamu," jawab Rio.


"Iya sih, rasain dulu dia cuekin aku sekarang gantian," kesal Amanda.


Kring kring kring kring...


"Eh ayang ku telephon, bentar ya" kata Rio.


"Hu uuu dasar, ah aku pergi saja lah daripada jadi obat nyamuk," kesal Amanda.


"Pacar bohongngan," cibir Amanda setelah itu dia pergi meninggalkan Rio.


"Ha ha ha ha ha ha..." Rio tergelak melihat tingkah laku sahabatnya itu.


~Flashback off~


Amanda yang tak tahu harus berbicara apa memilih untuk meninggalkan Tio namun Tio meraih tangan Amanda dan membawa Amanda ke dalam pelukannya.


"Lepaskan..." Teriak Amanda meronta mencoba melepaskan pelukan Tio.


"Maafkan aku, ayo kita mulai semua dari awal," pinta Tio.


Amanda yang awalnya memberontak pun mulai nyaman dalam pelukan Tio.


'Sadar Amanda jangan luluh dulu, buat dia menderita seperti kamu dulu,' batin Amanda menolak rasa nyaman yang di berikan oleh Tio.


"Lepas ...." Amanda mendorong tubuh Tio dengan kuat.


"Eh... " Tio kaget melihat Amanda yang tiba-tiba mendorong nya padahal tadi dia kira Amanda tidak akan melakukan itu karena Tio berfikir Amanda sempat diam-diam menikmati pelukan nya.


"Sayang..." Dengan berani Tio memanggil Amanda sayang.


"Stop jangan panggil aku sayang karena kita tidak punya hubungan apa-apa," sewot Amanda.


Tio tersenyum berjalan mendekati Amanda. Sebenarnya Amanda sedikit takut melihat senyum Tio yang baginya menyeramkan.


"Apa...." Amanda melotot dia menatap Tio dengan garang.


Cup.... Tanpa di duga Tio mendaratkan ciuman di kening Amanda membuat gadis cantik itu menganga tak percaya.


"Tutup tuh mulut atau ku cium," ledek Tio namun dengan cepat Amanda menutup mulutnya karena takut ancaman pemuda tampan itu.


"Kamu...." Amanda di buat geram.


"Mulai hari ini kamu resmi menjadi pacarku titik, kamu juga jangan protes atau akan ku gigit mulut bawel mu itu," kata Tio disertai senyuman manis.


"Dih maksa," cibir Amanda dengan kesal dia tak berani protes karena di sini sepi dan dia takut Tio nekat melakukan ucapan nya tadi.


"Besok aku jemput ya," kata Tio mengacak rambut gadis itu dengan gemas.


"Ogah...." Tolak Amanda berjalan melewati Tio.


"Jangan berani menolak atau ku culik kamu dan ku bawa ke KUA hari ini juga," ancam Tio.


Amanda mendengar itu, dia menghentakkan kakinya karena kesal ulah pria tampan itu yang suka memaksakan kehendaknya.


"Dasar tukang paksa," cebik Amanda memonyongkan bibirnya.


"Kalau gak di paksa takutnya kamu kabur ke pelukan cowok lain," jawab Tio.


Tiba-tiba hati Amanda berbunga-bunga mendengar ucapan dari Tio, sudut bibir Amanda tersungging ke atas namun dengan cepat dia memasang wajah jutek supaya pemuda tampan itu tidak besar kepala.


"Sudah aku mau pulang," kata Amanda.


"Aku antar ya," tawar Tio.


"Aku bawa mobil sendiri," jawab Amanda menolak tawaran Tio.


"Tidak ada penolakan," Tio menarik paksa tangan Amanda.


"Eh mobilku bagaimana?" Protes Amanda.


"Gampang nanti ada yang mengambilnya, mana kuncinya," Tio meminta kunci mobil itu.


Dengan cemberut Amanda pun memberikan nya.


Tio merogoh celananya, dia mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada seseorang.


Sampailah keduanya di tempat parkir, baru saja mereka datang namun di sana sudah ada teman Tio yang menunggunya.


"Bawa nih mobil ke rumah Amanda, nih buat ongkos pulang nanti," perintah Tio tak lupa memberikan 5 lembar uang berwarna merah kepada temannya.


"Thanks bro," jawabnya berbinar setelah memasukkan uang ke dalam saku.


B E R S A M B U N G....