Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
pulang


kini sejoli yang dimabuk cinta tersebut sedang berada di arah pesawat pribadi Aidil ,mereka berdua duduk bersampingan genggaman tangan dari keduanya tidak perna lepas


" apa kamu masih takut ?? tanya Aidil


" sedikit " ucap Yuli dengan senyuman tipis


" tidur lah nanti tak terasa kita sudah sampai" ucap Aidil dan di angguki oleh Yuli


sekitar 2 jam pesawat mereka mendarat dengan sempurna membuat hati Yuli lega


" ayo Bimo sudah menunggu kita di bawa " ajak Aidil


" baiklah " ucap singkat Yuli


mereka turun bergandengan tangan dan melihat seseorang sedang berdiri menggunakan kaca mata hitam


" itu si Bimo " ucap Aidil menunjuk ke arah orang yang berkacamata hitam itu


Bimo yang melihat kemesraan bosnya dan Yuli ikut bahagia


" akhirnya perjuanganmu tidak lah sia sia bos " gumam Bimo tersenyum kecut


" hai Bimo udah lama nunggu ?? tanya Yuli


" baru saja nona " ucap sopan Bimo


" cepat bukakan pintu ,malah ngobrol " ucap tegas Aidil membuat Bimo segera membuka pintu mobil


mobil mereka melaju ke arah rumah utama


" sayang apa kamu tau jika jomblo itu sangat menyakitkan " sindir aidil


" apa iya ?? tanya Yuli yang tidak mengerti arah pembicaraan Yuli


" iya apalgi kalau kita sedang menupiri orang yang sedang berpacaran rasanya seperti mau mati saja " ucap Aidil dengan suara agak tinggi


" gak usah sok soan kamu bos ,tau ku tabrakan mobil ini " gumam kesal Bimo


" sudah lah gak usah bahas itu kasian Bimo , pasti dia merasa " ucap Aidil yang membuat Yuli bingung


" seandainya kamu bukan bos ku udah ku bunuh kamu " gumam Bimo


" Bimo apa perusahaan baik baik saja ?? tanya Aidil


" iya bos ,aman " ucap Bimo singkat


" apa kamu tau bos ,kalau aku disini selalu lembur gara gara kamu dan kamu disana asik asikan " gumam Bimo


sekitar satu jam mobil mereka memasuki rumah besar dan megah tersebut mata Yuli takjub dengan pemandangan yang sangat indah di matanya


" ayo turun ,kita sudah sampai" ucap Aidil ke Yuli tapi belum ada jawaban


" e eh iya iya bentar " ucap Yuli


" apa Alfa sama Alfi sering ke sini ?? tanya Yuli dan diangguki oleh Aidil


" apa kalian tidak terlalu memanjakannya?? tanya lagi Yuli


" sedikit " jawab Aidil


"ayo kita masuk ,pasti mereka kaget saat kita masuk " ucap Aidil dengan senyuman manisnya


" dan kamu Bimo segera ke Perusahaan " ucap tegas Aidil dan segera diangguki oleh Bimo


" dasar bos sialan ,gak tau diri " gumam Bimo


mereka berdua melangkahkan kakinya ke dalam rumah mewah tersebut saat membuka pintu mata Yuli sangat takjub dengan isi ruangan yang begitu mewah


tiba tiba teriakan anak kecil mengagetkan Yuli


dan Aidil


" undaaaa , eddyyyyy " teriak Alfa dan Alfi berlari ke arah Aidil dan Yuli


Alfa dan Alfi langsung memeluk Deddynya yang sudah berjongkok


" anak ganteng Deddy" ucap Aidil mengelus rambut sang kembar


" kalian gak kangen bunda ?? tanya Yuli


" idak ( tidak ) " ucap kompak mereka membuat Yuli melototkan matanya ke arah sang kembar


" angen angat ( kagen Bangat ) ucap mereka kompak dan segera mencium pipi bunda nya


" aunty sama Oma mana ?? tanya Yuli


" eleka Edang di ukum kalna alah ain cama adek dan akak ( mereka sedang di hukum karma kalah main sama adek dan kakak ) ucap Alfi bangga


" iya ayo iat onti cama Oma eleka antik anget ( Aiya ayo lihat aunty sama Oma mereka cantik banget) ajak Alfa menarik tangan bundanya


tiba tiba Yuli melotot kan matanya tidak percaya dengan wajah Nurul dan Mami Yani yang sudah seperti Mak lampir


" hahahahahahaha " ketawa Aidil membuat kedua wanita yang di kerjain oleh sang kembar segera menoleh ke sumber suara


" Aidil " teriak kompak Nurul dan Maminya


dengan segeara Yani berdiri dan menarik telinga Aidil


" aduh mi ,jangan main tarik telinga dong ,sakit tau " ucap Aidil meringis kesakitan