Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
KECIDUK KARYAWAN


di kediaman Dara dan Bimo


Bimo sangat sengsara dengan kondisi badannya, dia sangat pusing dan akhir-akhir nafsu makannya bertambah dua kali lipat


dan entah mengapa Dara sudah tidak mual lagi , hanya saja nafsu makannya lebih banyak daripada Bimo


hari ini Bimo terpaksa berangkat bekerja karena bosnya tidak diharapkan , itulah yang ada dipikirannya


dengan wajah yang pucat , dan langsung duduk di kursinya


tak lama kemudian Aidil datang dan mampir ke meja asisten nya terlebih dahulu


" kenapa lu ?? tanya Aidil yang melihat Bimo seperti orang yang sudah sekarat


" gak enak badan " jawab singkat Bimo


" kenapa kerja ?? tanya lagi Aidil


" kamu tidak bisa diharapkan bos " ucap Bimo kesal


" bos coba kesini dulu " ucap Bimo membuat Aidil dengan bingung menuruti kemauan nya


Aidil kaget saat Bimo langsung mendekatkan wajahnya ke badan nya, dan dengan cepat Aidil menghindar


" kamu mau ngapain sialan ?? tanya Aidil sinis


" bos make parfum apa , kok sangat wangi dan segar dihidung ?? tanya balik Bimo


" kamu kenapa sih , kok tiba tiba bahas parfum, dan parfum ku sama saja gak ada berubah nya " jawab Aidil penuh tanda tanya


" minta jasnya bos " ucap Bimo lagi tapi tidak dihiraukan oleh Aidil yang membuat Bimo segera mendekat ke arah Aidil dan memaksa nya melepaskan jasnya


" woe kau mau ngapain sialan ?? tanya Aidil sedikit berteriak karena Bimo seperti Sangat agresif memaksa bos nya


" mau ku pecat ?? ucap lagi Aidil tapi tidak dihiraukan oleh Bimo yang terus berusaha melepaskan jas bosnya


" bim kau homo sialan " teriak aidil


" maaf ini berkas........" ucapan pegawai yang datang membawa berkas terpotong saat melihat orang yang didepan nya seperti sedang pelukan


Aidil dengan cepat mendorong tubuh Bimo hingga Bimo terjatuh ke lantai


" aduh bos , sakit " pekik Bimo memegang pantat nya yang sakit tapi tidak dihiraukan oleh sang bos


" hei kamu jangan salah paham , jika kamu masih mau hidup jangan macam macam , ini tidak sesuai yang ada dipikiran mu dan aku tegaskan jangan memberitahu siapa siapa " ucap Aidil sedikit panik


" i..i..iya bos " ucap gugup karyawan tersebut


" kamu cepat pergi sekarang " ucap Aidil membuat karyawan tersebut meletakkan berkas yang dibawanya dengan cepat dan berlari pergi meninggalkan Atasan nya


setelah karyawan itu pergi Aidil menarik Bimo dan mencengkeram kerak bajunya


" apa yang kamu lakukan bodoh ?? tanya Aidil dengan nada tinggi


" bos , santai , aku gak tau kenapa aku sangat tertarik dengan wangi mu " jawab Bimo dengan tampang wajah tidak merasa bersalah sama sekali


" hei sialan , aku ini bos mu dan kamu harus menghormati ku , apa apaan tadi kau melihat ku seperti wanita seksi hingga langsung mau menerkam ku begitu saja dan asal kamu tah aku sudah punya istri begitu pun dengan mu kenapa bukan istri mu saja yang yang kamu cium atau endus-endus sampai mabuk " omel Aidil memarahi anaknya


" lepasin dulu bos " ucap Bimo membuat Aidil segera melepaskan nya dengan sangat kesal


" aku kan sudah meminta baik baik tadi bos tapi bos tidak mau dan terpaksa aku harus memaksa bos " ucap Bimo malah balik ngomel


membuat Aidil membulat kan matanya


" sejak kapan kamu sudah mulai berani membentak ku sialan , dan apa hak mu mau mengambil jas ku , kalau mau beli Sendiri " ucap Aidil ngeggas


" kok bos malah pancing emosiku , aku tidak pernah takut bentak bos " jawab Bimo tak kalah ngeggas


Aidil yang mendengar jawaban dari sang asisten kembali membulatkan matanya


" sana aku mau kerja " ucap Bimo


" sialan kau , liat saja gaji kamu tidak akan sampai ke ATM mu " ucap Bimo dan langsung pergi


" itu gak mungkin bos " jawab Bimo sedikit berteriak ke arah Aidil yang sudah pergi