
Nurul semakin terisak dengan tangisannya , perasaan nya campur aduk antara percaya atau tidak terhadap suaminya yang dia bisa lakukan hanya berharap suami nya mencintai nya sepenuh hati
" aku akan melindungi mu dan keluarga kecil kita , suatu saat jika anak kita lahir aku tidak mau jika kamu terus berprasangka buruk tentang ku " ucap Rei
" bagaimana aku tidak berprasangka buruk dengan mu , setiap aku melihat mu menatap Yuli hati ku seakan sakit Rei , tapi aku mencoba untuk tidak terlalu cemburu " ucap Nurul lirih
" maaf kan aku , aku akan menjaga hati ku untuk istri ku " ucap Rei mengecup kening istrinya
" aku sangat beruntung jika omongan kamu buktikan" ucap Nurul
Rei memegang kepala Nurul dan mengarahkan pada wajah nya , entah mengapa jantung Nurul berdegup kencang melihat bola mata Rei yang terlihat sangat lembut kepadanya
Nurul melihat wajah itu semakin mendekat ke arah nya , Nurul langsung menutup matanya saat melihat wajah suami nya sudah berjarak sekitar 2 cm kepadanya
cupp
entah bunyi apa itu , yang berasal dari perpaduan bibir Rei dan Nurul , Nurul hanya bisa pasrah dan hanya diam dia tidak tau membalas nya seperti apa
saat Rei menggigit bibir nya pelan membuat Nurul dengan refleks membuka mulutnya dengan debaran jantung yang sudah seperti gempa
Rei perlahan sudah mulai melepas kain yang digunakan oleh istri nya , begitu pula dengan diri nya dia sudah melepas semua pakaian nya hanya ada celana boxer yang masih lengket dan ular piton yang sudah terlihat jelas meronta-ronta dilepas kan dari dalam
Nurul yang pertama kali melihat nya sangat kaget walaupun ini yang kedua kalinya tapi saat pertama Nurul hanya menutup matanya menahan rasa sakit tapi pada akhirnya rasa sakit yang melanda Tersebut berubah menjadi kenikmatan itu lah yang di maksud oleh pepatah bersakit-sakit dahulu mend£$ah mend€$ah kemudian , itu adalah pepatah author
Nurul semakin takut saat ular tersebut gerak gerak didalam boxer
" apa itu gerak gerak ?? tanya Nurul yang sudah sangat panik
" apa kamu tidak tau jika ini yang membuat mu kenyamanan tadi malam " ucap Rei dan tanpa rasa malu sama sekali melepaskan boxer nya dihadapan Nurul
Nurul seketika berteriak saat melihat ular piton yang terlihat besar panjang dan putih , Nurul hanya sekilas melihat nya , tapi yang Nurul lihat jelas adalah kepalanya yang seperti kepala manusia yang botak dan mempunyai bibir di tengah
" ahhhhg kenapa ularmu besar sekali " ucap Nurul yang menutup mata nya dengan kedua tangan nya
" pegang lah kalau mau , dia sangat jinak dan lembut tapi kalau dia sudah beraksi kemungkinan besar akan membuat perut mu segera buncit kaya kakak mu " ucap Rei
" tidak mau , cepat pakai celana mu " ucap Nurul yang malah membuat Rei menarik tubuhnya , Nurul sangat merasakan sesuatu yang menempel di perutnya , dengan ciri ciri sangat keras dan panjang
" apa kamu mau jika perutku bolong di gigit ular mu " ucap Nurul berusaha mendorong Rei
tapi Rei malah menindih nya dan kembali menyatukan bibir nya dengan Nurul , suara demi suara keluar dari pertempuran bibir mereka
sedangkan kedua tangan Rei hanya bermain di gunung Sinabung yang ternyata di atas puncaknya ada batu coklat
Nurul sudah sangat tidak tahan dengan kenikmatan yang dia dapatkan malam ini
tangan Rei perlahan mulai turun ke bagian tahu isi Nurul dan beberapa kali menggoyang goyangkan tangan nya disana , Nurul sudah sangat tidak bisa menahan sesuatu yang ingin keluar dari dalam gua buaya , hingga sesuatu pun keluar seperti susu kental yang hangat
Rei kembali menggosok susu kental hangat yang sudah keluar tersebut ke sekitar gua buaya istri nya seperti tukang urut yang sedang memijat , hingga terlihat mengkilap seperti piring Mama lemon
Rei kemudian mengarahkan Ular piton yang terlihat lucu tersebut kedalam gua buaya istri nya ( mudah mudahan tidak ada buaya didalam kalau ada bisa lepas kepala ular piton digigit ya )
Rei dengan lembut mulai memancing mancing buaya yang ada didalam gua nya agar keluar dengan cara memasuk keluar kan piton nya sebagai umpan ( anggap saja begitu )
Rei yang mungkin sudah kesal karena ternyata gua buaya tersebut tidak ada penghuninya , dengan kecepatan tinggi Rei memompa nya hingga membuat seprei berbunyi bunyi disertai suara hentakan , melodi tersebut sangat indah didengar karena ada nya perpaduan antara bunyi ranjang dan bunyi pak pak dari ulat piton
hingga membuat Nurul seperti sedang diguncang ombak yang sangat dahsyat
sekian dan terima kasih
jika ada yang tidak menyukai nya author minta maaf , author hanya takut jika EPS ini ditolak dan yang ke dua author hanya menghibur kalian