
Kevin pulang dengan keadaan seperti tidak semangat hidup apa lagi Alfa dan Alfi tidak mau berjalan kaki dengan terpaksa Kevin menggendong keduanya sekaligus
" ibu aku mau mati " rengek Kevin saat melihat ibunya bersantai menonton membuat nek Vivin menoleh ke arah sumber suara
" kapan ,ibu sudah tidak sabar menunggu mu mendahuluiku " ucap sang ibu dengan teganya membuat Kevin tambah kesal
" ahhg kalian sama saja " ucap kesal Kevin
tiba tiba dari arah dapur datang mama mudah yang membuat Alfa dan Alfi berlari ke arah nya
" unda tadi capi encing ,tluc encing nya anyak angat ( bunda tadi sapi kencing ,trus kencing nya banyak bangat ) cerita Alfa auntusias dan di angguki oleh sang adek menyetujui membuat Yuli hanya menggeleng kan kepalanya melihat anaknya yang seperti melihat hal yang hebat
" ohh sapi memang banyak kencing nya " ucap Yuli
" tapi ata om Evin capi Ewan akanya kaya gitu ( tapi kata om Kevin sapi hewan makanya kaya gitu ) ucap Alfa lagi
" iya betul yang dikatakan paman Kevin , tapi tidak semua hewan seperti itu " ucap lagi Yuli yang membuat kedua anak nya mengangguk ngaggukuan kepalanya walaupun tidak mengerti
" cicit ku sangat pintar " ucap nenek Vivin dengan senyumannya tipisnya
" jadi om Evin calah dong " ( jadi om Kevin salah dong ) ucap Alfa yang membuat Kevin ingin sekali melempar nya
" loh kok cicit ku manggil orang perjaka ini om bukannya kakek atau eyang " ucap nek Vivin
" iya paman Kevin itu adik kakek kalian jadi gak pantas manggil om " ucap Yuli menambah kan
" tidak ,tidak , aku tidak mau dipanggil kakek ,aku masih mudah biarkan saja mereka manggil om saja itu sudah cukup " protes Kevin tidak terima
" lah memang benar kan ,gak bagus juga kalau mereka manggil om kan secara kamu ini adiknya ayah Yuli " ucap nek Vivin lagi
" Kevin bilang tidak ya tidak , aku mau di panggil om saja , nanti dikira orang aku sudah tua benar tapi masih awet mudah kan gak lucu " ucap Kevin tak terima
" gimana kalau kakek mudah saja ?? tanya lagi ibunya yang membuat nya menggeleng kan kepalanya
" tidak mau , mana ada kakek mudah yang ada panggilan kakek itu sudah tua " ucap Kevin lagi
" tidak semuanya lah " ucap ibunya lagi
" Kevin bilang tidak , dimana harga diriku nanti kalau ada cewek yang dengar mereka manggil aku kakek " ucap Kevin lagi tak terima
" ucle ??( ucle) ? tanya Alfa
" bukan ucle tapi uncle Kevin" ucap lagi Kevin dan di angguki oleh ke duanya tanda mengerti membuat Yuli dan nek Vivin hanya bisa pasrah
" terserah mu saja lah " ucap nek Vivin
" unda apan Eddy ke cini ??( bunda kapan Deddy ke sini ) tanya Alfa
" kalau gak besok lusa sayang " ucap Yuli
" trus Aidil sama siapa kesini ?? tanya Kevin auntusias membuat Yuli dibuat bingung
" kok paman tumben tanya tentang Aidil kan kalian seperti kucing dan tikus " ucap Yuli penasaran
" siapa yang bilang aku tanya tentang manusia sialan satu itu , aku hanya nanya dia datang sama siapa ?? ucap Kevin yang membuat Yuli mengerti apa yang ingin pamannya inginkan
" ohh sepertinya mas Aidil Sama kak Siska deh " ucap Yuli yang membuat Kevin refleks berteriak
" YESS " teriak Kevin tanpa sadar yang membuat nya malu sendiri
" apa benar kamu menyukai Siska ?? tanya sang ibu yang membuat Kevin langsung menganggukan kepalanya refleks
" astaga kepalaku kok mengangguk sendiri" gumam Kevin kalang kabut
" hahahaha paman sangat lah jujur " ucap Yuli di sela tawanya diikuti nek Vivin
" wah ternyata kamu bisa menyukai perempuan juga ,kiraiin kamu sudah tidak waras " ucap sang ibu yang membuat wajah Kevin memerah karna malu
" ibu sembarang saja kalau ngomong " ucap kesal Kevin
" tapi paman sayangnya kak Siska ada tugas di rumah sakit jadi gak bisa ikut " ucap Yuli menahan tawanya yang membuat Kevin kembali berteriak
" APAAA " teriak kefin refleks yang kembali membuat Yuli dan ibunya tertawa
" apa yang sedang aku lakukan , ternyata anak ,calon suami dan dirinya saja nyebelin " gumam Kevin kesal dikerjain yuli