Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
oceh sang nenek


beberapa pelayan sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk merayakan kehadiran Yuli dan anaknya


Yuli yang melihat para pekerja di rumah neneknya bekerja Yuli merasa tak tega dengan melangkahkan kakinya Yuli menuju ke dapur


Yuli mengambil pisau dan sayur sayuran yang tersedia dengan lihainya Yuli memotong kecil kecil sayuran tersebut, para pelayan yang melihat Yuli takjub dengan skill yang dimiliki ibu mudah tersebut


" nona mudah sebaiknya kami daja yang mengerjakan nya anda tunggu saja dimeja makan " ucap salah satu pelayan yang merasa tidak enak hati melihat cucu majikannya ikut mengerjakan pekerjaan dapur


" nggak papa bibi lagian Yuli senang mengerjakan pekerjaan seperti ini" ucap Yuli sopan


" anda sangat baik nona , tapi kami saja ,sudah hampir selesai " ucap lagi pelayan tersebut


" baiklah kalau bibi memaksa " ucap Yuli dengan tersenyum tipis


" maaf Nona saya tidak bermaksud" ucap pelayan tersebut dengan sopan


" tidak apa , baiklah kalau begitu saya permisi dulu " ucap Yuli dan melangkah kan kakinya menuju ke ruang tamu ikut gabung dengan nenek da kedua putranya menonton tv besar


dan Yuli langsung duduk di samping Alfa


" unda iat enek alak acak ala ala tluc iat tv ( bunda lihat nenek galak Mada marah marah terus lihat tv ) ucap Alfa membuat Yuli melihat neneknya yang sibuk mengomentari film yang ditonton nya


" hei dasar perempuan gak tau diri, apa kamu bodoh mau incar laki laki itu ,dia sudah mempunyai istri , dasar bodoh " oceh sang nenek membuat Alfi yang disampingnya menutup kedua telinganya


" enek alak Ica Iam gak adek idak Ica engal apa yang di icalain Olang icu ( nenek galak bisa diam gak , adek tidak bisa dengar apa yang di bicarakan orang itu) omel Alfa menunjuk ke arah tv membuat sang nenek diam seketika


tetapi tak lama kemudian sang nenek tidak tahan ingin mengomentari film tersebut


" kamu juga laki laki bodoh ,apa kamu gak tau kalau dia cuma mengincar hartamu doang , dan apa matamu buta tidak bisa membedakan perempuan baik , kasihan itu istrimu kamu duakan " omel lagi sang nenek


" unda iat enek alak idak Ica Iam( bunda lihat nenek galak tidak bisa diam ) rengek Alfi ke Bundanya


Yuli yang mendapat rengekan dari anaknya hanya bisa tersenyum tipis


" alau enek idak Ica Iam anti adek anti ilemnya (kalau nenek tidak bisa diam nanti adek ganti film nya ) ucap Alfi mengancam


" ohh maaf ,tidak sengaja " ucap sang nenek dan kembali fokus melanjutkan apa yang ditonton nya


" unda enek alak ( bunda nenek galak ) rengek Alfi yang sudah tidak tahan membuat Yuli segera menggendong nya


" aduh anak bunda tidak boleh begitu ,nenek itu cuma kasih saran buat orang di tv itu " ucap Yuli menenangkan


tak lama terdengar suara langkah kaki membuat Yuli dan neneknya mengarahkan pandangannya


" paman silahkan duduk " ucap Yuli sopan


" terimakasih" ucap kevin dengan senyuman nya


perempuan tua yang melihat anaknya datang sengaja membuang pandangannya ke sembarang arah, kevin yang mengerti segera meminta maaf


" ibu ,maaf tadi kevin benar benar tidak bermaksud begitu Bu " ucap kevin dengan suara tulus tapi tidak dihiraukan


" ibu kevin hanya bercanda , dan jika ibu tidak mau memaafkan kevin , kevin tidak apa apa kok asalkan ibu tidak marah lagi " ucap lagi kevin membuat sang ibunya berbicara


" kamu bodoh atau apa ,kalau ngomong itu yang benar bisa gak sih , apa bedanya memaafkan sama tidak marah lagi , " ucap kesal ibunya


" hehehe akhirnya ibu sudah tidak marah lagi " ucap kevin


" a....... ucapan sang nenek terpotong karena ada suara mengetok pintu


tok


tok


tok


kevin segera bangkit dari tempat duduknya diikuti oleh Yuli yang penasaran dan ikut melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu dan membukanya


ceklek


Yuli dikagetkan oleh seseorang yang datang