
Siska berlari dengan air mata nya yang tak bisa dihentikan nya , tapi saat sudah keluar dari apartemen Siska kaget melihat seseorang yang berdiri dengan koper di tangannya dan senyuman yang sudah lama tidak dilihat siska
Siska berdiri mematung menatap pria tersebut , Siska berfikir jika pria yang berdiri dan Tersenyum ke arahnya hanya sebuah hayalan atau halusinasi
" Siska dia pasti hanya hayalan mu doang " ucap Siska masih dengan air matanya yang terus mengalir
pria tersebut melangkah ke arahnya yang membuat Siska ikut melangkah maju
" dia hanya halusinasi, dia tidak mungkin langsung berada disini atau wajahnya mungkin cuma mirip " ucap Siska terus melangkah maju begitu pun dengan pria tersebut
tubuh Siska mematung tak percaya ketika pria tersebut Langsung memeluknya begitu erat , laki laki Tersebut melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Siska yang mengalir di kedua pipinya dengan ibu jarinya
" jangan menangis seperti ini kamu terlihat jelek " ucap Kevin seraya menghapus air mata Siska
" apa kamu benar kak Kevin ?? tanya Siska yang masih tidak percaya dan diangguki oleh Kevin
" siapa lagi kalau bukan calon suamimu yang tampan ini " ucap Kevin yang mana membuat Siska langsung memeluk tubuh Kevin erat , air matanya kembali menetes dia tidak menyangka jika seseorang yang dianggap nya hanya halusinasi ternyata orang yang dia cintai
Kevin membalas pelukan Siska tak peduli dengan orang yang melewati mereka berdua
" ayo kita pulang kak " ucap Siska didalam pelukan Kevin
" kalau aku gak mau gimana " ucap Kevin yang membuat Siska segera melepaskan pelukannya dan menatap Kevin dengan tatapan tajam
" apa kamu hanya mempermainkan ku saja ?? tanya Siska dengan suara yang menyeramkan
" takuttt cayang cickaaaa " ucap Kevin dengan suara mengikuti suara anak anak
Siska tak bisa menahan senyumnya melihat tingkah Kevin yang sangat unik di liatnya
" tu kan senyum sendiri cicka cayang " ucap kevin menggoda Siska
" apaan sih ahg " ucap Siska membuang pandangannya menyembunyikan wajahnya yang merona merah
" wajah cantik cicka cayang kok Merah " ucap lagi Kevin dengan jailnya membuat Siska langsung memeluk lagi tubuh Kevin
" hahaha ada yang malu " ucap Kevin disela tawanya
" aku senang kak melihat mu ceria lagi seperti ini " ucap Siska menolehkan kepalanya sedikit ke atas karena ukuran badan Kevin lebih tinggi dari pada Siska
CUP
Kevin mencium kening Siska walaupun sangat singkat
" astaga apa yang aku lakukan , kenapa mulut ini se maunya aja sih " gumam Kevin merasa bodoh sekali
Siska hanya diam mematung memandang wajah Kevin ,ini pertama kalinya laki laki bisa menciumnya walaupun hanya di kening
Kevin keringat dingin tak tau lagi harus bagaimana untuk melepas kan pelukannya tubuhnya seakan berat tak bisa menggerakkan anggota badannya
Siska yang menyadari jika dia masih pelukan dengan Kevin segera melepaskan pelukannya
" ayo kak kita pulang " ucap Siska yang sebenarnya dia juga canggung setelah di cium Kevin
Kevin hanya mengangguk anggukan kepala nya dan mengikuti Siska sambil memegang bibir nya
saat di mobil Kevin tak henti hentinya Tersenyum sendiri mengingat dirinya berani mencium Siska
" apa rasanya begini ya kalau baru pertama kali cium perempuan " gumam Kevin senyum senyum sendiri
" kenapa kak Kevin senyum senyum sendiri?? tanya Siska
Kevin kaget saat dia ditanya oleh Siska dan reflek menjawab
" aku ingin menciummu " ucap refleks Kevin membuat Siska menatap nya
" " apa yang kamu pikirkan bodoh " gumam Kevin menggerutu Ki kebodohan nya
" anu ga..k ma.....ma...ksudnya , apa ya " ucap Kevin sangat gugup dan tak tau mengeluarkan alasan
Kevin kaget saat Siska tiba tiba mencium pipi sebelah kanannya
CUP
Siska mencium Kevin yang membuat Kevin memegang pipi kanannya dengan mata tak berkedip tak percaya dengan kenyataan yang terjadi
" aku mencintaimu jangan seperti sebelum sebelumnya lagi " ucap Siska menyandarkan kepalanya di bahu Kevin yang semakin membuat tubuh Kevin semakin kaku