
Bimo sudah 4 hari belakangan ini disibukan dengan pekerjaan nya , tiba tiba Bimo kepikiran sama Dara membuat nya segera berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pergi
Bimo mengendarai mobilnya dalam jangka kurang lebih 15 menit dengan kecepatan yang lumayan cepat
Bimo memarkir kan mobilnya di depan rumah Dara , tapi dia masih bingung dengan apa yang harus diperbuat nya setelah sampai
" apa yang harus aku lakukan sekarang " gumam Bimo kesal
walaupun bingung Bimo tetap turun dari mobilnya dan duduk di kursi didepan rumah Dara tanpa mengetok pintu terlebih dahulu
Bimo memainkan ponselnya tiba tiba pintu terbuka membuat Bimo segera mematikan hp nya
" loh kulkas , sejak kapan kamu disini ?? tanya dara kaget
" namaku bukan kulkas , jika kamu memanggil ku dengan sebutan itu lagi aku akan memakanmu hidup hidup " ucap Bimo dengan suara dingin
Siska yang mendengar ucapan Bimo hanya bisa tersenyum dan ikut duduk di samping Bimo
" ada apa pak Bimo datang ke rumah ?? tanya Dara yang masih penasaran
" terserah ku saja mau kemana , asalkan aku memakai mobilku sendiri " jawab ketus Bimo yang membuat Dara menatapnya kesal
" iya saya tau anda memakai mobil yang tuan beli dengan uang sendiri tapi apa tuan tau jika rumah ini adalah rumahku da...." ucapan Dara terpotong
" aku tau " potong Bimo ketus
" kamu maunya apa sih ,nyebelin banget " ucap kesal Dara tapi tidak mendapat jawaban dari Bimo
hening
hening
" aku mau buang air kecil tapi belum ada yang mau keluar " sindir Bimo
" maksudnya ?? tanya Dara bingung
" iya harus diisi dulu sama minuman apa kek " ucap Bimo yang membuat Dara menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil cengingisan
tak lama kemudian Dara datang dengan segelas kopi dan diletakkan di meja
" aku mau nanya boleh gak ?? ucap Dara , Bimo yang mendengar ucapan bodoh Dara hanya menatapnya bingung
" apa kamu bodoh , kalau mau nanya ya tinggal nanya gak usah minta izin dulu " ucap Bimo sambil menyicipi kopi buatan Dara
" ahhgg panas " ucap Bimo mengipas lidahnya
" hahaha pak Bimo ternyata sangat lucu " ucap Dara yang membuat senyuman manis Bimo terukir indah diwajahnya walaupun hanya sebentar saja tapi itu sudah membuat jantung Dara berdebar kencang
mereka kembali diam tidak tau harus mau ngobrol apa
dara kembali teringat oleh pesan yang ditinggalkan oleh ibunya sebelum wafat
" pak , apa anda masih mengingat pesan yang disampaikan oleh ibuku ?? tanya Siska lirih sambil menundukkan kepalanya
Bimo hanya bisa mengangguk karena dia juga sebenarnya selalu kepikiran tentang hal tersebut
" lupakan saja apa yang ibuku bilang " ucap dara dengan suara pelan tapi tidak mendapat respon dari bomo sama sekali
Bimo menatap Dara dengan tatapan yang tak bisa diartikan dan mengatakan
" apa ada pesan akun yang ditinggalkan oleh ibumu ?? tanya Bimo masih menatap Dara
Dara menggeleng kan kepalanya tanda tidak ada yang lain selain menikah
" apa kamu yakin tidak ingin melakukan pesan terakhir ibumu ?? tanya lagi Bimo dengan nada suara serius , dara meneteskan air mata nya tidak tau harus menjawab apa
" pasti kamu masih bimbang kan ?? tanya lagi Bimo dan diangguki oleh Dara
" tapi pesan terakhir ibu ku melibatkan anda tuan , dan itu tidak mungkin terjadi " ucap Dara
" saat aku masih berumur 12 tahun ibuku meninggal dan ayah ku meninggalkanku sendiri di tepi jalan , aku hidup gelandang selama kurang lebih 5 tahun tapi aku diselamatkan oleh orang tua bos dan juga bos ,mereka menyekolahkan ku hingga lulus S2 , dan apa kamu tau saat ibu ku sudah di hayat terkahir nya dia masih sempat berkata "jika kamu sudah besar cari lah wanita yang baik jangan pandang rendah mereka dan juga jangan pandang tinggi karena derajat kita sama sebagai manusia dan jangan kamu menyakiti hati orang lain apalagi perempuan kami sebagai perempuan mempunyai hati yang lembut tidak seperti kalian yang laki laki kalian mempunyai hati yang kuat ,jadi suatu saat nanti walaupun kondisi mu masih seperti ini carilah wanita yang mau denganmu yang tulus mencintaimu " cerita Bimo panjang lebar dengan air mata yang sudah mengalir