Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
patah hati


sudah seminggu Kevin dan Siska berada di Amerika , hubungan dari kedua nya pun semakin dekat


Siska sudah beberapa kali mengajak Kevin untuk pulang tapi Kevin selalu menolaknya dengan alasan tidak mau meninggalkan pekerjaan nya


Kevin dan Siska sudah selesai dengan sarapan paginya ,Kevin ingin berdiri tapi ditahan oleh Siska


" kak Kevin ayo kita segera pulang ke tanah air kita " ucap Siska


" pulang lah sendiri aku akan membayar kan tiket " ucap Kevin


" kak aku tidak perlu kebaikan mu untuk membayar kan tiket aku hanya ingin kebaikan mu agar mau pulang ke Indonesia dan bertemu dengan ibumu dia pasti sangat sedih disana " ucap Siska lagi


" pulanglah sendiri biarkan aku disini saja " ucap singkat Kevin berdiri dari tempat duduknya


" apa kamu tidak ingin berniat menikahiku?? tanya Siska dengan suara serius


Kevin menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Siska


" apa maksudmu?? tanya Kevin


" apa kak Kevin sudah tidak mencintai ku lagi , ?? tanya Siska


" entahlah aku tidak bisa menjawab nya " jawab Kevin


" kak Kevin aku mohon beri aku kepastian, apa kak Kevin mau aku terus menunggu seperti ini tanpa kepastian darimu " ucap Siska yang sudah tak bisa menahan air matanya


Kevin menghembuskan nafas nya dan melangkah ke arah Siska


" aku mencintaimu" jawab Kevin singkat


" aku hanya belum bisa mempercayai sepenuhnya tentang ucapan ibuku waktu itu " ucap Kevin


" kak coba kak Kevin mikir , apa kak Kevin mikir jika nek Vivin hanya membohongimu saja , apa kamu gak lihat pas nek Vivin cerita semuanya waktu itu dan apa kamu melihat ada kebohongan saat dia bercerita? ucap Siska dengan air matanya yang semakin mengalir tak terbendung


Kevin hanya diam tidak bisa menjawab apa apa


" kak aku mohon ayo kita pulang dan segera menikah,aku mencintaimu" ucap Siska tapi masih belum ada jawaban dari Kevin yang hanya bisa menunduk


" jika kamu tidak ingin pulang , baiklah , aku akan pulang sendiri tapi aku tak akan mau bertemu lagi denganmu aku akan berusaha mencari pria lain di luar sana yang bisa memberikan kepastian dan tentunya akan lebih baik dari pada kak Kevin " ucap Siska penuh ancaman berharap dengan ancaman nya Kevin bisa berubah pikiran


" pulanglah kalau begitu , ucapanmu benar banyak laki laki di luar sana yang lebih pantas dari pada diriku , aku juga akan mencoba melupakan mu " ucap Kevin dengan air mata nya yang sudah menetes


Siska yang mendengar jawaban dari Kevin tak bisa berkata apa-apa lagi ,seakan lidah nya kaku


Kevin pergi meninggalkan Siska sendiri yang masih berlinang air mata


Siska mencoba menahan rasa sakit hatinya yang begitu perih , sangat perih dari apapun


Siska berlari ke arah kamar nya dan membereskan semua pakaiannya dengan air mata yang tak henti hentinya mengalir


" kak Kevin jahat ,aku benci kamu " ucap Siska pada dirinya sendiri


" aku akan membuktikan nya kak ,aku akan mencari yang lebih baik dari pada dirimu " ucap lagi Siska


Siska keluar dari kamar apartemen nya setelah mengemaskan semua pakaiannya


Siska berlari dengan air mata nya yang tak bisa dihentikan nya , tapi saat sudah keluar dari apartemen Siska kaget melihat seseorang yang berdiri dengan koper di tangannya dan senyuman yang sudah lama tidak dilihat siska