Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
kenyataan 2


Yuli yang mendengarkan kata kata Nurul hanya bisa menangis, dia tidak sanggup mengucapkannya satu sepatakata


Aidil yang melihat Yuli tidak berdaya maju ke hadapan Yuli dan ikut menunduk dan memegang tangan kanan Yuli


" Yuli , apa kamu pikir kejadian empat tahun lalu bisa aku lupakan begitu saja , tidak , aku tidak bisa melupakannya Bahkan rasa bersalah dalam hatiku semakin bertambah , aku sangat merasa bersalah denganmu apalagi saat aku mengetahui bagaimana perjuanganmu selama ini demi anak anak , mungkin dengan nyawa itu masih belum cukup untuk menebus kesalahanku padamu , jadi aku mohon untuk kali ini saja beri aku kesempatan untuk menebus kesalahan ku dengan menikah denganmu dan membahagiakan kalian bertiga , " ucap Aidil tulus membuat Yuli tambah menangis sejadi jadinya


" bos itu namanya mengambil kesempatan dalam kesempitan , kalau mau menebus kesalahanmu aku siap bos menggantikanmu hehehe " gumam Bimo


" aku mohon Yul , apakah kamu tidak memikirkan anak anakmu jangan jadikan ego mu sebagai alasan yang akan membuat kedua putra kita nantinya menderita " tambah Aidil


" tolong pergi , aku mohon ,beri aku waktu untuk sendiri hiks...hiks " ucap lirih Yuli


" baiklah kami akan pergi tapi jika kamu meminta bantuan kamu jangan sungkan dan untuk besok saya harap kamu tidak membatalkan kepergian kita karena masalah ini " ucap Aidil berdiri


" Yuli aku tidak akan meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini " ucap Siska tapi tidak mendapat jawaban dari Yuli


" kak ayo kita pulang pasti mami sama papi sangat bahagia karena kepulangan kakak " ucap Nurul tapi mendapat penolakan dari Siska


" maaf saya tidak bisa ikut kalian , saya tidak bisa membiarkan Yuli sendiri dalam keadaan seperti ini , jadi tolong jangan paksa saya " ucap Siska membuat Nurul ingin berbicara tapi mendapat kode dari Aidil agar membiarkannya saja


" baiklah kak ,kami pulang duluan " ucap Aidil dan diangguki oleh Siska


setelah kepulangan Nurul dan Aidil Siska langsung menenangkan Yuli agar tidak terlalu bersedih


sedangkan Siska langsung membuka kamar Yuli dan melihat kedua ponakannya duduk di kasur dan terlihat jelas wajah keduanya kelihatan murung


" kak kenapa murung gitu ?? tanya Siska tapi tidak mendapat jawaban dari Alfa dan kini matanya terarah pada Alfi yang duduk di samping kakaknya


" kenapa kakak sama adek mukaknya kok murung ?? tanya Siska ke Alfi tapi hanya mendapat gelengan kepala


" enapa Eddy idak inggal dicini ??( kenapa Deddy tidak tinggal disini )?? tanya Alfa yang membuat Siska tidak tau harus menjawab bagai mana


" ohh kalau Deddy Alfa sama Alfi ada pekerjaan yang harus dia kerjakan supaya dapat uang buat beli mainan kakak sama adek " ucap Siska yang kembali membuat Alfa bertanya


" Eddy gak Elna Kaci unda uit uat Eli Ainan ( Deddy gak perna kasi bunda duit buat beli mainan ) ucap lagi Alfa yang membuat Siska panik ,


" aku harus jawab apa " gumam Siska


" Deddy kalian kirim kok tapi bunda belikan baju buat Alfa sama Alfi " ucap Yuli yang baru masuk kedalam kamar


" tluc ana ajunya?? ( trus mana bajunya )?? tanya Alfi


" itu yang adek sama kakak pakai , baju itu dibelli bunda pakai uang Deddy" ucap bohong Yuli


" ayo kita main saja diluar" ucap Siska dan dengan semangat mereka berdua langsung turun dari tempat tidur