
" bisa kamu jelaskan Bimo ?? tanya Zei dengan nada serius
" iya benar , dia adalah calon saya " ucap Bimo sopan
" auuwwww sakit , ampun , Bimo minta maaf mi " ucap Bimo meringis kesakitan
" tidak ada kata maaf bagi anak durhaka seperti mu " ucap mami Yani kesal
" tapi kan kami belum menikah , kami akan menikah 2 bulan lagi mi " ucap Bimo yang kembali membuat kedua orang tua bosnya kembali berteriak kaget
" apaaaaaa " teriak zei dan istrinya kompak
" apaan sih berisik amat " ucap Aidil kesal
" apa kamu tidak mengaggap kami lagi sebagai keluarga mu ?? tanya Yani tegas
" bukan Tante , kan Bimo mau mandiri " ucap Bimo yang mendapat jeweran lagi
" awwww sakit
" kenapa kamu bandel sekali dari dulu selalu memanggil Tante ,padahal sudah berapa kali kami bilang panggil kami sebutan mami dan papi juga , apa kamu tidak mengaggap kami hah ?? tanya Yani yang masih menarik telinga Bimo
" tapi kan mau mandiri " ucap Bimo yang membuat Yani tambah kesal
" mandiri kamu bilang , gak ada kata mandiri jika mau diam diam menikah tanpa memberi tau ku dulu , itu bukan mandiri tapi takut jika pernikahan nya tidak direstui oleh ku " ucap Yani tegas
" ahhh , lepaskan dulu " ucap Bimo merengek kesakitan membuat Yani segera melepaskan
Yani berdiri dari tempat duduknya dan berkata kepada Bimo
" dari semenjak kami membawamu kesini kamu tidak pernah ingin memanggil kami sebagai sebutan ibu ayah atau mami papi , kenapa kamu tidak ingin sekali memanggil kami sebutan Tersebut ?? dan kami tau kalau kamu tidak ingin merepotkan kami tapi asal kamu tau Bim kami sudah menganggap kamu sebagai anak laki laki kami juga , kamu dari dulu ingin pergi dari rumah ini selalu beralasan ingin mendiri mencari pekerjaan dan tinggal di kontrakan tapi kami selalu melarang mu , tapi saat kamu sudah lulus S2 kami sudah tidak melarang mu untuk tinggal sendiri , tapi mami hanya ingin menanyakan mengapa kamu tidak bisa mengaggap kami sebagai orang tuamu ??
jika kamu mengaggap kami kenapa kamu tidak memberi tau kami terlebih jika kamu juga akan menikah , mungkin jika bukan Aidil yang mengatakan tadi kamu pasti tidak akan mengatakan nya " ucap Yani dengan air mata nya yang sudah menetes membuat Bimo ikut berdiri dan memeluk Yani dengan erat tak terasa air matanya ikut menetes
" maaf kan aku , aku sungguh tidak tau diri , aku tidak bermaksud begitu , aku hanya tidak ingin lagi merepotkan kalian lagi , dan aku Sangat menyayangi mami dan papi , aku tidak memanggil sebutan seperti itu karena aku tidak ingin mengingat hal hal yang menimpah keluarga ku dulu ... maaf kan aku " ucap Bimo dengan air matanya yang mengalir begitu saja dipelukan Yani
" mami tau nak , tapi kamu lupakan lah masa lalu mu yang membuat dirimu sendiri tersiksa mulai lah lembaran barumu " ucap Yani lirih membalas pelukan Bimo , seperti pelukan seorang anak dan ibu yang sudah lama tidak berjumpa
" iya mi , terimakasih " ucap Bimo melepaskan pelukannya
Yani menghapus air mata Bimo dengan jari jempolnya
" sudah lama mami tidak melihat mu menangis seperti ini , apa kamu ingat saat kami membawa mu kesini , mami berbuat seperti ini saat kamu menangis " ucap Yani lirih yang kembali membuat Bimo memeluknya