
setelah melalui perdebatan mereka memutuskan untuk 1 bulan lagi pernikan mereka
" baiklah sudah kita pistuska hari pernikahan Aidil dan Yuli satu bulan lagi dan lokasinya di kampung ini " ucap zei membuat Aidil cemberut
" jika calon pengantin pria tidak bersedia mending tidak usah nikah aja" lanjut zei yang membuat Aidil menggelengkan kepalanya cepat
" lebih baik ku putuskan saja dari pada ku gagal menikah " nyanyian Kevin pura pura menyindir
" lebih baik ku jomblo saja"
" mau bagaimana lagi "
" pacar juga tidak ada "
" hahahahahaha " nyanyian Aidil ikut menyindir dan di akhiri oleh tawanya membuat Kevin menatapnya tajam
" ohh maaf sepertinya nyanyianku menyindir ya hahaha " lanjut lagi Aidil
" sudahlah ayo kita tidur ,Kevin tunjukkan kamar mereka " pintah nek Vivin
" baiklah Bu " ucap kevin berdiri dari tempat duduknya
satu per satu Kevin mengantarkan keluarga Aidil kini tinggal Siska, Yuli, Aidil dan sang kembar
" baiklah ini kamarmu Yuli , ini kamar ayahmu dulu " ucap Kevin dan diangguki oleh Yuli
Yuli melangkah masuk menggendong sang kembar , Aidil juga mau ikut masuk tapi langsung di tarik oleh Kevin
" mau ke mana kamu ?? tanya Kevin dengan tatapan membunuh
" masuk lah mau kemana lagi " ucap Aidil santai
" buat apa kamu mau masuk ?? tanya lagi Kevin
" ya mau tidur lah mau ngapain lagi " jawab lagi Aidil
" ikut sini jangan masuk kalau burungmu gak mau kusunat dua kali " ucap tegas Kevin
" loh terserah aku lah aku mau tidur sama istri ku kok " ucap Aidil
" memangnya Yuli sudah kawin denganmu?? tanya Kevin
" iya sudah " jawab lagi Aidil santai
" hah kapan ?? tanya Kevin bingung
" gak tau kapan tapi sudah dua kali " ucap Aidil yang membuat Kevin memutar otaknya untuk mencerna
" what , apa dasar Laknak " ucap Kevin mengangkat tangannya tapi ditahan oleh Siska yang ada disampingnya
" Aidil gak usah cari masalah, ikut sini " ucap tegas Siska dan dengan pasrah Aidil menganggukan kepalanya
" ini kamar kamu " ucap dingin kevin ke Aidil
" jangan macam macam disini " ucap tegas Kevin
" baiklah ,tenang saja " ucap Aidil dengan senyuman licik
kini tinggal Kevin dan Siska yang saling canggung satu sama lain
ingin rasanya Kevin memberi tahu Siska jika kamarnya ada di sebelah Aidil tapi dia masih sangat gugup hingga mereka trus berputar mengelilingi lorong rumah membuat nya tambah keringat dingin
" aduh aku harus apa sekarang" gumam Kevin bingung
beberapa menit kemudian Siska merasa jika kamarnya belum nyampe nyampe juga
" kamar ku dimana pa ma n ? tanya Siska
" e eh a anu itu " ucap gugup kevin
" astaga kenapa aku begini jika berduaan dengan wanita" gumam Kevin
" anu apa ?? tanya Siska
" jangan panggil paman " ucap Kevin memaksakan suaranya
" trus panggil siapa ?? tanya Kevin
" panggil Kevin saja " ucap Kevin canggung
" ohh , iya udah ke Vi n " ucap Siska dan diangguki oleh Kevin
" trus kamar saya dimana kok dari tadi gak nyampe nyampe ya ?? tanya Siska dan dengan cepat Kevin menunjuk kamar yang didepannya
" itu yang di depan" ucap kevin
" astaga kenapa harus kamar ku yang didepan sana " gumam Kevin
" gimana harga diriku kalau Siska lihat kamarku yang berantakan , apalagi tadi aku ganti celana ku letakkan saja di lantai, fotoku juga banyak lagi " gumam Kevin panik sendiri
" ya sudah saya masuk ya terimakasih , arahannya" ucap Siska sopan tapi tidak mendapat jawaban dari Kevin yang sangat gugup dengan suara Siska yang begitu mulus
" Kevin " panggil Siska melambai lambaikan tangan nya di depan wajah Kevin dan dengan refleks Kevin menjawab
" iya , silahkan masuk " ucap kevin da diangguki oleh Siska
ceklek
pintu dibuka oleh Siska dan melihat banyak foto yang menempel di dinding dan dekorasi kamar yang sangat bagus
" wah apa ini kamar tamu " ucap Siska pada dirinya sendiri
Kevin yang bingung diam diam mengintip di pintuh
" apa bibi tadi yang bereskan kamar ku " gumam Kevin lega