
Aidil masuk kekamar nya menaruh kain pel yang ada di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang hp dengan senter yang terus menyala
trut
trut
trut
telfon langsung di angkat oleh Yuli membuat Aidil segera bertanya tanya
" Yul kenapa kamu berteriak malam malam gini ,apa kamu tau aku terbangun dari mimpiku yang indah " ucap Aidil dengan suara yang dibuat seperti sangat kesal
" tolong , tolong " ucap Yuli terbata bata
" hah tolong apa ?? tanya Aidil pura pura tidak tau
" a-ada ha ha-hantu ,cepat sini " ucap Yuli yang sangat ketakutan
" gak mau ahg , kamu tadi ngusir aku " ucap Aidil sok jual mahal
" tolong , plis " ucap Yuli yang sangat ketakutan
" baik baiklah untung kamu calon istriku kalau gak aku akan membiarkan mu saja , tapi dengan satu syarat " ucap Aidil tersenyum penuh kemenangan
" a-apa" jawab Yuli
" kamu harus nurut apa yang aku katakan atau aku suruh ,gimana " ucapa Aidil
" baik lah ,cepat sini " ucap Yuli tanpa banyak pikir
Tut
Tut
Aidil langsung mematikannya dan menelfon seseorang
trutt
setelah diangkat tanpa banyak bicara Aidil langsung pada intinya
" nyalakan lampu dalam 5 menit lagi " ucap Aidil dingin dan langsung mematikan hp nya
Yuli langsung memeluk Aidil saat melihat nya berdiri di depan pintu
" mana hantunya biar aku hajar beraninya ganggu istriku " tanya Aidil dan dengan cepat Yuli langsung mengarahkan senternya ke tong sampah dan juga lantai tapi tidak ada apa apa lagi
" tapi betulan ,sumpah ada di sini tapi kok jadi tong sampah ya dan di lantai ini ada jejak kaki tapi berwarna merah aku yakin itu darah " ucap Yuli dengan nada yang sangat serius membuat Aidil langsung membawa Yuli masuk
" baiklah ayo kita masuk nanti hantunya datang lagi " ucap Aidil dan diangguki oleh Aidil
mereka langsung membaringka badannya di kasur empuk tersebut
pelukan Yuli tak bisa lepas dari badan seseorang yang ada disampingnya membuat Aidil sangat senang
" ayo tidur " ucap Aidil lembut sambil mengelus rambut Yuli dan diangguki oleh Yuli
tiba tiba lampu menyala kembali membuat hati Yuli sedikit lega
" Alhamdulillah akhirnya nyala " ucap Yuli
" ayo cepat tidur besok kita kesiangan lagi apa kamu mau begadang bersama aku " ucap aidil
" begadang?? untuk apa ?? tanya Yuli
" buat namabh adek Alfa sama Alfi haha " ucapa idil disambut tawanya membuat Yuli segera mencubitnya pelan
" dasar mesum ,kamu kembali kekamarmu sana aku sudah tidak takut " pintah Yuli tapi Aidil semakin mengeratkan pelukannya
" tadi syarat yang aku katakan apa ?? tanya Aidil membuat Yuli segera mengingat ngingatnya
"astaga apa yang aku lakukan kenapa aku mengiyakan ,Yuli bersiaplah jadi babunya sebelum kamu menikah " gumam Yuli menggerutuki kebodohannya
" baiklah , ayo tidur " ucap Yuli pasrah dan sebenarnya Yuli juga nyaman saat berada dipelukan Aidil
cup
Aidil mencium kening Yuli dan langsung memejamkan matanya begitu pun dengan Yuli yang hanya tersenyum tipis melihat Aidil begitu mencintainya
" terimakasih ya tuhan , kamu telah mengirim pendamping dalam hidupku dan semoga kami bisa tetap seperti ini sampai ajal menjemput " gumam Yuli menutup matanya
kedua insan Tersebut terlelap dalam mimpinya dengan saling berpelukan seolah mereka sudah menjadi pasangan suami istri yang sudah sah Dimata agama