Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
Rei


" baiklah ,cepat putuskan dan aku tidak menerima kata penolakan " ucap Aidil tegas


yang membuat Yuli melongo


" hah apa dia bilang " cepat putuskan " apa dia benar benar gila ,bagaimana aku memutuskannya jika kamu sudah putuskan duluan " gumam Yuli tidak paham dengan sifat bosnya tersebut


" akan saya pertimbangkan " jawab Yuli


" baiklah ,kita berangkat besok persiapkan dirimu dan anak anak titip saja ke sahabatmu itu " ucap Aidil membuat Yuli bingung harus bagaimana


" memang ternyata ini orang aneh bangat sih , aku kan jawab baru mau ku pertimbangkan dan dia seenaknya memutuskan " gumam Yuli


" baiklah hari ini kamu temani saya meeting jam 10 siapkan semua berkasnya" ucap Aidil dan diangguki oleh Yuli


kini Yuli dan Aidil serata asistennya sedang mengadakan meeting dengan perusahaan HYPR dimana presdirnya adalah teman kuliah Aidil saat di luar negeri dulu yang bernama Altezza Reiko Putra yang biasa dipanggil dengan Rei


saat mereka bertiga masuk ke ruangan meeting terlihat laki-laki yang tak kalah ganteng dari Aidil sedang bersantai di kursi


tiba-tibamata Rei tertuju pada wanita cantik yang ada di belakang Aidil membuat Rei yang melihatnya tidak berkedip


" Rei apa kamu baik-baik saja ? tanya Aidil tapi belum ada jawaban dari Rei


" Rei " ucap Aidil dengan suara agak nyaring


Rei yang mendengar teriakan langsung tersadar dari lamunannya


"eeh maaf , ayo kita mulai meetingnya " ucap Rei gugup


saat Yuli menjelaskan meterinya , Rei sama sekali tidak memperhatikan apa yang dipresentasikan melainkan dia fokus melihat wajah Yuli


saat Yuli selesai mempresentasikan suara tepuk tangan dari orang yang berada didalam ruangan tersebut menggemah


" wah kalau boleh tau nama sekertaris kamu Dil siapa ?? bisik Rei


" Yuli " jawab singkat Aidil


" Yuli nama yang bagus ,cocok buat dia yang cantik " ucap Rei dengan suara pelan tapi masih bisa didengar oleh Aidil


tapi tanpa disadari ada seseorang yang menghampirinya


" hai " sapa Rei


Yuli kaget akan kedatangan Presdir perusahaan HYPR


" ehh pak presir ,apa ada yang bisa saya bantu " ucap sopan Yuli


" gak usah kaget gitu ,dan panggil saya Rei saja dan aku gak suka jika dipanggil Presdir oleh wanita cantik seperti mu , oh iya nama kamu siapa ??" tanya Rei mengulurkan tangannya dan Yuli menerima jabatan tangan Rei


" namaku Yuli " jawab singkat Yuli sambil tersenyum tipis


" gila ni cewek bikin jantung ku berdetak kencang " gumam Rei


" kalau begitu boleh gak kita makan siang sama sama saja ,bentar lagi udah jam 12 nih " ucap Rei basa basi


" aduh gimana ya tapi maaf saya gak bisa " ucap Yuli merasa tidak enak


" memangnya kenapa Bu Yuli gak bisa ?? tanya Rei


" saya sudah ada janji dengan atasan saya untuk makan siang bersama" ucap jujur Yuli


" kalau begitu boleh gak aku ikut ?? tanya Rei


" kalau itu kamu tanya saja sama atasan saya , saya tidak punya berhak melarang bapak untuk ikut tapi anda harus berbicara dulu dengan bos " ucap Yuli


" baiklah kebetulan kami dulu teman kuliah dan pasti dia ngizinin lah " ucap Rei percaya diri


dengan kebetulan Aidil menuju ke ruangan Yuli dan melihat Rei ada disana membuat api cemburu Aidil membara


" kurang ajar si Rei ,mau nikung gue ternyata " ucap Aidil pada dirinya sendiri geram


"