Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
om hamil


mentari sudah menyinari alam semesta dengan cahayanya , sang ibu dari kembar sedang bersemangat untuk memulai pekerjaan barunya di salah satu perusahaan ****


tok


tok


tok


seseorang sedang mengetuk pintu dari luar dengan bersemangat yuli mengajak kedua putranya untuk membuka pintu karena Yuli sudah mengetahui siapa yang datang ,siapa lagi kalau bukan sahabatnya Nurul


ceklek


pintu dibuka oleh Yuli yang sudah rapi dan kedua anaknya yang berada di belakangnya


" wahh ,ponakan aunty sudah ganteng aja " ucap Nurul


Yuli hanya tersenyum melihat keakraban kedua putranya dan sahabatnya


" yaudah yuk , kita berangkat " ucap Nurul


setiap paginya Nurul selalu membawa anak Yuli ke rumah utamanya karena maminya selalu meminta untuk membawa mereka, dan karena dengan adanya Alfa dan Alfi papi dan maminya nurul sudah tidak berniat lagi pulang ke luar negri


tak butuh berapa lama kini Yuli sudah ada di depan kantornya walau pun kantornya tidak se berapa dengan kantor kerjanya Nurul tapi Yuli sangat bersyukur bisa bekerja sebagai orang kantoran


" bunda kerja dulu ya , jangan nakal sama Oma dan kai kumis mu ya " ucap Yuli kepada putranya dan diangguki oleh keduanya


" unda angan upa akan ya " ( bunda janagn lupa makan ya ) ucap sang kakak membuat Yuli mencubit pipinya


" loh kakak sudah mulai berani ngajarin bunda ya ,kan bunda yang selalu bilang begitu sama adek dan kakak " ucap Yuli dengan tersenyum manis


" hahaha udah Rul sana GI kamu berangkat bentar lagi terlambat Lo " ucap Nurul mengingatkan sahabatnya disertai tawa renyahnya


" ohh iya ,kalau gitu bunda masuk ya , sini bunda cium dulu ,


umma


umma


" dadah anak bunda baik baik ya sama aunty cantiknya" ucap Aliya dan segera melangkahkan kakinya menuju ke dalam kantornya


" adah unda ,( dadah bunda ) ucap Alfa dan Alfi secara bersamaan"


kini Nurul dan kedua ponakannya sedang melajukan mobilnya ke kantor terlebih dahulu


dengan menggandeng tangan Alfa dan Alfi Nurul masuk dengan langkah gontai


" semua karyawan yang melihat anak kembar yang di bawah Nurul semuanya menundukkan kepalanya pura-pura tidak melihatnya.


" hai ante elek , ( hai Tante jelek ) ucap Alfi dengan tersenyum jahil


" ia akak , acian acti dedeknya embal kayak Ita kan ( iya kakak, kasihan pasti dedeknya kembar kayak kita kan ) jawab Alfi


sedangkan orang yang disebut memilih diam pura pura membaca karena wajahnya sudah sangat panas , apalagi saat para karyawan yang mendengarnya menahan tawa "


" ayok kak dek " ucap Nurul agar lebih cepat lagi


" ok , alau itu adek Ama akak au anggil om amil " ( ok ,kalau gitu adek sama kakak mau manggil om hamil) ucap Alfa sedangkan Nurul yang mendengar ucapan sang kembar hanya tersenyum dan menggeleng kan kepalanya


" om amil ,anti alau dedeknya lail ,nanti Kaci liat Alfa cama Alfi ya om " ( om hamil ,nanti kalau dedeknya lahir ,nanti kasih lihat Alfa sama Alfi ya om ) teriak Alfi yang membuat semua karyawan tidak mampu menahan tawanya


wahahahahaha


..


ketawa para karyawan yang mendengarnya sedangkan yang di tertawakan pergi dengan hp di telinganya,mungkin sedang pura pura nelfon "


" ada apa ini " ucap tegas Aidil yang baru datang bersama Bima membuat karyawan yang tertawa menjadi diam


sunyi


sunyi


hingga ada seseorang yang memanggil namanya


" om adil ,enapa alah alah ,Acian ante antenya yang elek an om yang amil anti dedeknya angic kaya akak ( om Aidil ,kenapa marah-marah,kasihan Tante tantenya yang jelek dan om yang hamil nanti dedeknya nangis kaya kakak ) ucap Alfi dengan tegas


membuat para karyawan yang mendengarnya menelan ludahnya kasar


" ohh ,maafin om ya " ucap Aidil dan berjongkok ingin memeluk kedua anak tersebut tapi selalu dihalangi oleh Nurul


semua karyawan yang mendengar kata " maaf dari bosnya membulatkan matanya


" akan terjadi musibah apalagi besok ini " gumam Bimo yang berada di samping bosnya


". jangan berani-raninya kamu menyentuh mereka dengan tangan motormu itu " ucap Nurul tegas yang membuat para karyawan keringat dingin


" ayo kita pergi kerumah saja , kita tidak jadi naik ke atas ruangan aunty"


dengan pasrah sang kembar dibawah keluar oleh. Nurul dan membawanya menuju ke rumah utama


Aidil yang mendengar kata rumah ,jadi langsung kaget


"apa mainan yang berada di rumah kemarin itu mainan mereka , trus apakah mami sama papi mengetahuinya " gumam Aidil dengan wajah yang sudah pucat


" dan yang kemarin saat papi sama papa nampar aku gara gara itu , jadi itu bukan prank


" lanjut Aidil yang merasa bingung harus bagaimana