Anak Kembarku Tanpa Deddy

Anak Kembarku Tanpa Deddy
perbincangan serius


malam pun tiba kini semua orang sudah berkumpul di ruang tamu karena Aidil menyuruh.ereka untuk berkumpul karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan


mereka semua berkumpul dengan masing masing sofa setiap pasangan , Yuli duduk bersebelahan dengan suaminya begitu pun dengan Kevin dan zei kecuali Nurul yang hanya menyendiri atau tepatnya dia duduk bersama Alfa dan Alfi


" apa yang ingin kamu bicarakan Dil ?? tanya Zei langsung pada intinya


" gini Pi , mi kami berencana untuk pindah d.


...." ucapan Aidil terpotong oleh Yani


" apa kamu ingin pergi ke luar negeri dan bagaimana nanti mami sudah tidak ketemu Alfa dan Alfi dan juga calon cucu ku belum Keluar masa kamu langsung mau cabut saja , tidak ,mami tidak setuju dan tidak akan pernah setuju' " ucap yani panjang lebar


" bukan begitu mami , dengarin Aidil dulu " ucap Aidil


" lanjutkan Dil " ucap zei dengan nada serius nya


" aku sudah membeli rumah da....." ucapan Aidil kembali terpotong oleh maminya


" kamu sudah beli rumah di luar sana , mami tidak akan membiarkan Yuli dan cucu ku pergi kalau mau pergi saja kau sendiri ke sana entah kemana , mami sudah memutuskan untuk menetap di negara kita tapi kamu malah membeli rumah diam diam di luar sana , apa kamu ingin menjauhkan anak anak mu bersama kami hah ??...apa kamu tau rindu itu berat hah ??.. dan apa kamu tau nanti jika Alfa dan Alfi tidak bisa bahasa Inggris bagaimana hah??... dan bagaimana nanti disana jika Yuli tidak mempunyai kenalan , apa kamu mau membuat istrimu terkurung di sana ?? lontaran berbagai pertanyaan di mulut Yani


" mami kalau orang belum selesai bicara jangan asal main potong " ucap Aidil kesal


" ya kan memang itu yang kamu ingin katakan kan ? jawab Yani


" bukan , Aidil memang berencana untuk pindah tapi bukan ke luar negeri , Aidil tetap akan berada di negara kita dan rumah kami juga tidak terlalu jauh dari rumah mami " ucap Aidil


" mami tolong kali ini saja , jangan mementingkan diri mami sendiri " ucap Aidil


" tapi mami tidak akan setuju bagaimana pun alasannya " ucap Yani tegas


" mami , biarkan lah mereka lagian Aidil dan Yuli ingin merasakan yang namanya keluarga , mereka ingin merasakan nya sendiri mi , mereka ingin mandiri " ucap zei tak kalah tegas


" mereka sudah mandiri buat apa lagi ingin belajar , pokoknya mami tidak mau dan tidak akan setuju " ucap Yani tegas menatap suaminya dengan tatapan tajam


Aidil melangkah ke arah maminya dan duduk di samping maminya , Aidil memegang tangan maminya lembut


" mi , jika mami menolak karena tidak ingin kesepian di rumah sendiri , mami sangat boleh dan pintu terbuka lebar buat mami , jika mami ingin ke rumah kami nanti untuk bermain bersama Alfa dan Alfi , lagian kak Siska dan bang Kevin sudah menikah mereka bisa tinggal disini , dan Aidil janji jika mami tidak ingin ke rumah Aidil akan mengantarkan Alfa dan Alfi kesini tiap hari untuk menemani mami bermain agar tidak kesepian jika ,Nurul, kak Siska dan bang Kevin kerja " ucap Aidil menggenggam tangan maminya lembut


" maaf jika saya ikut campur tapi saya sebagai suami Siska merasa tidak enak jika harus tinggal di rumah ini , dan aku juga sudah berencana untuk membeli rumah " ucap Kevin ikut karena dia sangat tidak merasa enak jika harus tinggal di rumah Siska dipikiran Kevin juga seperti Aidil dia ingin belajar dalam suatu hubungan suami istri


" Kevin , sebenarnya kami sungguh sangat senang jika kalian tinggal disini apalagi nanti jika Nurul sudah menikah dengan Rei , besar kemungkinan Nurul akan ikut bersama Rei secara kekasih Nurul juga pengusaha yang sukses " ucap Zei


" kami akan memikirkan nya Pi " ucap Siska yang merasa kasihan melihat maminya


tanpa bicara Yani berdiri dan melangkah pergi meninggalkan mereka semua


" mami " ucap Aidil ingin mengejar maminya tapi ditahan papinya


" tenang , mami mu hanya sedikit takut jika jauh dari kalian , dan kalian tau sendiri mami sudah kehilangan 2 orang yang dia sayangi , Siska sudah kembali tapi yang membuat mami mu sangat menyesal yaitu ibu nya Yuli , dia tidak sempat bertemu dengan ibu Yuli ,mami mu hanya sedikit takut jika kalian meninggalkan nya seperti Siska dan ibu Yuli tapi papi akan menasehati nya nanti " ucap zei ikut menyusul istrinya