
tak terasa kini sudah jam 19:00 malam membuat Aidil harus melakukan misinya yang pertama
dengan senyuman liciknya Aidil menelfon anak buah suruhannya
tutt
tutt
tutt
" halo bos " jawab anak buah Aidil
" halo nanti kalian masuk ke kamar no 441 , jangan sampai ada orang lain yang berada di Lantai paling atas
" baik bos , dan kami nanti setelah masuk harus melakukan apa ?? tanya anak suruhannya
" kamu todongkan pisau ke arah lehernya sampai dia berteriak setelah berteriak aku langsung masuk seperti super Hero dan memukul kalian tapi tenang saja nanti aku tanggung biaya rumah sakit kalian " ucap Aidil
" baik bos ,kami akan lakukan sekitar satu jam lagi "
" oke "
Tut
Tut
telfon dimatikan oleh Aidil dan mempersiapkan dirinya untuk memulai misinya
tak teras waktu sudah satu jam berlalu tapi orang suruhan Aidil belum menandakan kemunculannya
Yuli yang kini sedang asik mengotak atik ponselnya dikejutkan oleh bel yang terus berbunyi
dengan kesal Yuli melangkah ke arah pintu
dan membukanya
" apaan sih bos ini su...... " ucapan Yuli terhenti karena melihat tiga orang pria dengan badan tinggi dan besar
Yuli langsung memundurkan langkahnya setelah melihat ketiga pria tersebut
" ka-kalian si-siapa ?? tanya Yuli gugup tapi tidak mendapat jawaban
" apa kamu wanita penghibur kami malam ini " ucap pria yang ada ditengah
" tolongggggggg " teriak Yuli
tapi dengan cepat tangan pria tersebut langsung menutup mulut Yuli dan dengan cepat pria itu merobek baju yang dikenakan oleh Yuli
Aidil yang mendengar suara teriakan dengan senyuman di bibirnya dia langsung masuk seperti seorang super Hero
" mereka bukan lah anak buahku " gumam Aidil
Aidil bertarung dengan ketiga pria itu tanpa mengenal sakit
pada awalnya Aidil selalu melumpuhkan lawannya tapi lamah kelamaan Aidil kekurangan tenaga sehingga dia dipukuli ketiga pria tersebut
Aidil dalam keadaan yang sangat mengenaskan karena babak belur di bagian wajahnya sangat parah
ketiga pria tersebut langsung mendekati Yuli yang duduk di samping sofa dengan tangan menyilang ditangan
" tolong ja-jangan " ucap Yuli gugup
Aidil yang melihat perempuan yang di incarnya selama ini dalam keadaan yang memalukan langsung berdiri dan melempar vas bunga dan berhasil mengenai kepala sala satu dari mereka membuat kepalanya yang tidak ditumbuhi rambut menjadi merah karena darah yang mengalir
Aidil memaksakan untuk bertarung dan saat bertarung tanpa disadari sala satu preman tersebut menggunakan pisau dan untung saja Aidil masih bisa bergeser sehingga lengan kanannya lah yang teriris
tetesan darah mulai mengalir di lengan Aidil membuat Aidil langsung membuka bajunya dan melemparnya ke sembarang arah
" bajingannnnn " teriak Aidil dan langsung bertarung kembali dengan ketiga pria tersebut
Aidil sudah sangat tidak berdaya tenaganya sudah terkuras banyak badannya sudah kaku tidak bisa bergerak lagi tapi nasib baik masih dipijak Aidil dan Yuli
kini orang suruhan Aidil baru datang
orang suruhannya kaget saat melihat ruangan yang berantakan dan yang lebih mengagetkan lagi adalah bosnya yang sudah babak belur
" bos kok udah bonyok duluan , misinya kaya apa dong?? tanya sala satu orang suruhannya dengan bodoh
" habisi mereka " ucap Aidil lirih dan dengan segera anak buah Aidil langsung bertarung tak cukup berapa lama untuk mengalahkan ketiga pria tersebut karena orang suruhan Aidil berjumlah lima orang membuat ketiga preman itu tak berdaya melawannya
" bawa mereka pergi dan jangan sampai mereka masih bisa menghirup udara di alam ini , lakukan tanpa meninggalkan jejak " ucap lemas Aidil dan dengan segera anak buahnya membawanya pergi
saat semua orang sudah pergi kini tinggal Yuli dan Aidil yang ada di dalam kamar itu
Aidil berbaring dilantai dengan keadaan mengenaskan membuat Yuli langsung berlari dan memeluknya
" ka-mu gak papa ?? tanya Aidil dan dengan cepat Yuli menggelengkan kepalanya
" syukurlah" ucap Aidil lirih
tiba tiba pandangan Aidil terarah pada badan Yuli yang hanya menggunakan bra karena bajunya sudah disobek ketiga pria tadi , membuat dedeknya kembali bangkit
" ada ada aja kamu dek , udah bonyok gini masih sempat sempatnya tegang " gumam Aidil
" pergilah ganti pakaianmu sebelum dia bangkit dari alam tidurnya" ucap Aidil lirih yang membuat Yuli tidak mengerti tapi dengan segera Yuli langsung mengikuti perintah Aidil